
Flashback On
Ariana sedang menikmati suasana mansion milik tuan malik. Saat ini dia menuju taman belakang mansion itu. Begitu banyak macam-macam bunga di sana. Dan salah satunya adalah bunga sakura.
Tuan malik menemani ariana berkeliling mansionnya. Sesekali dia tertawa saat melihat tingkah kekanak-kanakan gadis yg sudah di anggap anak olehnya.
"Kamu suka nak berada di mansion ini ?" Tanya tuan malik duduk di ayunan bersama dengan ariana.
"Ya om, ariana sangat menyukainya. Ini sangat indah sekali" Puji ariana dengan antusias memandang lagi ke arah sekitar.
Sampai pandangannya tertuju kepada bunga mawar yg sangat aneh menurut nya. Ariana pun bergegas menghampiri dan melihat bunga tersebut.
"Om, apakah memang bunga mawar ini berwarna hitam ?" Tanya ariana dan membalikkan pandangan nya menatap tuan malik.
"Ya nak, kamu benar sekali. Zein membawanya dari halfeti turki. Saat itu dia berlibur kesana dan pulang membawa tanaman ini. Ini salah satu tanaman kesayangan zein" Jelas tuan malik mendekat ke arah ariana.
"Arin baru mengetahui saat ini, jika bunga mawar ada yg berwarna hitam. Dan dari sekian banyaknya mawar yg pernah arin temui hanya satu ini yg unik. Wanginya juga berbeda dari mawar biasanya" Ariana pun mendekatkan hidung mancung nya ke arah bunga itu. Dia pun memegang bunganya dan tak sengaja tangan arin menyenggol tangkainya yg penuh dengan duri itu.
"Aahh .." Ringis ariana dan melihat tangannya berdarah, luka nya sedikit panjang menggores tangan putihnya.
"Kamu kenapa nak ? Ini tangan mu berdarah" Panik tuan malik dan memegang tangan ariana yg berdara.
"Tidak apa-apa om, hanya terluka sedikit saja" Ucap ariana menenangkan dan tak ingin membuat tuan malik khawatir.
"Mari kita obati di dalam. Takut jika nanti infeksi" Saran tuan malik dan mereka berdua berjalan masuk ke dalam mansion.
Saat sampai di ruang tengah, tuan malik meminta pelayan untuk mengambilkan kotak P3K di ruangan yg tersedia.
Bibi noni pun membantu membersihkan darah yg mengalir di sekitar lukanya. Dan sesekali meniup-niup untuk menghilangkan rasa perih yg di alami oleh ariana.
"Terima kasih bi, sudah membantu ku" Ucap ariana saat bibi noni menyelesaikan tugasnya.
"Sama-sama non arin, Besok perbannya harus diganti. Supaya lukanya tidak semakin basah" Jawab bibi noni dan menyarankan kepada ariana.
__ADS_1
"Baik bi, sekali lagi terima kasih" ucap ariana lagi.
Bibi noni pun kembali ke dapur setelah membereskan kotak P3K yg berserakan isinya.
Tuan malik yg berada di samping ariana pun memastikan kembali keadaannya. Dia tidak ingin mendapat amukan dari putranya, saat nanti dia pulang.
"Kamu yakin nak tidak di antar ke rumah sakit saja, takut jika itu akan infeksi nantinya ?" Ucap tuan malik.
"Tidak perlu om, ini saja sudah cukup" Jawab ariana dengan meyakinkan.
"Oke baiklah, sekarang kamu istirahat dan menginaplah disini. Nanti biar bibi noni yg akan menyiapkan pakaian gantimu" Ucap tuan malik dan meminta bibi noni mengantarkan ariana ke kamar tamu yg sudah di bersihkan.
Ariana sudah di antar oleh bibi noni dan di tinggalkan setelah ariana sudah masuk ke dalamnya.
Tuan malik pun menghubungi zein untuk memberi tahukan apa yg terjadi dengan ariana saat ini. Tuan malik tidak ingin di salahkan nantinya, jika dia tidak menginformasikan apapun tentang gadis kesayangan.
"Hallo zein .." Ucap tuan malik saat panggilan nya tersambung.
"Ya pa, ada apa ?" Tanya zein yg masih mengecek berkas-berkas yg ada di hadapannya.
"Apa pa ? Bagaimana bisa ?" Syok zein langsung menutup berkas yg sedang dia baca.
"Tadi tidak sengaja dia ingin memegang kelopaknya dan tangannya menyenggol tangkai yg penuh duri itu. Tangannya tergores sangat panjang zein, papa khawatir jika itu akan infeksi ke depannya" Ucap tuan malik bingung.
"Papa kenapa tidak membawa nya ke dokter ?" Tanya zein yg tidak habis fikir dengan papanya.
"Arin tidak mau di bawah ke dokter, tapi tadi bibi noni sudah mengobati lukanya. Dan saat ini arin sedang istirahat" Jelas tuan malik.
"Oke baiklah, zein akan pulang setengah jam lagi. Papa hubungi saja dokter keluarga untuk datang memeriksa luka di tangan ariana" Pinta zein sebelum dia menutup panggilan nya.
"Ya, papa akan hubungi setelah ini" Jawab tuan malik dan menutup teleponnya.
Tuan malik segera menghubungi dokter keluarga dan memintanya untuk datang ke rumah saat ini juga.
__ADS_1
Hari sudah mulai sore, rintik hujan pun mulai turun dan membuat suhu ruangan di kamar tamu yg ariana tempati menjadi sangat dingin.
Suhu tubuh ariana sedikit meningkat. Dan dia menarik selimut sampai ke lehernya. Wajahnya menjadi pucat dan tangannya terasa nyeri akibat terkena duri mawar itu.
Saat dokter telah tiba di mansion, tuan malik segera mengajak dokter tersebut ke dalam kamar tamu yg di tempati ariana.
Bibi noni di perintahkan untuk membawa minuman ke dalam kamar itu. Setelah dokter dan tuan malik masuk, dokter mulai mengecek ariana.
Tuan malik sedikit syok saat melihat ariana menutupi tubuhnya sampai ke leher. Dia melihat wajah gadis itu terlihat pucat.
Bibi noni di perintahkan untuk membantu dokter membuka selimut setengah badan. Ariana tidak mengetahui jika dia sedang di periksa. Dia sudah masuk ke alam mimpinya dan sedikit menggigil saat selimutnya di turunkan setengah badan.
Dokter mulai mengecek luka yg di balut oleh perban itu dan memberinya salep untuk meredahkan pembengkakan disana, lalu menutupnya kembali. Dokter juga mengecek suhu tubuh gadis itu dan memberikan resep obat kepada bibi noni.
"Suhu tubuhnya naik, mungkin ini karena lukanya tuan. Saya sarankan untuk selalu meminum obat yg sudah saya berikan resepnya, untuk menghindari pembengkakan disana" Jelas dokter.
"Apakah lukanya tidak akan infeksi dok ?" Tanya tuan malik.
"Tidak tuan, hanya saja jika lukanya tidak di berikan salep dan meminum obat penghilang nyeri. Maka akan bengkak di sana dan akan membuat nona arin merasa tidak nyaman" Jawab dokter.
"Baik terima kasih dokter" Ucap tuan malik kemudian.
"Sama - sama tuan" Jawab dokter itu.
Tuan malik mengantar dokter kedepan mansion dan bibi noni meminta pelayan lain untuk menebus obat yg di tuliskan oleh dokter tadi ke apotik terdekat.
Bibi noni membuat bubur untuk ariana dan juga membuatkan minuman hangat. Bibi noni sedikit kasihan saat melihat ariana sakit seperti itu. Dia jadi mengingat putri nya sendiri.
15 menit kemudian zein sudah sampai di depan mansion. Dan dia buru-buru turun dari mobilnya. Zein sedikit berlari saat masuk ke dalam, tuan malik yg berada di ruang tengah pun menghampiri nya.
"Dimana ariana pa ?" Tanya zein to the point.
"Dia di kamar tamu zein, jangan kamu ganggu. Dia sedang istirahat" Jawab tuan malik menjelaskan.
__ADS_1
"Hem, aku ingin melihatnya saja" Ucap zein dan berlalu menuju kamar tamu.