Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
HASIL


__ADS_3

Didalam ruang kerjanya Alif terus memandangi kertas yang didapatkannya dari laboratorium rumah sakit sambil berkali - kali menarik nafas sangat dalam.


Alfredo yang berada didepannya hanya memandang dokter tampan tersebut dengan tatapan cemas.


Susanan hening sempat tercipta disana. Setelah berpikir berulangkali, akhirnya Alif membuka suara.


Setelah mengambil nafas dalam beberapa kali dia mulai membacakan hasil laboratorium yang didapatkannya setelah meneliti kandungan obat yang dikonsumsi oleh maminya Alfredo selama ini.


Dengan seksama Alfredo mendengarkan semua penjelasan dari Alif.


Setiap kata yang diucapkan dokter tampan itu membuat Alfredo sangat syok dan tidak percaya dengan semua fakta yang telah didengarnya.


" Bagaimana mungkin....?", tanya Alfredo terkejut.


Akal sehatnya masih tidak bisa mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Alif.


Saat ini dirinya tidak bisa berpikir dengan jernih atas semua fakta yang didapatkannya.


Bagaimana bisa dirinya kecolongan lagi seperti ini. Apalagi obat tersebut sudah dikonsumsi oleh maminya selama hampir empat tahun lamanya.


Dia sama sekali masih belum menyangka jika kondisi maminya yang semakin lama semakin buruk adalah efek dari obat yang dikonsumsinya.


Selama ini dia percaya dengan dokter yang telah menangani maminya selama empat tahun ini.


Dokter tersebut terlihat sangat wajar saat datang untuk memeriksa kondisi maminya di rumah.


Sehingga Alfredo tidak pernah menaruh rasa curiga sedikitpun karena sang mami sepertinya tidak mengalami keluhan terhadap penyakit atau mengenai dokter yang memeriksanya.


Jadi dia mengira bahwa semuanya baik - baik saja.


" Obat pelemas untuk anjing...? ", guman Alfredo masih dengan keterkejutannya sambil membaca berulang kali kertas yang ada di genggaman tangannya.


" Benar....didalam obat itu terkandung ********* , suatu bahan yang digunakan untuk melemaskan atau membuat anjing lumpuh sementara. Tidak terlalu berbahaya karena dosisnya sangat kecil. Tapi jika obat ini dikonsumsi secara terus - menerus oleh manusia maka bisa menyebabkan kelumpuhan ", ucap Alif menjelaskan.


" Ini masih satu obat yang terlihat janggal yang aku teliti, belum yang lainnya " , ucapnya lagi.


" Maksudmu obat yang lain juga bermasalah ? " , ucap Alfredo tajam.


" Coba bawa mamimu periksa ke dokter Angga, dokter syaraf terbaik di rumah saki ini. Kebetulan nanti malam dia ada praktek disini ", ucap Alif sambil memberikan nama kartu nama dokter Angga.


" Kita harus melakukan pengecekan secara menyeluruh agar bisa mengetahui hasilnya secara pasti. Dari hasil tersebut barulah kita bisa menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk proses penyembuhannya ", ucap Alif menerangkan secara detail prosedur yang harus dijalani agar Mia bisa mendapatkan perawatan yang tepat.


" Apa dengan begitu mamiku bisa diselamatkan...", ucap Alfredo panik.


" Kita akan melakukan semuanya sebaik mungkin. Semoga saja efek obat tersebut belum terlalu parah " , ucap Alif sedih


" Lakukan apapun yang dibutuhkan...", ucap Alfredo pasrah.

__ADS_1


" Semuanya...lakukan secara maksimal asalkan mamiku bisa sembuh ", ucap Alfredo dengan mata berkaca - kaca.


Dirinya merasa tidak akan sanggup lagi jika harus kehilangan orang yang sangat dicintainya.


Untuk itu dia akan berusaha sekuat tenaga agar maminya bisa terselamatkan, sebelum semuanya menjadi terlambat.


" Kalau bisa sebaiknya mami dan istri anda tidak perlu tahu dulu mengenai kondisi ini agar mereka tidak terlalu khawatir, terutama istri anda yang masih dalam tahap penyembuhan ", ucap Alif mengingatkan.


" Baiklah, jika itu yang terbaik untuk saat ini " , ucap Alfredo pelan.


Saat ini rasanya tubuh Alfredo sangat lemas seperti tidak ada tenaga baginya untuk bangkit.


Satu persatu fakta yang mengejutkan hadir dihadapannya, dan semua itu dilakukan oleh orang yang sama.


Orang yang seharusnya tidak pernah dia ijinkan untuk hadir dalam hidupnya.


Orang yang sudah sejak awal tidak diinginkannya tapi dia biarkan masuk dalam keluarganya.


Sampai dia harus kehilangan satu persatu orang yang sangat disayanginya.


" Kamu benar - benar jahat Vera..", batin Alfredo geram.


" Apa salahku sampai kamu harus merengut orang - orang yang aku sayangi satu persatu ", batinnya sedih.


Alif yang melihat kondisi Alfredo yang sedikit terpuruk saat mendengar fakta ini berusaha untuk menenangkannya.


" Kamu harus kuat...bagaimanapun pasien selalu membutuhkan dukungan moril dari keluarga terdekatnya agar mampu melewati semuanya ini dengan tegar ", ucap Alif menenangkan.


" Kapan mami bisa mulai perawatan ?" , tanya Alfredo sedih.


"Secepatnya....kalau bisa hari ini urus semua administrasinya. Bawa semua obat mamimu dan tunjukkan hasil lab ini kepada dokter Angga " , ucap Alif sambil menyerahkan amplop hasil lab tersebut.


" Baiklah...akan aku urus semuanya sekarang" , ucap Alfredo dan segera bangkit keluar ruangan.


Dengan berlari kecil dia menuju bagian resepsionis untuk mendaftarkan maminya periksa kedokter syaraf yang telah direkomendasikan oleh Alif.


Setelah semuanya beres dia segera menuju ruang rawat istrinya.


Didalam ruang rawat Felicia dan Mia menunggu kehadiran Alfredo dengan wajah cemas.


Mereka ingin segera mengetahui hasil pembicaraan antara dokter Alif dengan Alfredo.


" Bagiamana hasilnya..? ", tanya Felicia penasaran.


" Apa yang dikatakan dokter Alif...?", tanya Mia cemas.


Melihat raut wajah cemas dan penasaran dari kedua perempuan yang sangat disayanginya itu, tiba - tiba bibir Alfredo terasa keluh.

__ADS_1


Dia tidak sanggup untuk berbicara mengingat fakta yang baru saja diterimanya cukup menguncang jiwanya.


" Hasilnya masih belum pasti. Untuk itu malam ini mami coba periksa ke dokter syaraf yang telah direkomendasikan oleh dokter Alif ", ucap Alfredo berusaha untuk tenang.


" Kenapa mendadak...", ucap Mia protes.


" Agar kita bisa secepatnya tahu hasilnya dan mami bisa segera sembuh. Mami tidak mau kan kalau adeknya Sammy nanti lahir mami tidak bisa mengajaknya jalan - jalan ", ucap Alfredo berusaha menyemangati maminya.


" Apa Felicia hamil ? ", tanya Mia dengan mata berbinar.


"Masih belum mi...masih proses. Makanya mami juga sekarang mulai berproses untuk penyembuhan. Agar saat baby disini lahir mami sudah bisa berjalan ", ucap Alfredo bahagia sambil mengelus - elus perut istrinya yang masih rata.


Melihat ekspresi bahagia antara mami dan suaminya membuat hati Felicia sedih, karena selama ini dirinya telah membohongi semua orang yang sayang padanya.


" Oya, bagaimana kalau kita sekalian periksa ke dokter kandungan ", ucap Alfredo lembut sambil mengecup beberapa kali punggung tangan istrinya.


Melihat wajah bahagia suaminya Felicia pun mengangguk meski dalam hatinya ada sedikit kecemasan.


" Apakah nanti dokter akan tahu kalau dirinya mengkonsumsi pil penunda kehamilan ", batin Felicia cemas.


Alfredo yang lagi - lagi melihat ekspresi sedih di wajah istrinya memberanikan diri untuk bertanya.


" Apa kamu merasa terbebani dengan semua ini..." , tanya Alfredo lembut.


" Ba...bagaimana kalau aku ternyata tidak bisa hamil..." , ucap Felicia ragu.


" Kenapa kamu bicara seperti itu sayang...", ucap Alfredo cemas.


" Aku yakin anak kedua kita akan segera hadir dalam rahimmu...", ucap Alfredo sedih.


" Anak kedua ? ", tanya Felicia binggung.


" Iya anak kedua kita...karena kamu sempat keguguran waktu ditabrak oleh Vera waktu itu. Karena benturan yang sangat keras makanya bayi kita tidak bisa diselamatkan ", ucap Alfredo sedih.


" Maafkan aku sayang...karena tidak bisa menjagamu dan bayi kita ", ucap Alfredo sambil memeluk istrinya dengan erat.


" Bayi kita...", ucap Felicia pelan sambil menangis sesengukan didalam dekapan suaminya.


" Iya...bayi kita. Maafkan aku ya...", bisik Alfredo pelan.


Jika mengingat hal tersebut Alfredo merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga Felicia dengan baik sampai harus mengorban buah hati mereka yang tidak berdosa.


" Kenapa mas baru bilang sekarang padaku.." , ucap Felicia terisak.


" Aku hanya tidak ingin melihatmu sedih sayang...", ucap Alfredo lembut.


Perlahan dia mulai mengusap air mata yang mengalir di wajah istrinya. Dan dengan lembut dia mengecup kening sang istri.

__ADS_1


" Sekarang istirahatlah. Sebentar lagi aku akan mengantar mami periksa ke dokter Angga ", ucap Alfredo dengan lembut.


Akibat reaksi obat yang diminumnya Feliciapun segera memejamkan matanya dan berharap esok hari dia akan mendapatkan kabar yang baik, untuk dirinya dan mertuanya.


__ADS_2