
Singapura
"Julio ..?" Panggil jefri yg melihat julian baru keluar dari kelas paginya.
"Hai brother, ayo kita ke kantin. Konsep yg aku rancang sudah jadi, aku akan menunjukkan nya kepadamu" Jawab julian dan berjalan ke arah kantin bersama dengan jefri.
Saat akan memasuki area kantin, mereka berdua berpapasan dengan bima. Jefri diam bergeming tak ingin menyapanya, dia hanya melewatinya saja. Sedangkan julian hanya menunjukkan senyum mengejeknya.
Bima yg melihat perilaku keduanya, hanya mengumpat di dalam hatinya. Oh god, apakah aku harus selalu bertemu dengan pria-pria penghalang di kehidupan ku dan ariana, gumam bima di dalam hatinya.
Jefri dan julian sudah duduk di kursi yg kosong. Mereka memesan makanan dan minuman sesuai selera masing-masing.
Julian mengeluarkan laptopnya dari dalam tas, dan membuka diatas meja. Dia menyalakan, setelah itu menunjukkan animasi 3D yg di buatnya.
Jefri pun mengamati rancangan yg di buat oleh julian dengan seksama.
"Bagaimana menurut mu ?" Tanya julian kemudian saat jefri sudah melihat animasi itu.
"Good, aku suka ini semua. Untuk pembangunan nya kita mulai minggu depan saja, bagaimana ?" Usul Jefri.
"Oke, kita lihat apa saja yg kurang dari interiornya. Setelah itu kita beli jika masih ada yg dibutuhkan" Jawab julian.
__ADS_1
Tokyo Jepang
Zein sudah berangkat ke kantor setelah membantu ariana membersihkan luka dan mengganti perbannya. Saat ini dia fokus dengan pekerjaannya.
Arata juga sudah sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dia mendapat email dari perusahaan megatama company untuk menanyakan kelanjutan kerjasama kedua perusahaan tersebut.
Arata pun mengetuk pintu ruangan bima dari luar. Setelah mendapat jawaban, arata pun masuk menuju di hadapan zein yg sedang memeriksa berkas-berkas.
"Maaf tuan, megatama company mengemail saya untuk menanyakan bagaimana kelanjutan kerjasamanya ?" Ucap arata menjelaskan.
"Kita atur saja jadwal untuk meeting lagi, setelah itu kamu atur pertemuan dengan pemilik perusahaan itu" Jelas zein.
"Baik tuan" Ucap arata dan kembali keluar menuju ruangannya.
Zein sudah memilihkan universitas terbaik di kota itu. Akses keberadaan ariana di kota itu di rahasia kan, zein takut jika nanti mantan kekasih ariana akan mencarinya.
Dering ponsel ariana pun berbunyi, lalu diapun meraih dan mengangkatnya.
"Assalamualaikum ma ..!" Ucap ariana lebih dulu.
"Waalaikumsalam sayang, bagaimana kabarmu ?" Jawab nyonya susan.
__ADS_1
"Kabar arin baik ma, mama sendiri bagaimana ?" Tanya balik ariana.
"Sama, mama juga baik. Emm ... ada yg ingin mama tanyakan sayang, apakah boleh ?" Tanya kembali nyonya susan.
"Boleh, silahkan ma" Jawab ariana.
"Bagaimana perasaan mu kepada ardan saat ini nak ?" Tanya nyonya susan.
"Maksud mama bagaimana ?" Jawab ariana mengerutkan dahinya.
"Mama tau saat kamu masih kecil dulu, sangat mencintai ardan. Untuk saat ini bagaimana perasaanmu sayang ?" Tanya nyonya susan lagi.
"Huft ... entahlah ma, arin juga bingung. Semuanya terasa kembali saat arin masih kecil. Pria yg arin suka, Pria yg mencintai arin juga kembali hadir. Jujur arin sangat bingung saat ini" Jelas ariana.
"Coba kamu pilih jalan terbaik nya nak, mama harap kamu tidak salah melangkah lagi. Dan jatuh di lubang yg sama. Ardan juga sangat baik, begitu juga dengan zein" Ucap nyonya susan menasihati.
"Hem, baik ma. Semoga saja sholat istikharah ariana mendapat jawaban malam ini. Ariana juga tidak ingin menyakiti keduanya" Jawab ariana.
"Amin, kalau begitu mama matikan dulu panggilan nya. Jika nanti kamu sudah mendapatkan jawaban untuk semuanya, kabari saja mama atau papa" Ucap nyonya susan sebelum mematikan panggilan nya.
"Ya ma, assalamualaikum" Jawab arin dan mengucap salam sebelum mamanya mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam sayang" Jawab nyonya susan setelah itu mematikan panggilan teleponnya.
Ariana menghentikan aktivitas nya dan memikirkan ucapan mamanya. Rasanya terlalu cepat untuk dia harus membuka hati yg terluka. Saat ini, ariana masih ingin fokus dengan kuliahnya. Tetapi perjodohan yg sudah di rencanakan oleh papanya dan papa zein tidak dapat di hindari oleh ariana.