Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 86


__ADS_3

Zein sudah tiba di perusahaan miliknya, kini dia akan melakukan meeting dewan direksi. Arata sudah mengikutinya kemanapun zein melangkah.


"Sebentar arata, aku akan mengirim pesan kepada ariana" Pinta zein menghentikan langkahnya.


"Baik tuan" Jawab singkat arata.


Zein merogoh kantung celananya, dan mengambil benda pipih miliknya. Setelah itu dia mulai mengetik.


"Kabari saja aku jika kelasmu sudah selesai. Aku akan meminta arata untuk menjemputmu" Isi pesan zein.


Setelah mengirim pesan, zein kembali melangkah menuju ruang meeting.


Ditempat lain, ariana sudah mengikuti mata kuliah pertamanya. Dia sedikit asing untuk hari pertamanya. Pasalnya arin adalah mahasiswi baru di kampus itu.


Sekitar 45 menit. Setelah mata kuliah pertamanya di lalui dengan sedikit kecanggungan, akhirnya ariana sedikit bernafas dengan lega.


Saat ini dia masuk duduk di kelasnya tanpa mau beranjak. Dia hanya mendesah saat tak ada yg diajaknya mengobrol. Berbeda saat dia berada di singapura dulu, dia selalu bersama julian atau teman-teman yang lainnya. Ariana merindukan saat-saat itu, rasanya dia ingin kembali saja kesana.


Saat dia sedang menulis di notes miliknya, ada seseorang yg memberi minum di depan mejanya. Ariana mendongakkan kepala untuk melihat siapa yg memberinya minuman dingin itu.


(Author pakai bahasa indonesia saja yess. Biar mempermudahkan kalian untuk membacanya)


"Hallo, namaku rafaela!" Sapa nya dengan menjulurkan tangan kepada ariana.


Ariana tersenyum ramah dan membalas juluran tangan kepada mahasiswi yg memberinya minum.


"Hai, aku ariana. Panggil saja arin" Jawab ariana.


"Oh oke. Kamu mahasiswi pindahan ya ?" Tanya rafaela basa-basi.


"Ya, ini hari pertamaku masuk" Jawab ariana.


Rafaela pun duduk di hadapan ariana. Di dalam kelas itu hanya ada beberapa mahasiswa yg juga sedang menunggu mata kuliah keduanya.


"Kamu sepertinya bukan penduduk sini arin?" Tanya rafaela melihat wajah ariana dengan seksama.


"Tapi kamu cantik" Lanjutnya dengan tersenyum.


"Ahh, kamu juga cantik rafaela. Aku orang indo" Terang ariana.


"Benar saja, wajahmu terlihat seperti indonesia style" Ucap rafaela dengan senyumnya.


"Memang terlihat jelas kah, kalau aku bukan penduduk jepang?" Jawab ariana.


"Ya, benar sekali. Aku sangat menyukai negaramu, itu sangat indah arin" Ucap rafaela memuji negara kelahiran ariana.

__ADS_1


"Kamu sendiri apakah asli penduduk sini?" Tanya ariana yg menatap juga wajah rafaela.


"Bukan, aku dari brazil. Dan kebetulan sekali aku mendapat pekerjaan di negara ini, akhirnya aku menetap disini" Jelas rafaela.


"Ahh, jauh sekali. Semoga kita bisa berteman baik yaa!" Ucap ariana.


"Ya, aku juga senang mendapat teman baru sepertimu. Kalau ada waktu luang, ayo kita nonton atau sekedar nongkrong" Pinta rafaela.


"Baiklah" Jawab singkat ariana dan tersenyum kepadanya.


Mereka bertukar nomor telepon. Dan setelah itu sedikit berbincang-bincang, untuk menunggu dosen memasuki kelas.


Changi bay, Singapura


"Kai, temani aku malam ini" Pinta bima dengan sedikit pening di kepalanya.


"Baik tuan, kita akan kemana nanti?" Tanya kai, asisten pribadi bima.


"Aku ingin menghabiskan malam di cafe, tempat dimana aku dan ariana dulu sering menghabiskan waktu bersama" Terang bima.


"Baik bos" Jawab singkat kai.


Fikiran bima sudah kembali di penuhi dengan sosok ariana. Setelah terakhir kejadian louise mencarinya ke perusahaan bima, dia terus saja mengingat momen-monennya bersama dengan mantan kekasihnya itu.


Hari ini dia sudah pergi ke kampus untuk mengajar dan setelah menyelesaikan dia menuju perusahaannya.


"Lihatlah, dia tampak gelisah saat mengajar kelasku. Sepertinya dia tak bersemangat, saat kamu tidak ada di jam mata kuliahnya" Isi pesan julian kepada ariana dan mengirimkan potret bima ketika wajahnya terlihat tidak bersemangat.


Ariana yg saat itu sedang berada dikantin kampus. Melihat pesan yg dikirim oleh julian. Dia pun sangat syok melihat foto yg dikirimkannya.


Ariana berfikir "Ini maksudnya apa kak julio mengirimkan pesan seperti ini?".


Lantas ariana mencoba menegurnya dan membalas pesan dari julian, yang menurutnya aneh saat membaca dan melihatnya.


"Kak apa kau melupakan sesuatu? Sudahlah, aku tak ingin membahas tentangnya lagi. Jadi aku mohon untuk saat ini dan seterusnya, jangan pernah mengirimkanku pesan seperti ini" Jawab ariana dan meletakkan ponselnya kembali.


Rafaela yg duduk di depan ariana pun melihat sikap ariana yg sedikit murung. Lalu dia mencoba untuk menegurnya.


"Ada apa arin?" Tanya rafaela.


"Ah, tidak ada apa-apa" Jawab singkat ariana dengan tersenyum kecut.


"Yasudah, mau aku antar pulang?" Tanyanya kembali.


"Oh tidak, terima kasih rafaela. Aku akan menghubungi saudara ku untuk menjemput" Tolak ariana halus.

__ADS_1


"It's oke, tidak masalah. Aku akan menunggumu di tempat parkir saja, sampai kamu sudah dijemput" Ucapnya


"Tidak perlu, aku akan merepotkan mu. pulanglah lebih dulu" Tolak ariana lagi.


"No arin, jangan menolak ku. Kamu sudah menolak ajakkan ku untuk pulang bersama, dan kini aku harus menunggumu" Jawab rafaela sedikit menekan di akhir kalimatnya.


Akhirnya ariana hanya mengiyakan saja. Mereka berdua menunggu di tempat parkir. Tak lupa rafaela membawa snack yg di belinya saat berada di kantin tadi.


Sekitar 25 menit menunggu akhirnya mobil arata sampai di tempat parkir kampus. Ariana yg tidak melihat kehadiran arata, hanya sibuk berbicara dengan teman yg baru dia kenal.


Arata mendekat kepada ariana. Lalu dia memanggil namanya ketika sampai di samping ariana.


"Nona arin, mari..!" Ucap arta dan membuyarkan obrolan dua gadis cantik itu.


"Ah iya, kak arata" Jawab ariana.


"Rafaela, aku pulang dulu yaa?" Pamit ariana sebelum beranjak dari tempatnya.


"Yes arin, kabari aku saat sampai nanti" Pinta rafaela.


"Hem.." Jawab singkat ariana dan melambaikan tangan kepada rafaela.


Rafaela membalas lambaian tangan ariana dan berlalu menuju mobil miliknya. Ariana dan arata sudah duduk di kursi masing-masing.


"Nona arin, apakah ingin pulang ke apartemen atau ke mansion tuan malik?" Tanya arata sebelum melajukan mobilnya.


"Ke apartemen saja kak. Nanti bilang saja kepada kak zein kalu aku pulang ke apartemen nya" Jawab ariana.


"Siap nona" Jawab singkat arata.


Mobil pun melaju keluar pelataran kampus. Ariana memasang hanset di telinganya untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaannya.


Sepanjang perjalanan mereka hanya fokus dengan pikirannya masing-masing tanpa ada yg berbicaa sepatah katapun.


Jakarta, Indonesia


"Dad, aku akan kembali ke singapura" Ucap jefri saat berada di kamar tuan wahyu.


"Kenapa secepat ini nak, kamu baru beberapa hari saja disini. Apakah tidak bisakah kamu tinggal beberapa hari lagi nak?" Pinta tuan wahyu.


"Aku inginnya begitu dad, tapi ada pekerjaan yang harus jefri urus disana" Terang jefri.


"Pekerjaan apa jeff? Apakah kamu masih bermain-main dengan dunia gelapmu itu?" Tanya tuan wahyu yg tau betul anaknya seperti apa.


"Ah tidak dad, aku sedang membangun cafe baru bersama teman kuliah ku" Jelas jefri.

__ADS_1


"Bicarakan dengan mommy mu nak, jika dia mengizinkanmu kembali maka deddy juga akan mengizinkanmu" Ucap tuan wahyu.


Jefri hanya mendesah pasrah. Pasti saja mommynya akan menolak tak mengizinkan putranya kembali secepat itu ke negara tempatnya menempuh pendidikan.


__ADS_2