
Dimas dan jefri sudah tiba di tempat parkir rumah sakit. Mereka berdua turun bersama dan masuk ke dalam. Jefri sangat lelah hari ini karena peristiwa yang dialaminya masih berputar - putar di memori otaknya.
"Aku akan memesan makanan sebentar, kamu masuk saja ke ruang perawatan om wahyu terlebih dahulu" Pinta dimas dan duduk di kursi tunggu setelah sampai di lantai 7 ruang perawatan tuan wahyu berada.
"Oke baiklah" Jawab singkat jefri dan berlalu dari hadapan dimas.
Jefri sudah diberi tahu oleh dimas nomor ruang perawatan daddy-nya. Saat sampai di depan rungan, langkah kaki jefri sedikit gontai. Rasanya dia tak sanggup lagi berpijak di posisinya saat ini.
Perlahan dia mengetuk pintu ruangan itu dan berlalu masuk kedalam. Nyonya ayu yg sedang duduk disamping tuan wahyu pun menoleh ke arah pintu masuk.
"Ardan ..!" Ucap nyonya ayu dan bangkit berdiri dari duduknya.
Jefri pun menghampiri mommy yg sangat dia rindukan dan langsung memeluknya. Dia menghujani banyak kecupan di puncak kepalanya dan pipi mommy nya. Rasa haru menghampiri ibu dan anak itu. Nyonya ayu sangat lemah jika bertemu dengan jefri. Sekian tahun akhirnya dia bertemu lagi dengan putra semata wayangnya.
"Apakah kamu sehat nak ? Mommy sangat merindukanmu" Tanya nyonya ayu masih dalam tangisannya yg tidak meredah sama sekali.
"Yes mom, aku sangat baik. Bagaimana denganmu ? Mommy tampak lebih cantik saat ini" Jawab jefri dan menggoda nyonya ayu supaya tidak terlalu tegang.
__ADS_1
"Kamu bisa saja nak, mommy baik tapi tidak dengan kehadiran mu saat ini. Selama ini kamu selalu saja menolak untuk menemui mommy" Terang nyonya ayu dan masih ingin memeluk putranya kembali.
"Ya maafkan ardan mom, ardan begitu egois saat itu" Jawab jefri dan mengajak mommynya duduk di sofa yg tersedia di ruangan itu.
"Mommy sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta kepada mommy, mommy sangat tahu betul posisi mu saat itu. Dan mommy juga tidak bisa memaksakan kehendakmu ardan" Ucap nyonya ayu dengan semua penjelasannya.
"Sekali lagi maafkan ardan yg tidak pernah menghubungi mommy" Jawab jefri.
"Don't worry sayang. Dimana dimas nak ?" Tanya nyonya ayu yg tidak melihat kehadiran sahabat jefri itu.
"Ah dia sedang di luar sebentar. Mungkin sebentar lagi akan masuk mom" Jawab jefri.
"Jefri ?" Panggil tuan wahyu.
Jefri pun menoleh ke arah ranjang dimana daddynya berada. Dia pun bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah ranjang.
"Dad, apakah daddy baik - baik saja ? Maafkan jefri yg sudah egois meninggalkan kalian berdua ?" Pinta jefri dengan duduk di samping daddy-nya.
__ADS_1
"Tidak perlu meminta maaf kepada daddy nak. Deddy sangat tahu perasaan mu saat itu. Deddy lah yg seharusnya meminta maaf kepadamu. Maafkan deddy jeff, daddy masih belum bisa menjadi orang tua yg baik untukmu" Jawab tuan wahyu dengan berlinang air mata.
"No dad, jeff sudah memaafkan mu" Ucap jefri lalu memeluk pria paruh baya itu dengan tangisan nya.
Momen inilah yg dinantikan oleh nyonya ayu. Saat dimana putranya kembali ke dalam pelukan mereka berdua. Nyonya ayu sangat rindu dengan momen ini. Nonya ayu bangkit dari duduknya dan menuju ke arah jefri dan tuan wahyu berada.
Mereka bertiga berpelukan dan menangis bersama. Rasa lega menghampiri hati tuan wahyu saat ini. Dia sudah mendapat maaf dari putra semata wayangnya itu.
Pintu di ketuk dari luar. Mereka bertiga menoleh dan menghapus air mata yg masih mengalir di pipi mereka. Dimas masuk ke dalam dengan membawa sejumlah bungkusan.
"Ah, maaf tante om. Dimas datang disaat yg tidak tepat sepertinya" Ucap dimas yg melihat raut wajah mereka bertiga bergantian.
"Tidak masalah nak, ayo duduklah. Kamu sudah mau kami repot kan saat ini" Pinta nyonya ayu dan dimas pun mengikuti perintahnya.
Dimas meletakkan bungkusan itu di atas meja. Dan nyonya ayu membantu dimas untuk membuka semua makanan yg dimas beli.
"Sudah sedih - sedihnya. Mari kita makan om, jeff, tante !" Pinta dimas.
__ADS_1
Mereka semua mengiyakan dan nyonya ayu membantu untuk menyuapi suaminya. Karena tuan wahyu tidak bisa makan sendiri.