Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 15


__ADS_3

Seketika jantung ariana berdegub dengan sangat kencang saat namanya dipanggil oleh orang yang sangat-sangat dia kenal.


Ariana dan julian pun menoleh ke asal suara. Dan yah benar dugaan ariana, dia adalah bima.


"Duhhh mampus deh gue" gumam ariana di dalam hati.


Ariana pun melirik ke julian dan julian paham apa yang ada dipikiran ariana.


Bima pun mendekat dan menarik tangan ariana. Dan saat itu juga julian menahannya.


"Santai pak, tidak usah di tarik-tarik dong. Nanti tangannya putus" ucap julian dengan konyol nya.


"Maaf, saya tidak ada urusan dengan kamu" Jawab ketus bima.


"Ohh ini juga menjadi urusan bagi saya tentunya. Saat ini ariana sedang membantu saya, jadi bapak tidak ada hak untuk mengajaknya" ucap julian dengan penuh penekanan.


Ariana pun bingung dibuatnya, dia hanya berdiam diri tanpa berucap satu kata pun.


"Oh, begitukah ..? tapi saya punya hak untuk itu, karena saya adalah kekasihnya" jawab bima dan langsung melayangkan pukulan di wajah julian.


Buuugghhh ...


"Kak julian ..." ariana pun membantu julian yang terjatuh menatap kursi taman.

__ADS_1


"Ariana, kau tak perlu menolongnya. Dia adalah benalu didalam hubungan kita" ucap bima dengan emosi yang membara.


"Kak bima apa-apaan sih, kenapa harus memukul kak julian..?" jawab ariana dengan meninggikan suaranya.


"Oh jadi kamu lebih membelanya dari pada aku yang jelas-jelas kekasih mu" jawab bima.


Saat itu banyak pasang mata para mahasiswa dan mahasiswi yang yang mendengarkan ucapan bima, karena dia telah mengaku sebagai kekasih ariana.


"Bukan seperti itu, tapi kakak seharusnya membicarakan baik-baik tanpa ada kekerasan" jawab ariana lagi dan dia melihat wajah julian yang mengalir darah segar dari dalam hidungnya.


"Astaga kak, kak julian tidak apa-apa. Kita ke rumah sakit sekarang" ucap ariana dan ingin menyentuh wajah julian.


Lantas bima pun menarik tangan ariana.


Dan bima pun akan melayangkan pukulan lagi ke wajah julian, saat itu ariana pun berada tepat dihadapan julian dan ..


Buuugghh ...


Ariana terkena pukulan bima dan dia tersungkur di tanah. Julian yang meliat ariana jatuh tak bergerak pun akhirnya membalas perbuatan bima. Julian pun melayangkan pukulannya setelah itu menggendong ariana ala bridal style dan berlari mencari taksi di depan kampus.


Bima pun sadar seketika, dia sadar jika dirinya telah memukul ariana sampai pingsan.


"Bodoh .. bodoh kamu bima. kamu sangat bodoh" maki dirinya sendiri.

__ADS_1


Bima pun berlari mencari julian dan ariana kedepan kampus. Dan julian sudah menaiki taksi membawa ariana ke rumah sakit terdekat dengan kampus.


Bima pun menyesali perbuatannya saat itu. Dia menaiki mobil nya dan menuju rumah sakit terdekat dengan kampus dia mengajar.


Sepanjang perjalanan pun bima memaki dirinya. Air matanya pun menetes saat dia mengingat ariana yang jatuh tersungkur dan tak berdaya.


"Maafkan aku .. maafkan aku sayang. Maafkan aku.." bima terus saja menangis di sepanjang perjalanannya.


Julian telah sampai di lobby rumah sakit, dia memanggil suster untuk menolongnya. suster pun dengan cepat membantu julian membawa Stretcher untuk memindahkan ariana dan membawa masuk ke ruang UGD.


"Tolong bantu teman saya dokter.. saya mohon" ucap julian saat dokter mau memasuki ruang UGD.


"Saya usahakan mas, silahkan tunggu di luar" jawab dokter dan berlalu masuk kedalam ruangan tersebut.


"Jika terjadi sesuatu dengan ariana, aku tidak akan memaafkanmu bima" gumam julian.


Suster sudah memasang kan infus di tangan ariana dan dokter pun memeriksa wajah ariana yang mengalir darah segar. Suster membantu membersihkannya. Ariana sudah di beri obat tidur untuk merelaksasi keadaanya.


Dokter keluar dari ruang UGD dan julian pun langsung saja menghampiri nya.


"Dokter bagaimana keadaan teman saya ..?" tanya julian dengan sejuta kepanikannya.


"Alhamdulillah dia tidak kenapa-kenapa, hanya saja memar dibagian pipinya dan mungkin akan sulit untuk dibuat makan. Kami sudah memberikan obat tidur untuk merelaksasikan badannya. Apakah ini ada kaitannya dengan tindakan kekerasan ?" Penjelasan dokter panjang lebar dan yah mampus julian terjebak dengan pertanyaan dokter diakhir kalimat.

__ADS_1


__ADS_2