Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 64


__ADS_3

Di kota changi bay singapura,


Jefri membereskan apartemen miliknya sebelum dia pergi ke kampus. Dia menyiapkan sarapannya sendiri, karena saat ini jeff sedikit malas sarapan ke kantin kampus.


Dering ponselnya berbunyi, jeff yg berada di dapur berlari ke dalam kamarnya. Saat sampai di dalam kamar, jeff melihat siapa yg menelepon nya pagi-pagi buta seperti ini.


Tertera nama dimas disana, jeff pun mengangkatnya.


"Morning brother ?" Ucap dimas menyapanya.


"Yaa, ada apa kau menghubungi ku sepagi ini ?" Tanya jeff dingin.


"Wow, kulkas 7 pintunya mulai menyala rupanya" Ejek dimas.


"Jika tidak ada lagi yg ingin kau bicarakan, aku tutup saja" Ancam jeff tak mau kalah dengan ejekan dimas.


"Sorry .. sorry brother. Ada yg ingin aku tanyakan" Terang dimas kemudian.


"Hem, katakan !" Pinta jeff yg sudah tidak sabar dengan penjelasan dimas.


"Apakah ariana atau zein sudah mengabarimu, bahwa mereka akan menikah ?" Ucap dimas.


"Apa, menikah ? Secepat itu ?" Terkejut jeff.


Pasalnya kemarin ariana baru memberitahunya jika dia di jodohkan. Dan kenapa saat ini kabar terbarunya dia akan menikah.


"Santai bro, kau terlihat terkejut sekali" Ucap dimas.


"Aku tidak menyangka saja akan secepat ini. Ariana masih kuliah dim, bagaimana bisa dia akan melangsungkan pernikahan" Jawab jeff yg sedikit menunjukkan rasa tidak sukanya.


"Huhh, aku juga tidak tau. Kita suport saja untuk keduanya" Ucap dimas santai.


"Tidak .. tidak, ini tidak boleh terjadi" Jawab jeff menolak.


"Kamu kenapa jeff ? Bukannya ini yg terbaik untuk ariana" Ucap dimas dengan nada penuh penekanan.


"Apakah kamu tau dim perasaanku bagaimana saat ini, hah ?" Sarkas jeff.


Dimas pun seketika membungkam mulutnya. Dimas lupa jika jeff juga mencintai ariana. Dimas lupa jika kedua temannya ini sama-sama mencintai ariana. Bodohnya dimas berucap seperti itu di sambungan teleponnya.

__ADS_1


"Maaf jeff, aku lupa akan hal itu. Lalu kamu ingin seperti apa untuk kelanjutannya ?" Tanya dimas kemudian.


"Aku juga bingung, posisiku saat ini bukan siapa-siapa ariana. Dan aku tidak memiliki hak untuk itu" Jawab jeff melemah.


"Jeff, aku berharap tidak ada permusuhan diantara kalian. Zein juga sahabatmu, dia yg selalu menolong kita saat-saat yg sulit" Nasihat dimas.


"Ya, aku tau itu. Tetapi apakah aku akan ikhlas dengan ini semua ? Apakah aku siap melepas ariana dengan sahabatku sendiri ? Apakah aku siap melepas gadis kecil kesayanganku Dulu ? Rasanya aku tidak sanggup dim" Terang jeff menitihkan air matanya.


"Kamu pria baik jeff. Aku pastikan jika kamu akan mendapatkan wanita baik selain ariana, Percayalah !" Hibur dimas yg merasa kasihan dengan jeff.


"Jika kamu merasa tidak nyaman, hubungi aku. Aku akan siap membantu, sebisaku. Oh iya, tate ayu menitip pesan kepadaku. Jika kamu punya waktu, hubungi dia jeff. Jangan abaikan mamamu" Ucap dimas lagi.


"Hem, terima kasih dim" Jawab jeff masih dalam kesedihan nya.


Jeff mematikan panggilannya sepihak. Dia masih meratapi semua jalan kehidupannya. Menurut jefri, dalam kehidupannya dia tidak selalu bahagia. Ujian kehidupannya silih berganti.


Jeff memutuskan untuk membersihkan dirinya. Kepalanya sedikit pusing saat ini. Mungkin setelah ini jeff harus benar - benar merelakan ariana.


Kucuran air shower membasahi tubuhnya. Saat ini jeff sudah benar - benar larut dalam kesedihan nya. Hari ini dia tidak ingin pergi ke kampus.


Satu jam kemudian, jeff baru keluar dari kamar mandi. Tubuhnya menggigil, wajahnya sedikit pucat. Jeff mengganti bajunya dan mengeringkan rambutnya.


"Apakah harus sesakit ini saat mendengarkanmu akan menikah dengan sahabatku sendiri ? Jujur aku tidak sanggup melihatmu berdampingan dengannya ariana" Gumam jeff.


Dering ponselnya berbunyi, dan mengejutkan jeff yg sedang melamun. Jeff mengangkatnya setelah menggeser tanda hijau di layar ponselnya.


"Morning kak ardan ?" Sapa antusias ariana.


"Hem, ada apa queen ?" Tanya jeff dengan suara megigilnya.


"Kak, kamu kenapa ? Kak ardan sakit ?" Panik ariana saat mendengar suara jeff yg tidak baik - baik saja.


"Ti-dak .." Terbata jeff lalu ponselnya terjatuh ke lantai. Jeff sudah tidak sadarkan diri.


"Kak .. kak ..?" Panggil ariana berulang kali.


"Kak, bicaralah ? Kak ardan baik - baik saja kan ?" Teriak ariana.


Ariana sangat panik. Dia mematikan panggilannya dan menghubungi julian. Saat sambungannya terangkat ariana langsung mengatakan yg terjadi dengan jefri.

__ADS_1


"Kak tolong aku ?" Ucap ariana dengan paniknya.


"Kamu kenapa arin ?" Tanya julian bangkit dari duduknya saat berada di taman kampus.


"Kak, tolong cek kak jeff di apartemen nya. Sepertinya dia tidak baik - baik saja" Pinta ariana.


"Ada apa dengan jefri ?" Bingung julian yg tidak mengerti maksud ariana.


"Aku juga tidak tau kak, saat aku menghubunginya. Tiba - tiba panggilannya tidak ada ucapan apapun yg keluar dari mulutnya. Tolong kak bantu aku" Isak ariana kemudian.


"Oke baiklah aku akan kesana sekarang" Jawab julian dan mematikan panggilannya.


Julian menuju parkiran dan mengambil motornya. Dia melaju dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai. Julian juga memiliki firasat tidak baik dengan jefri saat ini.


Sekitar 15 menit akhirnya dia sampai di tempat parkir apartemen. Julian segera berlari masuk ke dalam dan menuju lift untuk naik ke unit milik jefri.


Denting lift terbuka, julian berlari kembali. Dan saat sampai di depan pintu apartemen, julian memencet dan mengetuk pintu berulang kali.


Kepanikan dan kekhawatiran menjalar di seluruh tubuh julian. Dia meminta bantuan kepada cleaning servis yg lewat untuk membantu meminta card access cadangan kepada resepsionis di bawah.


Cleaning servis itu pun berlari setelah mendapatkan card access dan memberikan kepada julian. Julian membuka pintu menggunkan card access yg di berikan kepada nya. Lalu berteriak di dalam unit ruangan jefri.


"Jeefff ... Jeff ... kamu dimana ?" Teriak julian.


Julian melihat ke dapur, tapi tidak ada. Filingnya mengatakan jika jeff berada di kamarnya. Julian menaiki anak tangga menuju lantai dua. Dia membuka pintu kamar yg tidak di kunci dari dalam. Dan betapa terkejutnya dia melihat jeff pingsan di samping ranjangnya.


Ponsel milik jeff juga tergeletak sembarangan di sana. Julian berlari dan menghampiri nya.


"Jeff bangun, bangunlah .." Ucap julian dengan sejuta kepanikannya.


Diapun menelepon resepsionis di lobby bawah untuk meminta bantuan. Dan setelah menunggu lima menit, bantuan datang dan membawa jefri turun untuk di lari kan ke rumah sakit.


Julian mengikuti mobil ambulance yg membawa jefri. Dia sangat panik saat ini, benar ucapan ariana jika jefri tidak sedang baik - baik saja.


Saat mobil ambulance sampai di lobby rumah sakit mereka membawa jefri masuk ke dalam ruang IGD. Julian memarkirkan motornya dan berjalan ke arah resepsionis untuk mengisi data diri jefri.


"Semoga saja kamu tidak kenapa-kenapa jeff" Gumam julian di dalam hatinya.


Julian mengirim pesan singkat kepada ariana untuk memberitahukan keadaan jefri saat ini.

__ADS_1


"Jeff pingsan di dalam kamar apartemen nya, saat ini aku sudah melarikan nya ke rumah sakit terdekat" Isi pesan julian.


__ADS_2