Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 69


__ADS_3

Dimas masih malas untuk bangun, karena badannya terasa pegal. Ariana masih dengan sikap jailnya mencoba menarik tangan dimas supaya dia terbangun.


"Biarkan saja queen, dia memang suka tidur dari dulu. Kamu ingat saat kita bermain petak umpet sewaktu kecil ? Kita mencari kemana-mana ternyata dia tertidur di kolong meja rumah zein" Ucap jeff nostalgia ke masa lalu.


"Hehehehe .. iya kak aku ingat. Dan saat itu kak ardan juga kak zein mengangkatnya dan membawa ke kolam renang belakang rumah lalu menceburkannya" Tawa ariana saat mengingat masa kecil mereka berempat.


"Yaa, sampai saat ini pun dia suka tidur. Kita sarapan saja dulu, biarkan yg lain menyusul nanti" Ucap jeff kemudian.


Ariana menganggukkan kepala tanda setuju. Dia mengambil satu kotak makanan dan di berikan kepada jefri. Saat memberika kotak makan itu, cincin yg tersemat dijari manis ariana mencuri perhatian nya.


"Apakah memang sudah sejauh ini kamu dan zein melangkah queen ?" Ucap jeff tiba - tiba.


"Hah, apa kak ..?" Jawab ariana bingung dengan maksud jefri.


Jeff meraih tangan ariana dan menunjukkan kepadanya untuk menjelaskan benda yg jeff maksud.


"Oh, ini .. emm haruskah aku menjawabnya kak ?" Tanya ariana ragu - ragu.


"Aku hanya butuh kepastian saja queen. Jika memang kalian melangkah lebih jauh lagi, aku akan mundur dari kehidupan mu" Terang jefri.


Hati ariana sedikit tersentil dengan ucapan jefri. Dia tidak menyangka jika jefri masih memendam cinta dihatinya. Ariana mengira jika jeff sudah tidak lagi memiliki perasaan apapun kepadanya, setelah dia pindah dari bogor saat itu.


"Kak, tolong jangan seperti ini. Aku tidak ingin jika kalian berdua berebut cinta yg sama. Disini aku juga bingung dengan keadaan. Kak ardan cinta pertamaku sewaktu aku masih belia. Dan begitu juga sebaliknya. Setelah kepergian kak ardan waktu itu, aku sudah mengira jika kak ardan memiliki kekasih yg baru. Aku pun begitu" Ucap ariana.

__ADS_1


"Hah, akankah serumit ini ? Aku juga bingung dengan hatiku sendiri queen" Jawab jefri.


"Kak ardan pria baik, arin yakin suatu saat kakak akan mendapatkan wanita baik selain aku. Untuk saat ini biarkan aku bersama dengannya kak" Pinta ariana.


"Hem.. baiklah, kabari aku jika ada apa - apa. Apapun kejahatan yg zein buat, kamu harus memberitahu ku ?" Jawab jeff serius.


"Ya kak, ayo kita sarapan dulu" Ucap ariana kemudian.


Mereka berdua sarapan bersama tanpa menunggu yg lain datang. Di sela-sela makannya ariana masih memikirkan hati jefri saat ini. Dia merasa menjadi wanita serba salah. Pasalnya dia juga sadar cinta tak harus memiliki, seperti kisah cintanya bersama devan sejak dulu.


Jakarta Indonesia,


Devan sedang menemani tasya berbelanja di mall. Sebenarnya dia malas untuk menemani, tetapi bagaimana devan bisa menolak saat tasya ingin melaporkan kepada mama devan jika dia tidak mau.


"Masih lama ?" Ucap devan yg mulai kesal.


"Aku masih banyak pekerjaan di kantor. Apa kamu bisa pulang sendiri ?" Pinta devan kepada tasya.


"Berani kamu melangkah, aku akan telpon mama kamu" Ancam tasya.


"Huhh, kamu kira aku pria yg takut dengan ancaman mu. Tidak sama sekali" Jawab devan dan berlalu pergi dari hadapan tasya.


Tasya pun menggenggam tangannya erat, dia sangat kesal dengan devan. Kenapa harus seperti ini laki-laki yang di jodohkan dengannya. Tasya kira, saat dulu dia akan mendapatkan perhatian lebih dari devan. Ternyata tidak sama sekali.

__ADS_1


Devan seperti menatap dengan benci saat berhadapan dengan tasya. Tasya juga sudah menyelidiki mantan pacar devan. Dia memang cantik luar dalam menurut tasya.


Changi bay Singapura


Zein dan julian sudah membersihkan dirinya di kamar mandi rumah sakit itu. Setelah selesai, mereka berdua kembali lagi ke ruang rawat jefri. Sepanjang lorong mereka hanya diam tanpa ada yg ingin mengatakan sepatah katapun.


Dering ponsel zein pun menggema, dia memutuskan berhenti dan meminta julian untuk pergi lebih dulu ke ruang rawat jefri. Julian menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan zein.


"Ada apa pa ?" Ucap zein saat panggilan nya tersambung.


"Kamu ada dimana zein ?" Tanya tuan malik.


"Aku sedang di changi bay singapura pa" Jawab zein.


"Ada urusan apa kamu kesana ?" Tanya tuan malik penasaran.


"Ardan masuk rumah sakit pa" Jelas zein.


"Oh baiklah, jangan terlalu lama membawa ariana kesana zein. Kamu akan menanggung resikonya jika dia sampai kenapa - napa" Ucap tuan malik mengingatkan.


"Yaa pa, aku tau" Jawab singkat zein.


Ditempat lain, Julian sudah masuk ke dalam ruang rawat jefri. Ariana menyuruh julian untuk sarapan.

__ADS_1


"Kak julio, sarapan dulu. Itu ada di meja, kemana kak zein ?" Tanya ariana kemudian.


"Dia sedang menerima telepon" Jawab singkat julian.


__ADS_2