
Derap langkah ketiganya menggema kesunyian rumah sakit tempat jeff dirawat. Pasalnya tidak begitu banyak pasien di rumah sakit itu.
Sampai tibalah di depan ruangan jeff menginap, zein pun mengetuk pintu kamar dan masuk kedalam di iringi oleh ariana dan papanya.
Seketika Jeff yang memunggungi pintu pun berbalik dan melihat siapa yang datang. Jeff kira itu adalah dimas, dan ternyata dugaannya salah. Kali ini zein, ariana dan Om sean papa ariana yang datang.
"Kenapa mereka datang dengan om sean yaa" gumam dalam hati jeff.
"Om Sean.." Sapa jeff lebih dulu karena begitu terkejut dengan kedatangannya.
"Hai ardan, Kau baik-baik saja nak ?" tanya om sean dengan mendekat kearah jeff berada.
"Yaa seperti yang om lihat, aku baik-baik saja. Hanya kaki ku saja yang terluka. Bagaimana kabar si chubby om, lama tidak bertemu dengannya ? aku sangat merindukan dia" Kelakar jeff dengan apa yang dia rasakan ketika melihat om sean saat ini, jeff sangat merindukan gadis chubby masa kecilnya.
Ariana yg masih berdiri mematung bersama dengan zein pun hanya tersenyum saja melihat jeff yang mengatakan sangat merindukannya.
"Kau tidak mengetahuinya nak ardan, arin sini mendekatlah. Dia bilang sangat merindukanmu !" ejek om sean kepada jeff.
"Maksud om sean apa ? kenapa dia yang om panggil ?" ucap jeff dengan sejuta kebingungannya saat mendapati ariana melangkah mendekat ke arah tempat tidurnya.
"Dia adalah ariana, arin si gadis chubby nya kak ardan" jawab om sean dengan tawanya.
Jeff pun syok dan tak percaya dengan hal yang terjadi. Kenapa dia tidak bisa mengetahui jika itu arin, ariana gadis chubby masa kecilnya dulu. Astaga itu suatu kebetulan, gumam jefri dalam hatinya.
"Kau sangat jahat kak, kenapa kau tak pernah memberiku kabar setelah kepergianmu itu. Dan kenapa kau tak mengetahui jika ini aku gadis masa kecilmu dulu" maki ariana dengan wajah cemberutnya.
"Astaga arin, maafkan aku. Aku tidak mengetahui ini semua, kak jeff juga tidak tahu jika kamu ini ariana si chubby nya kakak" terang jefri dengan sedikit tawanya, dia merasa sangat konyol sekali saat ini.
"Kau berhutang penjelasan kepadaku tentang semuanya" ucap ariana dengan wajah kecewanya.
"Oke, kakak akan jelaskan semuanya nanti setelah kak ardan keluar dari rumah sakit ini" jawab jeff pasrah saat melihat gadis kecilnya yg dulu menunjukkan rasa kecewanya.
"Sudah-sudah kalian ini selalu saja berdebat dan tak akan pernah ada ujungnya. Dimana dimas nak ardan ?" tanya om sean mencari keberadaan pemuda yg satunya.
"Dimas sedang keluar membeli makan om, mungkin sebentar lagi datang" jawab jeff menjelaskan.
"Zein duduklah, kenapa kau berdiri mematung seperti itu ?" suruh jeff yg tak enak hati melihat sahabatnya berdiri tidak jauh dari tempat tidurnya.
__ADS_1
Lantas zein pun duduk di sofa yang di sediakan. Papa ariana pun berpindah duduk di samping zein dan ariana duduk di sebelah tempat tidur jefri.
"Menyebalkan sekali ..!" gumam ariana pelan, tapi jeff pun dapat mendengarnya.
"Maaf, maafkan kakak yg tidak pernah memberimu kabar. Sungguh tak ada niatan sama sekali kakak meninggalkanmu, tapi memang kakak bingung mencari nomor ponselmu arin. Zein pun tidak mengetahui nya, terakhir dia memberi kabar bahwa kamu sudah pindah ke kota ini. Aku juga sudah mencarimu saat itu, tapi hasilnya nihil" jelas jeff panjang lebar supaya ariana dapat mengerti keadaannya.
"Hemmm, aku juga mencari keberadaan kakak dan kak dimas. Tapi nihil juga" jawab ariana memanyunkan bibir miliknya.
"Dan kita di pertemukan di negara orang dan tidak mengetahui identitas yang sesungguhnya, astaga bodoh sekali diriku" gerutu jeff dengan kebodohannya sendiri.
Tokk .. tokk .. tokk ..
pintu diketuk dari luar, dan masuklah orang yg mengetuk. Yah itulah dimas, membawa kantong bungkusan begitu banyak. Sontak saja dia kaget dengan orang-orang yang berada di dalam ruangan itu.
Diamati satu persatu dan kini matanya membola saat melihat ada orang yg sangat dia kenal.
"Om sean, ini tidak mimpi kan ?" tanya dimas dengan wajah konyol nya.
"Iya nak dimas, ini om sean. kemarilah, lama kita tidak berjumpa ?" jawab papa ariana dan menepuk sofa yg berada di sampingnya.
"Astaga om, saya tidak menyangka jika om sean ada disini. Si chubby mana om, kenapa tidak mengajaknya ?" ulur tangan dimas bersalaman dengan papa ariana dan duduk di sebelahnya.
"Astaga, jadi kau ini ariana si chubby ? kenapa kau tidak bilang arin, beda jauh saat dia kecil dengan sekarang" tawa dimas mulai ikut mengejek ariana.
"Kak dimas selalu saja menyebalkan" ariana memanyunkan bibirnya lagi.
"Maaf .. maaf .. becanda" jawab dimas menghentikan tawanya.
"Ini pertemuan yang tidak di sangka-sangka yaa om, astaga sudah lama sekali kita tidak bertemu dan berbincang-bincang seperti ini" dimas mulai menunjukkan sifat aslinya yang terlalu banyak bicara.
"Kau berisik sekali dim" sungut zein yang dari tadi hanya diam saja.
Pasalnya memang dari ketiga laki-laki itu, dimas lah yang terlalu banyak bicara.
"Kesempatan emas dong ini, kapan lagi kita bisa berbincang - bincang riya. Yaa gak om ?" tawa dimas mengejek zein yang menatapnya sinis.
"Yaa, kita bersyukur juga bisa bertemu kembali. Kalau tadi om tidak melihat zein yg mengantar arin ke kantor, om tidak akan tau keadaan kalian semua" jawab papa ariana dengan senyumnya.
__ADS_1
"Kau tau arin, dari kecil sampai sekarang dia tetap sama. Banyak bicara" ucap jeff mengejek sahabatnya.
"Tak masalah kak, kak dimas memang nomor satu yg selalu meramaikan keadaan" jawab ariana tertawa geli melihat dimas yg bermenye-menye di tempatnya.
Zein pun hanya diam membisu melihat kedekatan jeff dan ariana lagi. Perasaan yang dulu pernah dia hilangkan, kini hadir kembali dan zein pun merasa sakit saat melihat kedekatan keduanya.
Dering ponsel milik ariana pun menggema di seisi ruangan itu. Ariana pun merogo tas milik nya dan melihat si penelpon.
"Sebentar kak, kak bima menghubungi ku" ucap ariana beranjak dari duduknya.
Ariana pun mengangkat panggilannya dan keluar dari ruangan inap jeff.
"Hallo kak, kakak sudah sampai ?" ucap ariana saat panggilannya sudah terhubung.
"Sudah, aku sedang perjalanan ke kantor queen. Kau sedang apa ?" tanya bima penasaran apa yg sedang di lakukan kekasihnya saat ini.
"Ahh aku sedang berada di rumah sakit ..." jawab ariana dengan jujur.
"Kau kenapa queen, kau sakit ?" panik bima.
"Ah tidak kak, aku sedang menjenguk kak jeff" tutur ariana.
"Apa ..? Jeff, jefri maksud mu ?" syok bima ketika mendengar penuturan ariana.
"Iya kak, dia sedang di rawat. Dia mengalami kecelakaan tadi saat aku sampai di kantor papa setelah mengantarmu ke bandara" jelas ariana tak ingin menyembunyikan sesuatu dari bima.
"Bagaimana bisa dia berada di indonesia ?" tanya bima yang sangat khawatir dengan keadaan saat ini.
"Ceritanya panjang kak, tapi yang jelas kak jeff memang asli warga indo" jawab singkat ariana.
"Oke baiklah sayang, aku akan menghubungi mu kembali setelah meeting ku selesai. Miss you .." ucap bima mengakhiri panggilannya.
"Miss you kak" jawab ariana dan mematikan panggilannya.
Ariana pun masuk dan duduk kembali di sebelah jeff. Jeff menunjukkan wajah tak sukanya, saat melihat gadis kecilnya mendapat telepon dari bima.
Jeff juga mengingat bawa dia pernah mencari tahu tentang hubungan ariana, dan alasan ariana pindah ke negara itu. Yaa .. dia pernah menjalin hubungan dengan Sepupunya devan.
__ADS_1
Jeff pun tidak menyangka hal ini terjadi. Jika saja jeff tidak pindah dari kota bogor, maka dia tidak akan kehilangan gadis kecilnya. Dan tak akan ada yang pernah menyakiti hati ariana.
Ini semua salah jeff, dia pun membuang napas nya dengan kasar dan menatap langit-langit ruangan itu. Semua yang berada di dalam ruangan jeff berbincang-bincang riya. Tidak dengan jeff yang memikirnya sesuatu yg akan terjadi kedepannya jika ariana mengetahui laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengannya dan melukai hatinya, serta membawa trauma yang begitu dalam di kehidupannya adalah sepupu jeff sendiri.