Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 68


__ADS_3

Pagi hari pun tiba,


Ariana, dimas, julian, dan zein masih bergelut dibalik selimutnya.Tidak ada tanda - tanda mereka ingin bangun.


Jefri yg saat itu bangun lebih dulu, dia sangat terkejut melihat para sahabatnya tidur berada di bawah. Dan yg mencuri perhatiannya kali ini adalah gadis yg sangat dia rindukan yaitu ariana.


Jeff tersenyum bahagia, pemandangan indah yg di suguhkan pagi ini membuat hatinya membaik.


"Akankah setelah ini aku benar - benar tidak bisa memiliki mu arin ? Rasanya saat ini aku tak ingin bangun dari mimpi indah ku. Aku tak ingin melihatmu hilang dari pandangan ku lagi. Rasanya benar - benar tidak sanggup" Gumam hati jeff.


Silau dari balik jendela ruang rawat jefri pun membuat ariana terusik dengan tidurnya. Jefri hanya tersenyum saja melihat gadis kecilnya yg akan terbangun jika sudah terkena matahari pagi.


Ariana mulai memincingkan mata karena silau. Dia sedikit menguap karena masih merasa mengantuk.


Gadis itu mulai duduk dari posisi tidurnya, Dia melihat ke bawah dan betapa terkejutnya melihat mereka semua tidur menggunakan alas tipis.


Ariana melihat ke arah ranjang jeff, dan tersenyum saat melihat kakaknya sudah bangun. Ariana menghampirinya dan duduk di sebelah jefri.


"Bagaimana keadaanmu kak ?" Tanya ariana dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Sudah membaik queen, maaf jika aku merepotkan mu. Kamu tidak seharusnya datang jauh - jauh kesini" Jawab jeff.


"Jika aku tidak kesini, akan bagaimana kakak nantinya ?" Sarkas ariana yg tidak terima dengan penuturan jefri.


"Oke, baiklah. Aku mengalah untukmu" Ucap jeff kembali.


"Sudah seharusnya" Senyum ariana merasa jeff kalah telak.


"Apakah senyum ini tidak akan aku lihat lagi setelah ini ? Candamu yg akan membuatku menjadi mood boster, apakah setelah ini tidak ada lagi. Oh god, jangan membuatku jadi seperti ini" Gumam hati jeff.

__ADS_1


"Kakak kenapa ?" Tanya ariana merasa sedikit heran.


"Ah tidak, pesanlah makanan untuk kita semua. Aku tak ingin makanan rumah sakit" Keluh jeff.


"Oh oke, boleh pinjam ponsel kak ardan kan ?" Tanya ariana.


"Silahkan, apapun akan ku berikan untukmu" Jawab jeff.


"Termasuk hatiku" Lanjut jeff didalam hatinya.


Ariana meraih ponsel jeff yg tergeletak di atas nakas. Dia memesan makanan lewat aplikasi shop dan mengembalikan lagi ponsel itu pada tempatnya setelah menyelesaikan tugasnya.


"Kamu tak ingin mandi queen ?" Tanya jeff setelah melihat ariana meletakkan ponselnya.


"Bajuku berada di mobil kak julian, kak" Tutur ariana.


Ariana melangkah menuju meja dan mengecek isi tas milik jefri. Ariana mengambil satu kaos over size berwarna putih dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Suara kucuran air yg terdengar di telinga mereka bertiga pun, membuat mereka terbangun dari tidurnya. Perlahan dari mereka bertiga terbangun dan memposisikan badannya untuk duduk.


Zein melihat ke arah sofa, gadisnya tidak ada. Dia berfikir mungkin ariana yg sedang membersihkan diri saat ini. Zein mencoba membangunkan dimas dan julian. Karena ada dokter dan perawat yg datang ingin mengecek keadaan jefri.


Mereka masih dengan muka temboknya, duduk diam di atas sofa. Selimut yg belum di rapikan, masih tergulung jadi satu di samping dimas. Dimas menyandarkan kepalanya dan ingin terlelap kembali di gulungan slimut itu.


Setelah dokter mengecek keadaan jefri, akhirnya dokter keluar setelahnya. Zein hanya menggelengkan kepalanya saat melihat dimas sudah terlelap kembali.


Zein menghampiri jefri di samping ranjangnya. Dan menanyakan kerjadian sebenarnya yg terjadi dengan saabatnya itu.


"Kenapa sampai terjadi seperti ini, hmm ?" Tanya zein menatap serius ke arah sahabatnya.

__ADS_1


"Saat itu aku terlalu lama mandi, dan badanku menggigil. Setelahnya aku tidak tahu" Jawab jeff tidak berbohong tetapi ada alasan lain yg di tutupinya.


"Tidak akan ada rahasia di antara kita jeff, katakan ?" Ucap zein yg bisa membaca tatapan jeff kepadanya.


"Hahh .." Keluh jefri yg tidak bisa menutupinya lagi.


"Oke, jika kamu tidak ingin menceritakan nya sekarang. Mungkin nanti setelah kamu pulang dari sini" Tekan zein.


Mereka berdua menatap pintu kamar mandi yg terbuka. Ariana keluar dari sana dan sudah dalam keadaan segar. Rambut yg di kuncir kuda membuat leher jenjangnya terlihat sempurna.


Ariana memegang blouse yg di bawanya dan mengambil paperbag yg kosong di samping sofa tempat dimas terlelap.


"Aku akan ke baseman untuk mengambil pakaian" Ucap zei kepada julian.


"Ayo aku temani" Jawab julian dan bangkit dari duduknya.


Zein meraih paperbag yg terisi baju ariana, untuk di bawa ke mobil julian.


"Akan aku letakkan disana" Ucap zein dan berlalu dari hadapan ariana.


Sekitar 5 menit dari kepergian zein dan julian. Kurir pengantar makanan pun datang. Ariana membayar tagihannya dan membawa masuk makanan yg dia bawa untuk di sajikan di atas meja.


"Kak ardan mau sarapan sekarang ?" Tanya ariana.


"Aku ingin ke kamar mandi sebentar" Jawab jeff dan ariana membantu mengambilkan cariana infus yg berada di tiang atas jeff.


Jeff berjalan sendiri ke kamar mandi. Ariana mencoba membangunkan dimas untuk sarapan dengannya juga dengan jefri.


"Kak bangunlah, kita sarapan dulu" Ucap ariana menepuk-nepuk lengan dimas dengan pelan.

__ADS_1


__ADS_2