
"Maaf nona, anda tidak boleh masuk kedalam" Ucap kai menahan louise untuk tidak masuk ke ruangan bima.
"Apa alasanmu mencegahku, jika bima tau kau akan di pecat" Sarkas louise tidak terima dengan perlakuan sekertaris bima.
"Ini perintah dari tuan bima nona. Jadi mohon anda pergi saja" Jelas kai lagi.
"Apa katamu ? Bima yg menyuruhmu untuk menghalangi ku. Hah ..." Tanya louise dengan wajah mengejeknya.
"Ya nona, silahkan anda pergi dari sini" Usir kai dengan halus.
"Bimmmmaaa ... keluarlah. Jangan jadi pengecut, kau sendiri yg datang kepadaku saat itu" Teriak louise tidak tahu malu.
"Nona mohon, silahkan anda pergi dari sini sebelum satpam menyeret anda keluar" Ucap kai kembali.
"Damn, berengsek kau bimmmaa" Ucap louise dan berlalu menuju lift untuk turun.
Kai hanya tidak habis fikir dengan wanita barbar yg membuat kerusuhan didalam kantor itu. Kai hanya mengutuk dirinya supaya tidak bertemu dengan wanita itu kembali. Kai juga tidak habis fikir dengan bosnya itu, bagaimana bisa dia memilih wanita barbar seperti itu menjadikan kekasihnya.
"Hah, sungguh terlalu" Kai bergumam di kursi tempatnya bekerja.
Telepon di depan kai pun berbunyi, lalu dia mengangkatnya. Kai pun meraup wajahnya dan berdiri dari duduknya, lalu berjalan masuk ke ruangan bima setelah membenarkan sikapnya.
Tokk tokk tokk ...
Suara pintu di ketuk oleh kai dan setelah mendapat jawaban dari dalam dia pun masuk. Dia berjalan ke arah meja kerja bima dan berdiri di sana.
"Maaf tuan, ada yg bisa saya bantu ?" Tanya kai kemudian.
"Apakah dia sudah pergi ?" Tanya bima balik.
"Sudah tuan" Jawab kai singkat.
"Oke baiklah, terima kasih kai" Ucap bima.
"Sama - sama tuan" Jawab kai.
"Oh ya, aku punya tugas untukmu. Selidiki dimana ariana berada saat ini, jangan sampai orang lain tau. Terutama julian dan jefri" Pinta bima.
"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" Jawab singkat kai dan berlalu dari hadapan bima.
__ADS_1
Hari ini bima tidak ada kelas mengajar di kampusnya, jadi dia memutuskan untuk pergi ke perusahaan papanya.
Tokyo Jepang
"Arata, siapkan mobil. Aku ingin mengajak ariana ke mall" Ucap zein saat pekerjaan nya sudah selesai.
"Baik tuan" Jawab arata dan berlalu keluar dari ruangan zein.
Zein pun menghubungi ariana lewat pesan singkat yang dikirimnya dan dia pun berdiri dari kursi kebesaran nya.
"Bersiaplah, aku akan menjemputmu" Isi pesan singkat zein.
Zein melangkah keluar dari ruangan dan menuju lobby bawah. Sepanjang jalan zein hanya diam membisu. Lift yg membawanya telah sampai di lobby utama perusahaan nya. Zein melangkah dan menuju mobil yg sudah menunggu nya.
Setelah zein masuk ke dalam mobilnya, arata menginjak pedal gasnya dan keluar dari perusahaan itu.
Perjalanan hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke apartemen miliknya. Kini mobil sudah terparkir di depan apartemen. Zein turun dan berlalu masuk ke dalam.
Ariana sudah mengganti pakaiannya dengan dress berwarna pink, terlihat cocok sekali dengan warna kulitnya yg putih bersih. Perban yg membalut lukanya sudah di ganti yg baru saat pagi tadi. Kini dia berjalan menuruni anak tangga untuk menuju pintu utama.
Saat ariana membuka pintu apartemen nya, dia sangat terkejut saat zein juga berada di depan pintunya.
"Maaf" Jawab zein dengan senyumnya.
"Kita mau kemana kak ?" Tanya ariana penasaran.
"Jalan-jalan, sekedar menghabiskan waktu" Jawab zein to the point.
Mereka pun melangkah menuju lift untuk turun ke bawah. Arata sudah menunggu di depan mobil. Zein dan ariana sudah sampai di lobby dan berjalan keluar.
Arata membukakan pintu untuk ariana dan zein di kursi penumpang. Setelah mereka masuk arata menutup kembali pintu penumpang dan memutari mobil nya, duduk di balik kemudi.
Mobil melaju meninggalkan apartemen dan menuju mall terdekat. Sepanjang jalan ariana dan zein hanya diam membisu. Tidak ada yg ingin membuka percakapan lebih dulu. Sampai mobil pun memasuki baseman mall tersebut. Mereka turun dan berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih.
"Kita mau apa kesini kak ?" Tanya ariana mengeryitkan dahinya.
"Kan aku sudah bilang, menghabiskan waktu berdua" Jawab zein tersenyum.
"Oh oke" Ucap singkat ariana.
__ADS_1
Zein pun mulai memegang telapak tangan ariana untuk di satukan dengan telapak tangannya. Sontak saja membuat ariana menghentikan langkahnya.
"Ada apa ? Kamu tidak suka aku menggandeng tangan mu ?" Tanya zein dengan mata bertanya-tanya.
"Eemm, tidak apa-apa kak. Aku sedikit terkejut saja dengan perilaku kak zein" Jawab ariana menjadi salah tingkah. Pipinya sedikit memerah dengan perlakuan zein kepadanya.
"Maaf, jika membuatmu terkejut. Ayo kita lanjutkan jalan-jalannya" Ucap zein dan ariana menganggukinya tanpa berucap kembali.
Mereka memutari toko-toko di dalam mall itu. Sampai pandangan zein terjatuh pada toko boneka. Zein menarik ariana ke dalam sana dan melihat-lihat boneka yg tertata rapi.
"Apakah ini lucu ?" Ambil zein boneka beruang warna putih.
"Hem, cantik kak" Puji ariana.
"Aku membelikan untukmu" Ucap zein dan membawanya ke kasir.
Ariana terbengong ditempat dan setelah dia sadar lalu menghampiri zein yg sudah lebih dulu berjalan ke kasir. Zein membayar boneka itu dan memberikan kepada ariana.
Ariana pun tersenyum bahagia saat mendapat hadiah dari zein. Mereka keluar dari toko boneka dan berputar lagi untuk naik ke lantai selanjutnya.
Tujuan zein saat ini adalah ke toko perhiasan. Zein bukan pria yg suka memberi kejutan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan wanitanya. Dia lebih suka terang-terangan memberikan hadiah kepada wanita yg di cintai. Seperti saat ini, bersama dengan ariana.
Zein sudah memantapkan hatinya untuk melaju ke jenjang pernikahan bersama ariana. Dia sudah memikirkan nya matang - matang.
Zein masih memegang telapak tangan ariana. Dia mengajaknya masuk ke toko perhiasan. Pramuniaga toko menyambut pasangan yg datang.
"Selamat datang di toko kami ! ada yg bisa kami bantu tuan, nona ?" Ucap pramuniaga.
"Pilih kan cincin tunangan yg terbaik" Ucap zein berada di depan meja berkaca yg berisi ribuan perhiasan.
"Baik tuan silahkan di tunggu, kami tunjukkan koleksi yg berada di dalam" Jawab pramuniaga itu dan berlalu masuk.
"Kak, aku butuh penjelasan mu !" Ucap ariana memegang lengan zein.
"Apa, katakan ?" Jawab zein menghadap ke wajah ariana.
"Ini apa maksudnya ? Kenapa kakak tiba-tiba mengajak ku kesini ?" Tanya ariana dengan pandangan seriusnya.
"Aku jelaskan nanti di apartemen, kamu ikuti saja apa yg aku mau" Jawab singkat zein dan mengelus puncak kepala ariana.
__ADS_1
Ariana pun memanyunkan bibirnya, kesal dengan perlakuan zein yg tiba-tiba menurutnya. Ariana tidak menyangka, jika zein akan sejauh ini. Benar-benar menerima perjodohan itu tanpa menundanya lagi.