
"Tidak masalah kak, aku akan menunggu mu datang menjemputku. Dan juga kuliah ku masih lama toh di sana, aku pasti akan kembali juga kesana. Kakak hati-hati ya di jalan. Salam untuk mommy dan daddy kakak" jawab ariana melepas pelukan bima.
"Oke sayang, kamu jaga diri dan jaga hati untuk ku. Ahhh rasanya aku enggan beranjak dari sini" kecup bima kening ariana.
"Sudah sana kakak chek in, sebentar lagi pesawat kakak akan take off" jawab ariana dengan wajah sendunya.
"oke sayang, it's oke ..! jaga dirimu baik-baik" peluk bima lagi dan mengecup kembali kening ariana.
Tangan yang dia gengngam erat, kini ariana lepaskan dan bima pun melangkah menjauh. Ariana pun masih menanti kepergian bima dengan hati yang tak rela. Baru sehari kemarin rasanya ariana jalan-jalan bersamanya. Tapi kini sang kekasih harus kembali ke negaranya untuk menjalankan tugas.
Ariana pun pergi setelah punggung bima tak terlihat lagi dari pandangannya. Ariana pun melangkah keluar bandara dan menuju parkiran mobil untuk mengambil mobil miliknya. Ariana sengaja tak menggunakan supir pribadinya, Dia ingin mengantar bima sendiri tanpa harus dengan orang lain.
Ariana pun melajukan mobilnya untuk menuju suatu tempat. Tujuan utama ariana kali ini adalah perusahaan percetakan milik papanya.
Mungkin ariana bisa menenangkan pikirannya disana saat bertemu dengan rekan-rekan karyawan yg pernah mengajarinya dulu sebelum berangkat ke singapura untuk melanjutkan kuliahnya.
45 menit perjalanan dan akhirnya sampailah dia di pelataran percetakan tersebut. Ariana memarkirkan mobilnya dan turun dari sana. Saat ariana baru memasuki pintu kantor tersebut, banyak pasang mata yang melihat dan menyapanya.
"Mbak arin, apa kabar ? lama tidak bertemu ?" sapa salah satu karyawan yg sangat ariana kenal yaitu siska, Dia adalah karyawan bagian administrasi perusahaan papanya.
"Hai siska, Aku baik. Iya lama juga aku tidak kesini, tapi aku memang baru kembali dari singapura kemarin lusa" jawab ariana dan duduk di hadapan siska.
"Mbak arin sendirian ? Bu bos kemana kok tidak ikut serta ?" tanya siska berbasa-basi.
"Iya aku sendiri, mama ada dirumah" jawab ariana dengan senyum khas nya.
__ADS_1
Saat sedang asyik-asyiknya berbincang. Seluruh karyawan di kaget kan dengan bunyi yang begitu menggema di telinga.
Bruuuaakkk ..
Seketika semua karyawan yang ada di kantor utama berhamburan keluar, melihat apa yang terjadi.
Dan salah satu karyawan laki-laki papa ariana itu melihat mendekat ke kerumunan orang-orang yang berada di jalan sebelah kantor percetakannya.
Dia menolong seseorang yang tergeletak di atas motornya bersama dengan orang-orang yg berada di sekitar.
Ariana pun ikut melihat bersama siska, mendekat dan pengendara itu di bawa ke samping percetakan ariana. Ariana melihat dengan wajah kaget nya saat mengetahui siapa laki-laki yang dalam keadaan pingsan tersebut dengan kaki yang berdarah-darah.
Ariana pun langsung menghampiri nya dan memangku kepalanya saat rifky karyawannya , akan meletakkan kepalanya jefri di lantai.
Dua sahabat jeff pun mendekat melihat siapa wanita yg memangku kepala jeff saat itu setelah menepikan motor yang di kendarai jeff saat kecelakaan barusan.
"Kak jeff bangunlah, kau baik-baik saja. Ayoo .. bangun kak ?" ucap ariana mengguncangkan tubuh jefri di dalam pangkuannya.
Zein dan dimas pun kaget dengan sikap wanita yang berada di hadapannya ini. Zein pun berfikir apa mungkin wanita ini yang jeff cari, gumam zein di dalam hatinya.
Zein dan dimas pun mendekat untuk membantu membangunkan jeff saat ini. Siska pun tergopoh-gopoh untuk membawa air mineral yang di bawanya dari dalam gudang kantor. Dan memberikannya kepada ariana.
"Kak jeff ayo bangun, bangunlah ?" seketika air mata ariana pun runtuh dari pertahannya, dia tidak tega melihat jefri seperti ini.
"Nona, apa anda mengenalnya ?" tanya zein menatap lekat kearah ariana.
__ADS_1
"Dia teman satu kampus ku di singapura" jawab ariana masih tak menyurutkan tangisan nya.
"Hanya teman, tapi kenapa dia merasa khawatir dengan keadaan jeff saat ini. Apa mungkin dia yang jeff cari ?" gumam zein dalam hatinya.
Seketika jeff sadar dari pingsannya dan menatap wanita di hadapannya.
"Ariana ?" ucap jeff lirih.
"Iya kak, ini aku" jawab ariana dengan wajahnya yg masih menangis.
"Kenapa kamu menangis, aku tak apa-apa arin" usap air mata ariana yg membasahi pipinya.
"Ayo kita segera bawa dia kerumah sakit" ucap dimas dan semua orang membantunya dan akan mengangkat ke arah mobil orang.
"Pakai mobilku saja, iki kak kuncinya" ariana memberikan kunci kepada dimas dan dimas pun menerimanya.
Jefri pun di bawa kedalam mobil ariana, ariana pun memangku kepalanya di kursi penumpang.
"Rifky, tolong urus semua motor yang baru saja di bawa kak jeff dan teman-temannya. Setelah itu hubungi aku ketika sudah beres. Ucap ariana kepada karyawannya sebelum dimas melajukan mobilnya.
Zein terus mengawasi ariana dan jeff dari kaca spion di depannya. Perhatian ariana begitu terlihat saat berada di dalam mobil tersebut.
Sekitar 15 menit mobil yang di tumpangi mereka sampai di pelataran rumah sakit citra mulia. Zein dengan sigap mengambil brankar dan meminta tolong kepada beberapa suster untuk membantunya.
Dengan sigap dimas membantu memindahkan jeff keatas brankar tersebut bersama dengan zein dan beberapa suster.
__ADS_1