Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 81


__ADS_3

Nyonya susan telah sampai ditempat parkir rumah sakit. Dia masuk ke dalam dan menanyakan kepada suster yg berjaga, dimana ruangan tuan wahyu.


Setelah mendapatkan jawaban, nyonya ayu menaiki lift untuk menuju ruangan itu. Tak lupa dia menenteng buah yg dibelinya saat dalam perjalanan tadi.


Tokk .. tokk .. tokkk ..


Ketuk nyonya susan dari luar. Jefri pun membukakan pintu. Dan tersenyum ketika nyonya susan yg datang.


"Hai nak ardan, sudah tiba lebih dulu ternyata ?" Sapa nyonya susan.


"Ya tante, mungkin 20 menit yang lalu. Silahkan masuk" Jawab jefri dan mempersilahkan nyonya susan masuk.


Nyonya susan masuk, dan di sambut baik oleh Mereka semua yg ada didalam sana.


"Hallo mom, kau sudah tiba. Kenapa tidak meminta ku menjemput saja ?" Sapa dimas dan bersalaman dengan nyonya susan setelah itu memeluknya bagaikan ibu dan anak.


"Jika aku meminta mu menjemput, lalu untuk apa aku membayar supir di rumah nak ?" Sarkas nyonya susan.


Dimas pun tertawa. Setelah melepaskan pelukan dari dimas, nyonya susan bersalaman dengan nyonya ayu dan cipika - cipiki.


"Maaf mbak, saya baru sempat menjenguk kesini" Ucap nyonya susan.


"Tidak masalah susan. Ayo silahkan duduk" Jawab nyonya ayu.


"Bagaimana keadaan mas wahyu saat ini ?" Tanya nyonya susan mengarah kepada papa jefri.


"Ya seperti inilah, aku tidak bisa bergerak susan. Kemana sean ?" Jawab tuan wahyu dan balik bertanya.


"Setelah menyelesaikan meeting nya dia akan kesini mas" Jawab nyonya susan.

__ADS_1


"Mom, apakah ariana sudah mengabarimu ?" Tanya dimas.


"Belum, ada apa nak ?" Tanya balik nyonya susan.


"Ah tidak ada. Mungkin pesawatnya belum transit" Jawab singkat dimas.


"Memangnya arin kemana dimas ?" Tanya nyonya ayu.


"Itu tante, dia pulang ke jepang ?" Jawab dimas.


"Hah, pulang ke jepang ? Maksudnya bagaimana, tante tidak mengerti ?" ucapan nyonya ayu dan bergantian memandang ke arah dimas juga nyonya susan.


"Ah itu, dia tinggal di apartemen nya zein mbak. Dan minggu depan kami akan menyusul kesana. Mungkin dalam waktu dekat ini arin dan zein akan melangsungkan pernikahan" Sahut nyonya susan.


"Oh, seperti itu rupanya. Aku merasa senang mendengarnya, bahwa arin akan menikah dengan zein" Jawab nyonya ayu.


Dimas yg duduk berada di samping jefri pun, hanya menepuk pundaknya dengan pelan. Jefri melihat ke arah samping dan pandangannya mengisyaratkan bahawa dia baik - baik saja.


Tuan wahyu yg melihat putra semata wayangnya di tepuk pundaknya oleh dimas, hanya mendesah pasrah. Dia sangat tahu saat ini jika putranya sangat tersayat - sayat hatinya.


"Semoga saja acaranya lancar ya susan" Ucap nyonya ayu dengan antusias nya.


"Ya mbak, amin" Jawab nyonya ayu dengan senyum khasnya.


Ketika mereka asyik mengobrol, jefri izin keluar sebentar. Dan di susul oleh dimas di belakangnya.


Saat berada di luar ruang perawatan tuan wahyu. Dimas memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Kamu baik - baik saja jeff ?" Tanya dimas.

__ADS_1


"Ikut aku, aku ingin melampiaskan kekesalan ku saat ini" Potong jefri tak ingin menjawab pertanyaan dimas.


Dimas hanya mengekor di belakangnya menuju ke lift. Sampai dilantai paling atas, dia keluar dari lift dan berjalan menuju taman yg tersedia di rooftop rumah sakit itu.


Jefri duduk di bangku yg tersedia. Lalu dimas mengikutinya. Jefri menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum dia menjawab pertanyaan dimas tadi.


"Jujur saja dim, hatiku tersayat-sayat rasanya saat ini" Ucap jefri.


"Kamu pria tangguh jeff, aku percaya padamu" Jawab dimas dengan menenangkan nya.


"Mulutku berkata tidak, tapi hatiku berkata iya. Saat aku mendengar lagi dan lagi ucapan dari semua orang tentangnya juga zein, aku merasa semakin tertekan dim.." Terang jefri.


"Bagaimana bisa aku kuat saat mendengarkan itu semua ?" Ucap jefri lagi.


"Relakan dan ikhlaskan dia. Aku yakin kamu pasti bisa jeff" Jawab dimas.


"Tidak semudah itu dim. Aku sudah terlanjur mencintai nya saat ini, bagaimana bisa aku merelakan nya begitu saja ?" Ucap jefri.


Runtuhlah sudah pertahanan air matanya saat ini. Dimas memeluk sahabatnya untuk menenangkan nya.


"Kau harus move on jeff. Setelah daddy mu boleh pulang, ikutlah denganku ke Korea. Aku sudah merintis usahaku disana. Mungkin dengan begitu kamu akan bisa merelakan nya" Saran dimas.


"Aku sudah membangun cafe dengan julian di singapura dim. Bagaimana jadinya jika aku meninggalkan nya sendiri ?" Jawab jefri.


"Biarkan dia yg mengelolanya jeff, aku rasa dia sangat pandai di bidang itu. Kamu juga bisa membuka cabang di korea nanti bersamaku" Ucap dimas.


"Akan aku pikirkan" Jawab jefri.


Jefri masih saja termenung dengan fikiran nya saat ini. Dimas hanya setia saja menunggu jefri untuk mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


__ADS_2