Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 8


__ADS_3

Jakarta Indonesia ..


"Hai mom, tak inginkah kau memberi hadiah untuk ku ..?" devan bergelanyut di samping mommy nya yg sedang memasak di dapur membantu para asisten rumah tangganya.


"Hadiah untuk apa ? ulang tahun mu saja masih lama, dan hari ini juga tak ada hari sepesial menurut mommy" jawab bu sella dengan meneruskan mengaduk makanan yg ia masak.


"Yaa mungkin hadiah karena aku sudah menuruti keinginan mommy dan daddy untuk menerima perjodohan" sarkas devan.


"Ohh oke, mungkin mommy akan pesankan tiket untuk kamu berlibur" jawab bu sella dengan santai nya.


dalam hati kecil devan, ia ingin sekali berlibur ke Singapura. Karena sosok bayang-bayang ariana terus dan menerus kenghantui nya. Entahlah, devan beberapa hari ini ingin menemui mantan Pacarnya itu.


Mungkin ada rasa yg pernah ada, yg selama ini hilang. Dan devan juga merasa bersalah atas keputusan nya untuk menerima perjodohan orang tuanya.


"Arinn aku merindukanmu...." gumam hati devan.


.


.


Singapura


Hari ini ariana beraktivitas seperti biasa, mengikuti mata kuliah bima dan setelah itu mengikuti mata kuliah keduanya.


Pada saat mata kuliah kedua tak sengaja julian, jefri dan ariana satu kelas. Itu pun yang menyadari hanya ariana saja yg duduk di barisan pojok belakang.


Saat mulai absensi nama Mahasiswa yg hadir, itu lah baru mereka menyadari jika ariana ada di kelas itu.


Lantas julian pun menoleh dan mencari sosok ariana, dan dia pun menemukan sosok pujaan hatinya.


Julian pun melambaikan tangannya untuk menyapa ariana, ariana pun hanya membalas dengan anggukkan kepala dan tersenyum.

__ADS_1


"Ahhh senyummu begitu mempesona arin, aku pastikan tak ada yg bisa mendapatkanmu selain aku" gumam hati julian.


Pelajaran pun di mulai, soal demi soal mereka kerjakan dan saatnya kuis di mulai. Setelah menjawab mahasiswa boleh meninggalkan ruang kelas tersebut.


Jefri sudah menunggu ariana di depan kelas tersebut, ingin hanya sekedar basa-basi dan setelah itu ingin mengorek masa lalu ariana saat bersama devan sepupunya dulu.


Julian pun sudah menunggu ariana, dan menuju ke meja tempat ariana duduk.


"Hai rin, ayo kita ke kantin bareng ?" ajak julian dengan tersenyum manis.


"Emm, maa .." belum sempat ariana menjawab, julian sudah menarik tangan nya untuk membawanya ke kantin kampus bersama.


Apalah daya, ariana pun akhirnya mengikuti julian keluar menuju kantin. Saat didepan kelas lantas jefri memanggil ariana.


"Arin, bisa bicara sebentar ?" tanya jefri.


"Maaf ariana mau ke kantin sama gue, jadi jangan halangi jalan kami" sarkas julian.


Ariana pun menatap mata julian, untuk menanti sebuah jawaban dan julian pun mengangguk. Hati julian tak ingin wanitanya berbicara dengan laki-laki lain. Tapi apalah daya julian harus mengizinkannya untuk ariana berbicara dengan jefri.


"Oke hanya sebentar, gue izinin lo buat bicara dengan ariana" ucap julian dan jefri pun mengajak ariana menjauh dari julian.


Setelah agak jauh dari julian, jefri pun menanyakan apa yg selama ini ingin ia tanyakan kepada ariana.


"Arin, mungkin ini sangat mengganggu waktu mu. Tapi maaf, aku hanya ingin tau hubungan kamu dan devan sudah sejauh mana ?" ucap julian.


Deggg ...


Jantung ariana seketika ingin melompat dari tempatnya.


Dalam hati ariana berkata .."Kenapa kak jefri tau tentang aku dan devan, apakah mungkin kak jefri sepupu devan yang pernah dia ceritakan dulu"

__ADS_1


"Maaf kak jef, dari mana kakak tau soal hubungan saya dengan devan ?" tanya ariana kembali.


"Huuhh, mungkin ini sedikit aneh. Tapi jujur saja aku hanya khawatir tentang kamu. Devan adalah sepupu ku" jawab julian.


"Mungkin untuk masalah ini tak usah di ungkit kembali kak. Jalan kehidupan kita sudah berbeda. Anggap saja seperti itu" ucap ariana.


"Tapi kenapa rin ? setau ku devan sangat mencintaimu dan dia setia kepadamu" jawab jefri kembali.


"Cukup kak, aku sudah tak ingin membahas masa lalu tentang aku dan devan. Jika kak jefri masih ingin tau tetang aku dan dia, lebih baik kak jef tanyakan saja kepada devan" ariana pun meninggalkan jefri dan menghampiri julian.


Julian pun kebingungan, saat ariana berlari dan langsung menarik tangan julian.


Di dalam hati julian berkata "Kenapa dengan ariana, sebenarnya apa yang di bicarakan jefri kepadanya. Kelihatannya sangat serius"


Sampai di kantin ariana duduk melamun, julian pun mengambil alih pesanan untuk mereka berdua makan.


Setelah memesan, julian pun menanyakan kepada ariana apa yang dia bahas dengan jefri tadi.


"Arin, kenapa .. ada masalah apa ? tolong kamu cerita kepadaku. Mungkin aku bisa bantu ?"


"hufftt ..." hanya helaan nafas panjang yang mewakili jawaban julian.


Ariana pun menutup wajah nya dan menangis disana. Julian pun bingung kenapa dia menangis.


"Jika kamu tidak mau membagi cerita denganku tidak masalah. Mungkin lain waktu bisa dibahas kembali. Jadi kamu tenang tak usah menangis lagi" Julian pun memeluk ariana dan menyandarkan kepala ariana kedadanya.


Setelah ariana tenang julian menghapus air mata ariana dan menyuruh ariana untuk makan makanan yang sudah di pesannya.


"Sudah, kita makan dulu setelah itu aku antar kamu pulang" ucap julian.


"Tapi aku masih ada kelas lagi kak hari ini" jawab ariana.

__ADS_1


"Oh oke, aku tunggu sampai kamu selesai kelas. Setelah itu aku antar pulang" ucap julian dan ariana pun menganggukkan kepalanya.


__ADS_2