
Jefri sudah kembali menuju rumah sakit. Dia akan memberi kabar kepada dimas tentang kejadian yg menimpa ariana.
Jeff ingin menghubungi orang tua ariana, tetapi dia lupa meminta nomor om sean saat bertemu dengannya terakhir di bandara.
Panggilan sudah terhubung dengan ponsel dimas. Jeff pun mulai menceritakan kepada sahabat nya.
"Hallo dim, aku memberi kabar buruk. Ariana masuk rumah sakit" Ucap jeff tanpa berbasa-basi.
"Apa katamu ? Ariana masuk rumah sakit ? Dia kenapa jeff ?" Tanya dimas syok.
Jeff pun menceritakan kepada dimas apa yg terjadi dan dimas pun akan mengambil penerbangan malam ini ke Singapura. Pasalnya dia sudah menganggap ariana adiknya sendiri.
Dimas juga tak mengizinkan jefri menghubungi orang tua ariana. Biar semua masalah mereka saja yg mengatasinya.
"Oke baiklah, setelah kau sampai pengawalku akan menjemputmu di terminal kedatangan" Ucap jeff dan mematikan panggilan teleponnya.
Baru sehari di Singapura sudah berada di fase yang sangat menegangkan. Jefri memasuki lobby rumah sakit. Dia menuju ruang perawatan ariana.
Dua pengawalnya sudah berjaga di sana. Jeff pun masuk ke dalam dan melihat ariana masih tak sadarkan diri.
"Bagaimana jul keadaanya ?" Tanya jeff saat berada di samping ariana.
__ADS_1
"Benar dugaan ku, jantungnya bermasalah lagi. Dokter menyarankan agar dia tidak dalam posisi tertekan. Itu yang akan mengakibatkan kefatalan nantinya" Jawab julian dengan wajah sendunya.
Jefri pun duduk di samping ariana dan memegang tangan gadis itu. Julian yang melihat kekhawatiran di balik mata jefri pun merasa heran. Pasalnya julian hanya mengetahui jika jefri tidak kenal dekat dengan ariana. Tetapi ini kenapa jeff seperti sudah mengenal lama ariana, gumam hati julian.
***
Ditempat lain, bima membersihkan darah yg mengalir di wajah dan sudut bibirnya. Dia masih tak menyangka dengan ulah jefri yg menghajarnya tiba-tiba.
Bima pun sadar dengan kelakuan nya sendiri. Dia sangat serakah ingin memiliki dua wanita sekaligus. Mungkin saat ini ariana akan benar-benar membencinya.
Tokyo Jepang
"Hallo zein, aku ingin memberi kabar kepadamu. Ini sangat urgent" Ucap dimas di panggilan teleponnya.
"Ariana masuk rumah sakit. Dan saat ini aku akan terbang ke singapura" Ucap dimas.
"Apa ? Kenapa dengannya ? Apa yang terjadi ?" Syok zein dengan pandangan mata menggelap.
Dimas menceritakan kepada zein dengan seksama. Sontak saja membuat zein berinisiatif untuk mencari tau kebenaran lewat anak buahnya.
"Oke aku akan menyusulmu kesana" Zein juga memutuskan untuk terbang ke singapura menggunakan jet pribadinya malam ini.
__ADS_1
Arata sudah dikabari lewat pesan singkat zein, untuk menghendel meeting nya besok pagi.
Zein sudah bersiap dan segera pergi menuju bandara. Zein juga sangat cemas dengan kejadian yang di alami oleh ariana.
"Apakah setelah ini kau akan memilih kembali bersama ardan. Atau membuka hati lagi kepada orang lain arin ? Aku sakit, sangat sakit saat mendengar kabarmu seperti ini. Rasanya tusukan pisau menacap begitu dalam di hati ini" Gumam hati zein.
Singapura
Ariana sudah sadar dari pingsannya. Dia menatap sekeliling dengan pandangan mata tidak stabil.
"Aku dimana kak ?" tanya ariana saat melihat jeff yg berada di sampingnya.
"Istirahat lah, kamu sedang berada di rumah sakit" Jawab jeff mengusap puncak kepala ariana.
"Kenapa aku disini ? Apa yang terjadi dengan ku ?" Tanya lagi ariana yg tidak puas dengan jawaban jeff.
"Besok akan ku ceritakan, sekarang tidurlah kembali" Jawab jeff dengan suara lembutnya.
Julian sudah kembali ke apartemen nya, karena esok dia ada kelas pagi dan mengumpulkan tugas dari dosennya.
Jafri terus mengusap puncak kepala ariana. Lantas ariana yg mendapatkan perlakuan tersebut hanyut kembali ke dalam mimpinya.
__ADS_1
Jeff pun mengubungi pengawalnya untuk menjemput dimas di bandara satu jam lagi. Setelah itu dia memutuskan untuk tidur dengan duduk di samping ariana.