
Jefri pun masuk ke dalam ruang UGD bersama dengan tim medis yang menolongnya. Ariana, zein dan dimas pun menunggu di kursi yang di sediakan.
Dimas hanya melirik kepada sahabatnya yg terus memperhatikan wanita di samping nya. Dimas menujukkan sikap acuh tak acuhnya dan masih fokus dengan pikirannya sendiri.
Setelah beberapa menit menunggu dokter pun keluar dari dalam UGD tersebut.
"Bagaimana keadaan teman saya dokter ?" tanya dimas yang tidak sabaran.
"Dia baik-baik saja, hanya saja kakinya terluka akibat bergeser ke aspal jalan jadi membuat luka yang begitu lebar" jawab dokter tersebut menjelaskan.
"Syukurlah, apa boleh kita bawa pulang dokter ?" tanya zein lagi.
"Untuk saat ini dia memerlukan istirahat yang cukup dan harus rawat inap untuk mendapat pengobatan di kakinya tersebut. Lukanya akan lama mengering jika tidak mendapat obat khusus dari sini" jawab dokter dan meninggalkan mereka semua setelah ucapan terima kasih yg di wakilkan oleh dimas.
Jefri pun di pindahkan ke ruang rawat dan ariana beserta dua sahabat jeff pun mengikutinya. Setelah sampai di ruang rawat inap nya, ariana duduk di sebelah jefri. Dan menanyakan kejadian yang di alaminya.
"Masih ada yang sakit kak ? Bagaimana bisa kakak sampai menabrak tiang listrik itu ?" tanya ariana dengan memandang wajah jeff.
"Aku tidak tau, tiba-tiba saja gas motor ku begitu kencang dan tak terkendali" jawab jeff sekenanya.
"Astaga, lain kali kakak harus hati-hati saat berkendara" perhatian yang di tunjukkan oleh ariana membuat hati jeff sangat senang.
"Oh iya arin, apa yang kamu lakukan di pelataran perusahaan itu?" tanya jeff penasaran. Pasalnya dia bertemu ariana saat itu tidak ada unsur kesengajaan yg di rencanakan olehnya. Dan dia sudah bertemu dengan wanita yang di rindukannya.
"Itu adalah perusahaan papa kak, aku hanya mengunjungi para rekan-rekan karyawan yg membantuku dulu" jawab ariana menjelaskan.
"Owh, begitu rupanya" ucap jefri dengan senyumnya.
Dimas memutar bola matanya jengah, ketika melihat sahabatnya berbasa-basi dengan wanita yg tak ia kenal sama sekali.
Zein hanya diam melihat interaksi keduanya tanpa ingin menggangu apa yg mereka bicarakan.
"Kak jeff cepat sembuh yaa, aku akan pulang sekarang" ucap ariana.
"Kau ingin pulang arin ?" tanya jeff dengan wajah masamnya.
__ADS_1
"Yah kak, banyak sekali yg ingin aku urus di kantor papa. Jika ada waktu aku akan mengunjungimu kembali" jawab ariana dan akan beranjak.
"Oke baiklah, terima kasih sudah menolong ku" ucap jeff dengan wajah sendunya.
Ariana pun menganggukkan kepalanya. Dan menerima kunci dari tangan dimas.
"Biar saya antar nona ? Saya juga harus mengambil motor dan mengurus yang lainnya" ucap zein.
"Baiklah kak" jawab ariana memberikan kunci mobil miliknya kepada zein.
Jeff pun merasa sedih saat salah satu sahabat nya, mengantarkan ariana untuk kembali ke kantornya. Ada rasa iri dan cemburu yang di rasakan jeff saat ini.
Dimas yang melihat raut muka jeff pun tertawa terpingkal-pingkal. Jeff yang melihat sahabatnya menertawakannya langsung menanyakan.
"Kenapa kau tertawa seperti itu ? kau mengejek ku ?" ucap jeff yang tak terima.
"Tidak, hanya saja lucu sekali melihat ekspresi wajahmu seperti itu" jawab dimas masih dengan tawanya.
"Apa dia wanita yg bisa menaklukkan hati jefri wahyu ardana saat ini..?" tanya dimas mengejeknya.
"Oke fix, dia wanita mu. Wanita yang kau cari tapi tak bisa kau gapai. Sudahlah jeff kau tak usah membuang-buang waktumu dengan wanita yg sudah memiliki kekasih" dimas selalu saja malas saat mendengar sahabatnya cinta bertepuk sebelah tangan.
"Sudahlah , kau membuatku pusing saja. Aku ingin tidur dan keluarlah untuk mencari makan" usir jeff dengan memejamkan matanya seakan ingin menghilangkan pikirannya saat ini.
Ditempat lain, Ariana hanya diam membisu dan begitu juga dengan zein. Ada banyak pertanyaan yang ingin di lontarkan oleh zein, tapi ia merasa sangat tidak pantas menanyakan.
"Apa anda sudah kenal begitu lama nona dengan jeff ?" tanya zein berbasa-basi.
"Tidak kak, mungkin baru tiga bulan. Tidak usah memanggil dengan sebutan nona kak. Namaku ariana kak, kau bisa memanggilku arin" jawab ariana dengan senyumnya.
"Ohh, oke. Aku zein" ucap bima membalas senyum ariana.
"Kak zein sudah lama kah berteman dengan kak jeff ?" tanya ariana berbasa basi.
"Sangat lama, dari kecil kita bersama. Dan dia pindah ketika ada masalah keluarga" jawab zein masih terus fokus dengan mengemudi nya.
__ADS_1
"Ohh, jadi dia asli warga pribumi yaaa kak. Aku kira kak jeff warga Singapura, karena dia terlihat seperti warga sana dan sangat tampan ?" tanya ariana lagi.
"Ia, dia warga asli indo. Memang dia sangat tampan, wajah blasteran indo dan singapore" jawab zein santai.
Tak terasa mobil yang di tumpangi keduanya sudah sampai di pelataran kantor papa ariana. Ariana dan zein pun turun bersama. zein pun memberikan kunci mobil kepada ariana.
"Kakak tak ingin masuk dulu ?" tawar ariana saat zein akan beranjak pergi.
"Tidak arin, kurasa aku harus segera kembali ke rumah sakit setelah mengurus semuanya" jawab zein dan akan berlalu.
"Terima kasih kak zein sudah mengantar ku" ucap ariana.
Saat itu papa ariana keluar dari dalam kantor utama akan menuju parkiran di depannya. dan melihat zein dan ariana di sana. Lantas papa ariana pun menyapa zein.
"Hai zein, lama tidak bertemu" Sapa papa ariana. Lantas ariana dan zein pun melihat ke arah orang yang memanggil nama zein tersebut.
"Hallo om, apa kabar ?" zein pun mendekat dan menjabat tangan papa ariana.
Ariana pun ikut mendekat dan menatap kepada dua orang di hadapannya. Papa ariana pun menerima jabatan tangan zein dan melihat kepada putri semata wayang nya.
"Hai sayang sini, kenalkan ini zein anak om malik tetangga kita saat di bogor dulu" ucap papa ariana seketika ariana membelalak kan matanya.
"Jadi kak zein teman masa kecilku dulu" jawab ariana antusias.
"Ahh, jadi dia arin bocah chubby yg selalu menangis saat di tinggalkan bersembunyi dengan teman-teman" kata zein dengan penjelasannya.
Papa ariana pun tertawa melihat keduanya.
"Astaga kak, pertemuan yang tidak tersangka. Kau begitu tinggi sekarang" ucap ariana tertawa geli melihat nya.
"Yaahh kau juga semakin cantik dan tidak chubby lagi" jawab zein memuji nya.
"Ayoo .. ayo kita bicara di dalam saja" ucap papa ariana mengajak keduanya untuk masuk kedalam kantor papanya.
Tadinya ingin pergi, saat melihat zein dan ariana berada di depan, papa ariana pun mengurungkan niat nya dan memilih mengajak keduanya untuk berbincang lagi.
__ADS_1