
Pesawat yg di tumpangi jefri sedikit bermasalah. Awan gelap menyelimuti pandangan maskapai. Semua orang yang berada di dalam pesawat sedikit takut.
Hujan mulai turun dengan derasnya. Jefri sedikit khawatir dengan keadaan penerbangan kali ini. Dia terus berdo'a untuk keselamatan nya.
"Tuhan, aku minta padamu untuk menyelamatkan ku dan para penumpang lain. Aku hanya ingin bertemu dengan kedua orang tuaku. Aku tidak minta apa - apa lagi selain itu" Gumam hati jefri.
Badai mulai menerpa pesawat yg di tumpangi jefri. Para maskapai sudah memberi arahan kepada seluruh penumpang untuk tidak panik.
Sambaran petir pun menghancurkan baling - baling pesawat. Dan semua penumpang berteriak dengan histeris. Jefri hanya memasrahkan diri kepada yg maha kuasa.
"Jika engkau mentakdirkan diriku tidak dapat bertemu dengan kedua orang tuaku untuk terakhir kalinya, aku ikhlas tuhan" Gumam hati jefri lagi.
Pesawat mulai oleng, semua penumpang diminta untuk menggunakan pelampung dan mengencangkan sabuk pengaman nya. Para pramugari sudah memberikan instruksi bahwa pesawat akan mendarat di perairan.
Semua penumpang tidak di izinkan untuk panik. Mereka semua berdo'a semoga pendaratan darurat nya selamat.
__ADS_1
Jefri terus saja berdo'a di dalam hatinya dan mendengar kan instruksi dari para maskapai. Pesawat mulai turun dengan kecepatan yg luar biasa. Maskapai pun mencoba mengoptimalkan untuk landasan tepat sasaran.
Jakarta Indonesia
Dimas sudah berada di ruang perawatan tuan wahyu. Dia membawa beberapa makanan juga buah - buahan untuk nyonya ayu yg sedang berjaga.
"Maaf nak, tante selalu saja merepotkan mu" Ucap nyonya ayu duduk menghadap ke arah dimas yg berada di sofa yg tersedia.
"Tidak masalah tante. Dimas akan berjaga disini sampai ardan tiba" Jawab dimas.
"Semoga saja kamu baik - baik saja jeff. Disini keluarga mu sedang menanti kedatangan mu. Aku tidak bisa berbicara apapun tentang mu sebelum ada kebenaran yg terungkap" Gumam hati dimas.
"Ada apa nak dimas ?" Tanya tiba - tiba nyonya ayu dengan wajah nya yg terlihat tidak biasa menurut dimas.
"Aahh tidak - tidak tante, ini hanya soal pekerjaan saja. Oh iya tante ayu tau tidak, kalau zein akan menikah dengan arin ?" Alihkan dimas pembicaraan nya.
__ADS_1
"Apa nak ? Ya tuhan, tante tidak menyangka jika zein akan menikah dengan arin. Kabar yg sangat baik. Tante juga merasa senang sekali" Jawab nyonya ayu merasa antusias.
"Ya tante, arin sudah pernah gagal dalam masalah percintaan. Dan saat ini zein yg maju paling depan untuk menikahi ariana" Jelas dimas.
"Alhamdulillah kalau begitu. Kamu sendiri kapan menikahnya nak ?" Tanya balik nyonya ayu.
"Em, saya masih belum memikirkan sampai disitu tante. Saya masih harus fokus dengan pekerjaan saya" Jawab dimas merasa aneh jika di tanya soal pernikahan.
"Ya tidak masalah nak, tetapi jika usia mu sudah sangat matang kenapa tidak menjalin hubungan yg lebih serius lagi saja ? Itu akan lebih baik" Saran nyonya ayu.
"Nanti dimas pikirkan saran tante. Masalahnya saat ini dimas sedang melajang" Terang dimas keceplosan.
"Hah... tidak masalah nak. Kamu bisa mencari yg tepat nanti" Tergelak nyonya ayu.
Dimas merasa sangat malu karena dia keceplosan berbicara omong kosong menurutnya.
__ADS_1