
Kadang kalah seseorang memutuskan untuk menjauh bukan karena ia membencinya, Tetapi karena ia sedang melindungi dirinya dari luka.
Bima masih terus saja bimbang dengan pilihannya. Saat ini dia berusaha menjadi yg lebih baik lagi, tetapi nyatanya tidak bisa tanpa kehadiran sosok ariana di dalam hidupnya.
Bima mencoba meminta bantuan temannya seorang hacker profesional, untuk melacak keberadaan terakhir ariana.
Bima menyambungkan panggilannya dan tiga kali tidak di angkat oleh temannya itu. Dia pun mencoba memanggil kembali, berharap jika temannya mau membantunya.
Tuutt .. tuttt ...
Panggilan pun tersambung, lalu bima menyapanya lebih dulu.
"Hallo mario..?" Ucap bima.
"Hai bim, ada apa ?" Tanya mario to the point.
"Aku butuh bantuanmu" Jelas bima.
"Hem, katakan !" Pinta mario.
"Aku ingin kau melacak keberadaan seseorang lewat nomor telepon, apakah kau bisa membantu ku ?" Tanya bima.
"Kirimkan nomornya sekarang" Jawab mario dan mematikan panggilan nya sepihak.
Bima pun mengirimkan nomor lama ariana kepada mario lewat aplikasi pesan hijau miliknya. Setelah menunggu beberapa menit, mario pun menghubungi kembali.
"Terakhir nomor ini aktif berada di tokyo jepang. Dan setelah itu jaringannya hilang" Jelas mario di dalam sambungan teleponnya.
__ADS_1
"Oke baiklah, terima kasih mario sudah membantu ku" Ucap bima sebelum mengakhiri panggilannya.
"You are welcome, jangan segan untuk menghubungi ku jika kau butuh bantuan !" Terang mario.
"Hem, sekali lagi terima kasih" Ucap bima lagi dan mematikan panggilan nya.
Bima pun terus berfikir tentang keberadaan ariana saat ini. Untuk apa dia berada di negara itu, gumam bima di dalam hatinya.
Jakarta indonesia
"Kak devan, hai .. lama kita tidak berjumpa ?" Sapa seseorang yg mengenal devan saat berpapasan dengannya di dalam mall.
"Maaf, anda siapa yaa ?" Tanya devan yg merasa lupa dengan gadis yg menyapanya itu.
"Aku siska kak, karyawan di perusahaan papa mbk arin" Jelas siska.
"Oh, ya .. ya .. aku ingat denganmu. Kamu yg selalu membantu ariana saat berada di perusahaan papa nya kan ?" Tanya devan.
"Apakah ariana tidak pernah berkunjung lagi ke perusahaan papanya ?" Tanya devan memulai kepo dengan hal yg menyangkut ariana.
"Mungkin 10 hari yg lalu kalau tidak salah kak, mbak arin berkunjung kesana" Jawab siska mengingat-ingat lagi.
"Apa ? kamu tidak bercanda ?" Tanya devan dengan syok nya.
"Berarti saat aku pulang dari singapura ariana sudah berada di indonesia lebih dulu" Gumam devan dalam hatinya.
"Kenapa saya harus berbohong kepada kak devan, jika kak devan tidak percaya bisa tanyakan kepada karyawan yg lain" Jawab siska.
__ADS_1
"Oke baiklah, aku harus pergi sekarang" Ucap devan dan berlalu dari hadapan siska.
Siska pun sedikit bahagia karena bertemu dengan devan. Dia pernah bersembunyi - sembunyi menganggumi sosoknya.
Saat devan sudah sampai di dalam mobilnya, dia mencoba menghubungi jefri. Panggilan sudah berdering, devan dengan sabarnya menunggu panggilan nya di angkat oleh jefri. Saat panggilan nya sudah terhubung, devan langsung saja menanyakan tujuannya menghubungi jefri karena apa.
"Hallo jeff ..?" Sapa devan.
"Hem, ada apa ?" Sahut jefri yg sudah malas mendengarkan suara devan.
"Kenapa kamu tidak bilang jika 10 hari yg lalu ariana terbang ke jakarta ?" Ucap devan to the point.
Jefri pun sedikit berfikir, bagaimana dia mengetahui jika ariana terbang ke jakarta.
"Aku tidak mengetahui nya kalau ariana terbang kesana" Pura-pura jefri.
"Apakah kau menyembunyikan sesuatu dariku jeff, katakan ?" Tanya devan yg sedikit penasaran.
"Tidak, untuk apa aku melakukan hal yg tidak penting itu. Aku lebih suka menyibukkan diri dari pada harus mengurusi hidup orang lain" Tekan jefri di akhir kalimatnya.
"Kau sangat menyebalkan sekali. Tidak bisa memberi saran yg terbaik untuk sepupumu" Gumam devan.
"Sudahlah untuk apa kau mencarinya lagi, kau sudah memiliki tasya saat ini. Dia yg lebih membutuhkan perhatianmu dev, sadarlah" Jawab Jefri yg sudah mulai menunjukkan tidak sukanya jika devan terus saja mencari keberadaan ariana.
"Aku masih merasa terbebani dengan itu semua jef" Terang devan dengan suara lirihnya.
"Terbebani menurut mu, bagaimana bisa kau berbicara itu saat ini. Hah .. astaga, ku harap kamu bisa bijak dalam mengambil keputusan. Jangan sampai untuk kedua kalinya kamu melukai seseorang yg sama" Jelas jefri dan mematikan sepihak panggilan telepon nya.
__ADS_1
"Jeff .. jeff .. Shiittt ..!" Umpat kesal devan saat jefri mengakhiri panggilannya.
Devan mulai merenungi apa yg di ucapkan oleh sepupunya itu, benar memang untuk saat ini dia tidak boleh egois. Nafas berat keluar dari mulut devan setelah meresapi kata-kata yg di ucapkan oleh jefri di sambungan teleponnya.