Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 88


__ADS_3

Keesokan harinya,


Jefri sudah memberi kabar kepada dimas bahwa pagi ini dia akan kembali ke singapura. Dia akan melanjutkan dulu pekerjaannya dan menyelesaikan kuliahnya setelah itu dia akan ikut dimas ke korea untuk mengurus bisnisnya.


Pesawat jefri sudah take off, bayangan-bayangan masa lalunya mulai berputar kembali saat dia berada di dalam pesawat.


"Kenapa aku harus memikirkan dia. Kenapa bayangan ini tidak dapat aku hapus sepenuhnya. Kenapa semua ini harus terbayang - bayang lagi. Oh tuhan.. ada apa dengan ku sebenarnya ?" Gumam hati jefri dan meraup kasar wajahnya.


Sebelum pesawat jefri take off, dimas sudah mengirim pesan kepadanya untuk bisa mengendalikan hatinya. Tetapi saat itu jefri sudah mematikan ponsel miliknya. Jadi dia tidak tau jika dimas membalas pesannya.


Jefri mencoba memejamkan matanya untuk menghilangkan bayangan - bayangan itu.


Di tempat lain,


Dimas akan terbang ke tokyo jepang, karena dia diminta untuk menemani nyonya susan juga tuan sean. Kebetulan sekali beberapa hari ini kerjaannya sudah longgar dan dia sudah meminta kepada asisten pribadi nya untuk menghendel semua pekerjaan yg berada di perusahaan nya.


Perusahaan milik dimas terpaut cukup besar, tetapi lebih besar lagi perusahaan milik zein yg sudah meluas ke seluruh dunia. Anak cabang perusahaan nya sudah ada dimana-mana. Dan pusatnya ada di tokyo jepang yg saat ini di kelola olehnya setelah tuan malik memilih untuk mengundurkan diri.


"Mom, apakah kita tidak menghubungi arin atau zein saja ?" Tanya dimas kepada nyonya susan.


"Tidak perlu nak, kita buat kejutan saja untuk mereka. Tapi papi mu sudah memberi tahu mas malik bahwa kami akan terbang hari ini juga" Jawab nyonya susan.


"Oh, baiklah kalau begitu" Ucap dimas.


Mereka sudah masuk ke dalam pesawat dan duduk di tempat masing - masing. Nyonya susan bersebelahan dengan tuan sean, sedangkan dimas duduk sendiri di belakangnya.


Tokyo Jepang


"Ariiinnn ..." Sapa rafaela dengan melambaikan tangannya ke udara.

__ADS_1


"Hai, rafaela. Kamu sudah datang lebih dulu rupanya" Ucap ariana ketika sampai di tempat rafaela duduk.


"Sekitar 10 menit yang lalu. Kamu sudah sarapan, mau ke kantin dulu tidak ?" Ajak rafaela.


"Oke, kelas akan di mulai setengah jam lagi kan ? Kita kesana saja, kebetulan aku belum sarapan" Jawab ariana.


mereka berdua beranjak dan menuju kantin kampus. Sepanjang jalan mereka berbincang - bincang riya. Sampai pada saat akan memasuki area kantin, ariana tak sengaja menyandung kaki meja.


Sontak saja pria yg berada di belakangnya dengan sigap menangkap tubuh ariana yg hampir saja terjatuh. Ariana tertegun dan bangun memposisikan tubuhnya untuk berdiri tegap.


"Are you oke ?" Tanya pria itu yg menatap wajah ariana.


Rafaela hanya memandang pria yg tidak pernah di temui sebelumnya. Kelihatannya dia seorang senior di kampusnya.


"Yes, I am fine. Thanks for helping me" Jawab ariana.


"Does not matter. If I may know, it looks like you are a new student on this campus?" Tanya pria itu.


"Betul sekali. Aku baru saja pindah ke kampus ini" Jawab ariana.


"Ohh, begitu rupanya. Baiklah" Ucap singkat pria itu.


"Hem, baiklah. Saya permisi dulu" Jawab ariana dan menggenggam tangan rafaela yg hanya terdiam membisu.


"Boleh aku tau namamu ?" Tanya pria itu menjulurkan tangannya. Ariana pun menyambut dengan senyuman dan menjabat tangan pria itu.


"Namaku ariana, panggil saja arin" Jawab ariana.


"Nama yg cantik. Perkenalkan namaku ritz hamazaki, panggil saja ritz" Ucap ritz.

__ADS_1


"Oh.. kak ritz, itu terlihat lebih sopan. Perkenalkan juga ini teman ku rafaela" Jawab ariana dan memperkenalkan teman barunya kepada ritz.


"Hai, aku ritz" Ulur tangannya.


"Rafaela.." Balas rafaela singkat.


"Boleh aku bergabung dengan kalian ?" Tanya ritz.


Ariana menatap ke arah teman barunya, dia sedikit segan dengan rafaela saat ini. Takut jika teman barunya itu tidak ingin mereka duduk bersama dengan ritz.


"Boleh, silahkan.." Jawab rafaela tersenyum rama.


Mereka bertiga duduk bersama dan memesan makanan yg mereka inginkan. Setelah semua sudah di pesan mereka mulai membuka pembicaraan satu sama lain.


"Kalian ambil jurusan apa ?" Tanya ritz.


"Aku mengambil jurusan informatika kak, mengarah ke desain grafika sih sebetulnya" Jelas ariana.


"Kalau rafaela ?" Tanya ritz menatap rafaela.


"Aku sama dengannya, cuma beda sedikit. Lebih mengarah ke arsitek dan juga animasi kak" Jawab rafaela.


"Oh, jurusan yg sangat baik" Puji ritz yg memang tidak sepenuhnya bisa dengan jurusan itu. menurutnya itu terlalu ribet.


"Kak ritz sendiri mengambil jurusan apa ?" Ucap ariana dan rafaela kompak. Mereka berdua bertatap mata dan setelah itu tertawa bersama.


"Kalian kompak sekali bertanya nya. Aku mengambil manajemen. Sebentar lagi aku sudah lulus" Jelas ritz.


"Wow, ternyata memang kak ritz senior kita" Ucap rafaela antusias.

__ADS_1


Ritz mengangguk kan kepalanya tanda setuju. Berbeda dengan ariana yg hanya tersenyum menanggapi itu semua.


__ADS_2