Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 42


__ADS_3

Pengawal jeff sudah menjemput dimas di bandara. Kini mereka menuju ke rumah sakit tempat ariana di rawat.


Zein masih dalam perjalanan menuju ke Changi Singapura Airport. Pesawatnya akan transit 5 jam lagi. Jarak penerbangan yg sangat jauh membutuhkan waktu yang sangat lama. Berbeda dengan dimas yg memang negara bersebrangan jadi hanya memakan waktu kurang lebih 2 jam untuk penerbangannya.


Mobil yang di tumpangi dimas pun telah terparkir sempurna di lobby rumah sakit itu. Dimas pun segera berjalan masuk menuju ruang rawat ariana.


Saat sampai di depan pintu kamar ariana, dua orang pengawal mengecek identitas dimas. Karena jeff begitu posesif untuk memerintahkan pengecekan identitas pembesuk pasien, takut bima akan mencari ariana kerumah sakit.


Salah satu pengawal melaporkan kepada jeff di dalam ruangan itu, lalu keluar untuk memperbolehkan sahabatnya masuk.


Dimas yg memang sangat mengerti posisi jeff saat ini hanya pasrah dengan apa yg dilakukannya. Dimas masuk dan jeff menyambut dengan pelukan persahabatan nya.


"Bagaimana keadaannya ?" Tanya dimas dan duduk di sofa yg tersedia.


"Tadi arin sudah siuman, dan aku menyuruh nya untuk istirahat kembali" Jawab jeff menceritakan.


"Syukurlah kalau begitu, zein juga sudah aku kabari. Pesawatnya masih terbang, mungkin 4,5 jam lagi dia sampai di bandara" Ucap dimas dan melihat ke arah ariana yg sedang tertidur lemah.

__ADS_1


"Hem, baiklah. Kau mau makan ?" Tanya jeff kemudian.


"Ya, jika kau tidak keberatan memberiku makan" Jawab dimas tersenyum dengan wajah jailnya.


Jeff pun memerintahkan satu pengawalnya untuk membeli makan di cafe atau resto yg masih buka. Jeff menyuruh untuk membungkus 5 kotak. Dua untuk pengawalnya dan 3 untuk dia dan sahabatnya.


Ariana yg sedikit terusik, dengan pembicaraan jeff kepada pengawalnya pun mulai mengerjabkan matanya.


Ariana masih dalam posisi pandangan buram dan tak melihat dengan jelas. Dimas yg saat itu melihat arin mengerjabkan matanya, lantas dia pun menghampiri di sebelah ranjangnya.


Ariana yg melihat ke arah dimas pun kaget dengan kehadiran kakak laki-laki sekaligus sahabatnya.


"Kak dimas, kapan kakak tiba ?" tanya ariana kembali dengan suara lemahnya.


"Sekitar 30 menit yang lalu. Kamu tidak kenapa-kenapa kan ? Mana yang sakit ?" Jawab dimas dan menanyakan keadaannya.


"Jantung ku sedikit sakit kak. Kak ardan mana ?" Keluh ariana dan bertanya kembali.

__ADS_1


"Ardan masih menyuruh pengawalnya untuk membeli makan. Kamu ingin minum ?" Jawab dimas.


"Hem, Bantu aku duduk kak. Kepala ku masih terasa pusing" Ucap ariana dan dimas pun membantu ariana untuk duduk.


Dimas mengambil air putih yg tersedia di atas nakas dan memberikannya kepada ariana. Saat ariana sedang minum, jefri pun masuk kedalam.


"Kenapa kamu bangun lagi princess ? Apakah suara kakak mengusik tidurmu ?" Tanya jeff merasa bersalah.


"Hem.. Suara kakak terlalu keras. Jadi aku mendengar nya" Jawab ariana dan masih dalam posisi duduk bersandar.


"Maaf jika kakak mengganggu mu princess. Mungkin 10 menit lagi makanan kita datang. Kita sudah melewatkan makan malam tadi" Ucap jeff yg memilih duduk di samping kiri ariana.


Dimas hanya melihat dengan tatapan kasihan kepada wanita yg sudah di anggapnya sebagai adik. Mungkin setelah ini dimas akan meminta ke dua sahabat nya untuk memindahkan ariana ke negera lain, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Dimas tak berani mengatakan langsung di depan ariana. Dia berinisiatif akan membicarakan nanti saja ketika ariana sudah tertidur dan zein juga berada di sana.


10 menit kemudian akhirnya pengawal pun datang membawa makanan yg di pesannya. Mereka bertiga menikmati makanan nya dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2