Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
HAMIL


__ADS_3

Demi menjalankan misinya, Michele terus mendekati Alfredo dengan berbagai cara.


Seperti terhipnotis, pria beranak satu tersebut sama sekali tidak pernah menolak setiap ajakan yang dilontarkan oleh Michele.


Disaat kekecewaannya karena Felicia belum juga hamil dalam detik ini, dan sedikit ruwetnya permasalahan proyek yang ada di bogor akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh karyawannya.


Saat ini hanya kehadiran Michele lah yang mampu menenangkan hatinya.


Setiap kali melihat seyuman wanita itu hati Alfredo langsung terasa dingin.


Tutur kata Michele yang lemah lembut seperti mendiang istrinya, Irene setiap kali berbicara dengannya membuat hati pria itu merasa tenang.


Rasa nyaman yang dirasakannya membuat hubungan Alfredo dengan Michele semakin hari semakin dekat.


Bahkan sekarang Michele tidak sungkan lagi untuk bermalam di apartemen yang ditinggali Alfredo bersama Alex.


Meski tidak tidur dalam satu kamar yang sama, tapi hal tersebut sudah membuat Michele bahagia.


Perlahan tapi pasti wanita itu merasa akan segera mendapatkan hati pria tampan itu.


Michele yang pada awalnya ingin bekerja sama dengan Setyo untuk membalas dendam atas kematian Vera sahabatnya, akhirnya luluh dan jatuh cinta kepada Alfredo.


" Pantas saja Vera sangat tergila - gila dengan pria ini. Bukan hanya tampan dan kaya, pria ini juga sangat sexy...", guman Michele sambil membayangkan bentuk tubuh Alfredo.


Tiba - tiba fantasinya menjadi liar saat membayangkan bentuk tubuh Alfredo yang dapat membangkitkan gairahnya seketika.


Aroma musk yang keluar dari tubuh pria tersebut menambah kesan maskulin yang melekat pada dirinya.


" Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkannya...", ucap Michele sambil tersenyum licik


Sementara itu Alfredo didalam kamarnya terlihat sedang sibuk menghubungi Felicia.


Meski dia merasa nyaman dengan Michele, tapi dia juga tidak bisa begitu saja mengabaikan istri dan keluarganya.


Apalagi maminya hampir tiap hari mengingatkan agar dirinya tidak lupa untuk menelpon atau mengirim pesan kepada istrinya.


Tampaknya usaha Alex untuk menghubungi Mia adalah langkah yang tepat.


Berkat maminya tersebut, Alfredo pelan - pelan mulai ingat dengan keberadaan istrinya meski hubungannya dengan Michele semakin akrab.


Demi mengumpulkan bukti dan petunjuk tentang Michele, hari ini Alex terpaksa pulang keapartemen agak larut.


Kabar bahwa Alex pulang terlambat malam ini digunakan oleh Michele sebaik - baiknya untuk menjalankan semua rencana yang telah disusunnya dengan matang.


" Akhirnya....saat yang kunantikan telah tiba ", batin Michele bahagia.


Malam itu Michele berencana memasak makan malam yang special untuk Alfredo.

__ADS_1


Wanita itu berniat membuat kejutan dengan menyiapkan makan malam yang romantis untuk pria tampan itu.


"Akhirnya semua selesai....sekarang tingal menata mejanya ", ucap Michele bahagia.


Kemudian wanita tersebut segera menghias meja makan yang telah disiapkan di balkon dengan bunga - bunga hidup yang cantik.


Berbagai hidangan kesukaan Alfredo tersaji disana, dan tidak lupa sebotol anggur merah sebagai pelengkap malam itu.


" Hari ini aku harus bisa tidur bersamanya , agar baby ini memilik ayah..." , batin Michele sedih sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Michele sebenarnya sangat kecewa saat Setyo menolak untuk bertanggung jawab atas bayi yang dikandungnya.


Namun kekecewaannya tersebut hilang saat dia memiliki ide untuk menjadikan Alfredo sebagai penganti Setyo.


FLASH BACK ON


Beberapa hari ini Michele merasa bahwa badannya sangat mudah lelah dan sering mual di pagi hari.


Sebagai wanita yang telah memiliki anak dia tentunya mulai curiga dengan kondisi tubuhnya tersebut.


Dengan berbekal test pack yang dibelinya di apotik, pagi itu dia coba menggunakannya.


" Seperti yang kuduga...", batin Michele cemas saat melihat dua garis merah yang terlihat disana.


Cukup lama dia terdiam dikamar mandi meruntuki kebodohannya yang telah membiarkan Setyo berhubungan dengannya tanpa pengaman.


" Aku harus memintanya bertanggung jawab ", ucap Michele sambil mulai beranjak untuk membersihkan dirinya.


Sesampainya di kediaman Setyo, pria itu sama sekali tidak mau mengakui bahwa bayi yang ada dalam kandungan Michele adalah darah dagingnya.


Jika melihat latar belakang Michele sebagai wanita penghibur, Setyo tidak yakin kalau wanita tersebut hanya pernah tidur dengannya.


Apalagi hobi Michele yang sering keluar masuk club dan pulang dengan pria yang berbeda hampir setiap hari membuat pria tersebut semakin yakin bahwa bayi tersebut bukanlah anaknya.


" Jadi kamu benar - benar tidak mau bertanggung jawab...", ucap Michele dengan mata berkaca - kaca.


" Karena bukan hanya aku yang pernah tidur denganmu ", ucap Setyo acuh.


" Tapi hanya kamu yang tidak pernah memakai pengaman " , ucap Michele dengan airmata berderai.


" Itu tidak menjamin bahwa aku adalah ayah dari anak yang kamu kandung bukan...", ucap Setyo sinis.


" Lalu bagaimana nasibku...?", ucap Michele sesenggukan.


" Gugurkan bayi itu " , ucap Setyo sambil melempar setumpuk uang kepada Michele.


Ingat tugasmu...aku tidak mau bayi itu jadi penyebab gagalnya rencanaku " , ucapnya tajam.

__ADS_1


" Ingat, anak dan ibumu masih ditanganku. Jika kamu berani macam - macam, maka aku tidak segan untuk melenyapkannya ", ucap Setyo mengingatkan.


Kemudian pria kejam itu pergi meninggalkan Michele yang masih terduduk dilantai sambil berderai air mata.


"Tidak....tidak...aku tidak bisa membunuh bayi tak berdosa ini " , ucapnya sambil mengeleng - gelengkan kepala.


Kemudian dia segera pergi dari kediaman Setyo dengan hati terluka.


Selama perjalanan dia mulai meratapi nasibnya yang sangat buruk.


Setelah melahirkan anak pertamanya dia terpaksa harus menjual diri demi melunasi hutang - hutang yang ditinggalkan almarhum suaminya.


Belum lagi anak yang dilahirkan tersebut kondisinya tidak cukup baik sehingga memerlukan banyak biaya untuk pengobatannya.


Cukup lama dia menjalani profesi tersebut hingga dirinya bertemu dengan Vera yang menolongnya dengan memperkenalkannya dengan seorang pejabat.


Sejak saat itu diapun tidak menjajakan diri lagi tapi cukup menjadi istri simpanan kenalan Vera tersebut.


Meski suami rasahasianya tersebut sudah meninggal, namun dia masih bersyukur mendapatkan sebagian harta warisannya yang cukup untuk membuka usaha dan mencukupi kebutuhannya sehari - hari.


Disaat pikirannya sedang kalut tiba - tiba ponselnya bordering dan ada nama Alfredo tertera disana.


Kemudian muncullah ide untuk menjadikan pria tampan itu sebagai ayah dari bayinya.


FLASH BACK OFF


Alfredo yang baru saja pulang dari kantor cukup terkejut dengan penampilan Michele yang begitu cantik dan anggun.


Malam ini Michele memakai dres panjang warna merah maroon dengan belahan dada yang cukup rendah sehingga memperlihatkan sebagian bentuknya.


Sebagai lelaki normal Alfredo hanya bisa menelan ludah beberapakali melihat pemandangan indah didepannya.


Michele dengan penuh percaya diri mulai mendekat kearah Alfredo yang masih diam mematung.


Disapanya pria tampan tersebut dengan berbisik, hembusan nafas Michele ditelingganya mampu membangkitkan sesuatu dalam dirinya.


Melihat korbannya terlihat tak berdaya, Michele tersenyum puas.


Diajaknya Alfredo kearah balkon menuju meja makan yang telah disiapkannya.


Alfredo yang masih terpana oleh penampilan Michele tak menyadari bahwa dirinya sudah masuk kedalam perangkapnya.


Obat yang telah diberikan oleh Michelepun mulai bereaksi.


Alex yang baru datang cukup terkejut dengan adanya baju - baju yang berserakan diruang tamu.


Ditambah lagi dia mendengar suara desahan yang cukup mengoda dari dalam kamar.

__ADS_1


" Ohhh...ini tidak mungkin...", ucap Alex cemas.


Dengan wajah yang masih terkejut Alex pun segera menghubungi Mia untuk melaporkan semuanya, termasuk juga apa yang terjadi malam ini.


__ADS_2