
Satu minggu setelah kejadian itu ariana tak ingin menemui bima sama sekali, meskipun pada saat mata kuliah nya. Ariana selalu menghindarinya tak ingin melihat wajahnya lagi.
Saat bertemu dengan bima, ariana selalu mengingat kejadian di taman kala itu. Dan saat itu juga jantung ariana selalu berdetak sangat kencang.
Flashback On
"Bagaimana keadaan tunangan saya dokter ?" ucap bima dengan sejuta kekhawatiran nya.
"Mungkin dia sedang mengingat kejadian yang baru saja di alaminya. Jantungnya juga berdetak sangat kencang, jadi tolong untuk tuan tidak menemuinya dulu. Karena akan sangat fatal bila dia sedikit tertekan" jawab dokter dan setelah itu berlalu meninggalkannya.
Hancur .. hancur sudah harapan bima saat itu, bagaimana bisa bima tidak di izinkan untuk menemuinya. Apakah hubungan nya dengan ariana akan berlanjut ? atau malah sebaliknya.
Julian pun tak menyangka jika dokter akan mengatakan itu, julian juga menatap bima dengan iba.
"Untuk saat ini saya mohon untuk kamu menjaganya, saya rasa dia tak ingin menemui saya dalam waktu dekat" ucap bima dan diangguki oleh julian.
Setelah itu bima pun pergi dengan rasa kecewa yang di buatnya sendiri.
"Aku bisa merasakan sakit yang teramat dalam di hatimu, maafkan aku sayang.. mungkin kata maaf ini tak akan cukup untuk mengobati rasa sakit itu. Tapi aku berdo'a semoga tuhan selalu bisa membuka hatimu untukku lagi" gumam hati bima.
Flashback Off
Selama dua minggu ini ariana lebih dekat dengan julian. Julian pun selalu menemani nya kemanapun ariana ingin pergi.
"Hallo, rin kamu dimana ?" ucap julian saat panggilan dari ponselnya terhubung.
__ADS_1
"Ah iya kak, aku lagi di perpus nih. Kakak kesini aja" jawab ariana dan langsung dimatikan panggilan tersebut saat julian sudah mendengarnya.
Julian pun menuju perpustakaan dimana ariana sedang menunggunya. Saat akan sampai julian melihat bima juga yang akan menuju ke perpustakaan itu.
Julian pun berinisiatif untuk bisa mendekatkan ariana kembali dengan bima. Selama dua minggu ini julian melihat bima yang sering mabuk-mabukan saat malam dan tak semangat untuk mengajar kelasnya.
"Eheemm, pak bima mau masuk ? Di dalam sana ada ariana. Mungkin ini waktu yang tepat untuk bapak bisa mendekatinya kembali" ucap julian saat bima sudah berada di dekatnya.
Bima pun hanya diam dan tak ingin menjawabnya. Ada rasa ingin sekali untuk menemuinya, tapi bima berfikir mungkin ariana akan menghindarinya lagi saat sudah melihat nya.
Bima pun memutar balikkan tubuhnya. Dan akan pergi, tapi saat itu juga julian menghentikan langkahnya.
"Pak tolong, jangan seperti ini. Saya tau bapak setiap malam selalu mabuk-mabukan karena ariana menolak kehadiran bapak lagi. Tapi saya mohon ini juga demi kebaikan kalian berdua. Saya akan coba bicara dengan ariana jika dia terus saja menghindari bapak" ucap bima menasehati.
Julian kasihan melihat bima saat itu. Jadi dia relakan saja ariana terus bersamanya. Julian tidak egois sama sekali saat merelakan wanita yang di cintainya bersama dengan orang lain.
Flashback On
Flashback Off
Bima pun akhirnya masuk kedalam perpustakaan itu atas permintaan julian. Dadanya sesak saat melihat wanitanya duduk sendiri termenung didalam sana. Kakinya tak mampu menopang tubuhnya lagi. Dunia seakan runtuh rasanya.
Ingin sekali bima memeluk dan menghujani kecupan di wajah ariana. Tapi dia tak mampu dengan itu semua, dia takut ariana akan menolaknya lagi.
Saat bima sudah di belakang ariana, Ariana pun merasakan ada getaran hebat didalam tubuhnya. Dia merasa orang yang dicintainya ada di belakangnya saat ini.
__ADS_1
Ariana tak ingin menoleh ke belakang, Dia sendiri takut jika itu benar. Ariana masih saja terbayang-bayang kejadian dua minggu yang lalu saat di taman.
Hati ariana sedikit tergores juga saat dirinya menolak akan kehadiran bima lagi dalam kehidupan nya. Tapi Dia selalu benci dan kecewa saat mengingat hari itu.
Perlahan bima mendekat dan berbisik di telinga ariana.
"Hai sayang.. tidak kah kau merindukan ku ? Maafkan aku .. maafkan aku atas kejadian hari itu" ucap bima dengan mengeluarkan air mata.
Debar jantung ariana pun semakin kencang ketika bima berucap di samping telinganya. Seketika sesak di dadanya kembali terasa. Air matanya pun menetes.
Bohong jika dia tak merindukan nya, Ariana sangat dan sangat merindukan kehadiran bima. Candaan yang pernah bima buat, jalan-jalan bersama di pusat perbelanjaan kota dan lainnya.
Perpustakaan itu sedikit sepi, dan saat itu ariana sedang duduk di pojok ruangan dengan meja dan kursi yang disediakan.
Bima pun langsung saja memeluknya dari belakang dan menghujani kecupan di atas kepalanya.
Ariana pun semakin terisak saat itu. Yah .. pelukan itu .. pelukan itulah yang dia rindukan. Pelukan yang selalu menenangkan.
"Maaf sayang .. maafkan aku" ucap bima lagi.
Ariana pun hanya mengangguk dan memutar tubuhnya. Bima pun semakin erat memeluknya dan masih terus saja menghujani kecupan di keningnya.
Setelah ariana tenang dan tak terisak oleh tangisannya lagi bima pun bersimpuh dihadapannya.
"Bulan depan aku akan melamarmu, Aku akan mempersiapkan semuanya. Minggu depan kita persiapkan penerbangan kita ke indonesia untuk menemui kedua orang tuamu sayang" ucap bima dan di angguki oleh ariana.
__ADS_1
Sekali lagi mereka berdua berpelukan. Melepas rindu yang terhalang oleh keegoisan ariana yang tak ingin menemuinya.