
Singapura
"Kau kenapa hmm ..?" Tanya julian saat melihat ekspresi murung temannya.
"Aku sedang memikirkan ariana" Jawab singkat jeff.
"Hufft ..." Hembusan nafas berat pun keluar dari mulut jeff lagi.
"Ada apa dengannya ?" Tanya julian yg masih tidak mengerti apa yg di ucapkan oleh temannya ini.
"Dia dijodohkan dengan sahabat ku" Jelas jeff kemudian.
"Apaaa ? Kau bercanda yaa !" Syok julian.
"Apakah wajahku terlihat jika aku bercanda ya ?" Tatap jeff wajah julian.
"Tidak juga sih, aahhhh astaga kenapa jadi serumit ini ? Aku yg lebih dulu dekat dengannya, tapi orang lain yg akan melamar nya. Menyebalkan sekali ..!" Gerutu julian.
"Lebih tepatnya memang sahabatku lah yg lebih dulu mengenal ariana jul, memang sedari ariana kecil sampai dia sekolah menengah atas hanya zein yg menemaninya" Terang jeff dengan menundukkan wajahnya.
"Tapi cinta pertamanya, sewaktu kecil adalah aku" Ucap kembali jeff.
__ADS_1
"Kau sedang mengarang cerita tuan ?" Sarkas julian yg tidak terlalu percaya.
"Kau bisa tanyakan sendiri kepada ariana, untuk masalah hati aku tidak pernah berbohong kepada siapa pun" Jawab jeff meyakinkan.
"Hemm, baiklah. Aku mempercayai mu" Ucap julian kemudian.
Hati jefri seakan tergores sangat dalam saat mengetahui ini semua. Apakah selama beberapa hari yg lalu perhatian nya kurang terhadap ariana, sampai dia mau menerima perjodohannya dengan zein.
Belum, ariana belum menjawab semua itu. Dia masih menimang-nimang apakah dia bisa menerima zein dengan segalanya. Apakah dia akan percaya bawah laki-laki yg akan mempersuntingnya nanti benar-benar bisa menjaga hati dan raga seutuhnya.
Ariana juga masih berfikir untuk itu semua. Jeff yg paling depan saat masih kecil yg menempati hati utama ariana. Dialah cinta pertama ariana. Lalu apakah ariana akan mempertimbangkan semuanya.
"Oh god, tolong aku. Aku tidak akan sanggup jika kehilangan nya" Gumam hati jeff.
Tokyo Jepang
Ariana sudah pulang dari mansion milik tuan malik. Dia hanya menginap satu hari saja. Saat sudah pagi dia meminta zein untuk mengantarnya pulang ke apartemen.
Ariana tak ingin merepotkan tuan malik dan zein saat berada di mansion. Jadi dia memutuskan untuk kembali saja. Dan saat siang hari dia mengabari jefri untuk memberi tahu tentang perjodohan nya dengan zein.
Saat ini ariana sedang mengistirahatkan badannya. Dia tidak ingin nyeri di lengan tangannya terasa sakit. Saat memegang ponsel saja rasa nya sudah luar biasa.
__ADS_1
Ditempat lain, zein juga merasakan antara bimbang dan bahagia. Dia sedikit tidak fokus dengan semua pekerjaan nya.
Apakah dia siap menjadikan ariana sebagai istrinya. Apakah dia siap menjadi suami ariana. Apakah dia sanggup untuk menjadikah ariana sebagai ibu dari anak-anaknya kelak.
Rasanya zein masih belum yakin dengan itu semua. Keputusan papanya dan papa ariana tidak bisa di tolak. Sebenarnya dia ingin bernegosiasi lebih dulu. Karena zein masih memikirkan jefri yg ada di sana.
Sahabatnya itu juga sangat mencintai ariana. Apakah setelah ini akan ada permusuhan diantara mereka. Zein tidak ingin itu terjadi. Zein ingin semuanya murni saling mengikhlaskan, tanpa adanya dendam disana.
Indonesia
"Pa, apakah kita tidak terlalu berlebihan dengan itu semua ?" Tanya nyonya susan dengan sejuta kekhawatiran nya.
"Ini keputusan yang terbaik ma, sebelum bima mencari ariana kembali" Terang tuan sean.
"Tetapi bagaimana dengan ardan pa, dia juga sama-sama mencintai putri kita. Apakah papa tidak merasa kasihan dengannya pa ?" Tanya nyonya susan kembali.
"Hmm.. ya sebenarnya papa belum memikirkan sampai di situ ma. Coba kita tanyakan kepada ariana saja besok bagaimana baiknya" Saran tuan sean kemudian.
"Ya, lebih baik seperti itu. Mereka boleh mencintai tapi tidak harus membenci satu sama lain" Ucap nyonya susan.
"Good ma, kata-kata yg sangat bijak" buji tuan malik dengan senyumnya.
__ADS_1