
Jakarta Indonesia
Pesawat yang di tumpangi oleh dimas baru saja mendarat. Saat ini dia sudah menuju terminal kedatangan dan akan segera pulang kerumahnya.
Saat akan memasuki mobil yg menjemputnya, teriakan orang yg cukup familiar di telinganya menggema dan dimas pun menghentikan aksinya. Lantas dimas pun menoleh ke arah sumber suara. Dia sangat kaget dengan kehadiran mama jefri yg berjalan mendekat ke arahnya.
"Dimasss ...!" Teriak mama jefri dan berjalan menuju ke mobil milik dimas.
"Hai tante ayu .." Sahut dimas kemudian.
"Ya nak, bagaimana kabarmu ?" Ucap mama jefri berbasa-basi.
"Alhamdulillah, baik tante. Tante sendiri bagaimana kabarnya ?" Tanya balik dimas.
"Tante juga baik, ngomong-ngomong apakah ardan pernah menghubungi mu nak ? Tante sangat rindu dengannya" Tutur mama jefri.
"Eum, begini tan. 8 hari ya lalu ardan pulang ke indonesia. Dan kemarin dia sudah kembali ke singapura lagi" Jelas dimas.
"Apa nak ? Bagaimana bisa dia tidak menemui tante saat ada di jakarta" Ucap mama jefri yang merasa sedih dengan sikap anaknya.
"Dimas sudah meminta ardan untuk menemui tante, tetapi dia tidak mau" Jawab dimas yg merasa tak enak hati dengan mama jefri.
"Tante minta tolong kepadamu nak, untuk membujuk ardan. Suruh dia tidak mengabaikan telepon atau pesan dari tante" Pinta mama jefri.
__ADS_1
"Baik tante, nanti saat dia mengabari. Akan aku sampaikan pesan tante kepadanya. Dimas pamit dulu, karena masih banyak pekerjaan dikantor" Jawab dimas menyalami mama jefri dan kemudian dia masuk kedalam mobilnya.
Mama jefri pun melepas kepergian dimas. Dan berlalu untuk menuju terminal kedatangan. Mama jefri sedang menjemput suaminya yg sudah dua minggu ini dinas ke luar negara.
Tokyo Jepang
Arata sudah membersihkan apartemen zein. Dia sedang menunggu beberapa jam lagi untuk menjemput bosnya di bandara.
Pesawat yang di tumpangi oleh zein dan ariana masih terbang dengan sempurna. Kisaran waktu 3 jam lagi di akan sampai di negara tujuan.
"Kau capek arin ?" Tanya zein menatap ke wajah pucat ariana.
"Sedikit kak. Penerbangan ini terlalu lama, aku mulai bosan" Jawab ariana memanyunkan bibirnya.
"Hem, kau bisa ke toilet kalau mau. Atau bisa tidur untuk mengurangi rasa bosanmu" Saran zein sedikit tersenyum saat melihat gadis yg di cintainya memanyunkan bibirnya.
Akhirnya ariana memejamkan matanya. Zein pun mengusap surai rambut milik ariana untuk memberikan ketenangan kepadanya.
Ariana pun mulai terlelap saat tangan besar zein mengusap kepalanya. Dia mulai masuk ke alam mimpi.
"Kau tetap cantik saat sedang tidur arin" Gumam hati zein.
Kepala ariana mulai bersandar di pundak zein. Zein pun terus saja mengusap kepala ariana. Dia juga merasa kasihan, karena tubuhnya masih belum benar-benar stabil. Wajah cantiknya terlihat pucat saat ini.
__ADS_1
"Mulai detik ini, takkan ku biarkan siapapun menyentuh atau menyakiti mu arin" Ucap zein di dalam hatinya.
Ditempat lain,
Jefri dan julian sedang menikmati makan siangnya. Mereka berdua mulai saling berbincang-bincang menceritakan tentang kehidupan nya.
"Kenapa kamu tinggal sendiri disini jeff ? Kemana kedua orang tuamu ?" Tanya julian penasaran.
"Mereka ada di indonesia. Aku lebih suka sendiri dari pada harus berdampingan dengan mereka" Jawab jeff sedikit kesal saat arah pembicaraan sudah tertuju ke orang tuanya.
Jeff tak ingin membahas mereka. Dia sudah terlanjur sakit hati dengan papanya.
"Owh .. Kalau begitu sama dengan diriku. Aku juga lebih suka sendiri. Daddy ku bercerai dan menikah lagi, mommy ku sampai saat ini masih sendiri dan tak ingin menikah kembali" Jelas julian dengan wajah sendunya.
"Jadi mereka broken home ?" Tanya jeff yg tak habis fikir.
"Yah, bisa di bilang seperti itu" Jawab julian mulai tak bersemangat.
"Ternyata kita sama. Astaga julio, kita sama-sama terlantarkan" Gelak jeff melihat ke arah julian.
"Kau juga seperti itu ? Ternyata dunia ini sempit sekali. Aku di pertemukan dengan mu yang sama-sama anak broken home" Jawab julian dan tergelak juga akhirnya.
"Huhh, tidak masalah soal itu. Bagaimana jika kita mendirikan usaha bersama. Cafe atau semacamnya ?" Saran jefri kemudian.
__ADS_1
"Bagus, oke kita rencanakan matang-matang untuk membuka cafe baru. Di sekitar kampus saja bagaimana ?" Jawab julian dan mengusulkan tempat kepada jefri.
"Yes, of course. Very good thought !" Ucap jefri dan mereka berdua menjabat tangan satu sama lain.