
Changi Airport Singapura
"Kita berpisah disini, semoga penerbangan kita tidak ada kendala. Jaga dirimu baik - baik queen. Kabari aku jika sudah sampai" Pesan jefri sebelum masuk ke bagian imigrasi.
"Yaa kak, kak ardan juga hati - hati. Salam untuk om dan tante disana. Apapun keadaannya saat ini, kak ardan harus bisa suport tante ayu" Jawab ariana menasehati.
"Hem, aku akan ingat kata - katamu" Ucap jefri dan memeluk ariana setelah itu melepaskannya.
"Jaga dia selalu zein, aku sudah mengikhlaskan nya untuk mu" Pinta jefri kepada sahabatnya.
"Baik, aku akan menjaganya dengan semua kemampuan ku" Jawab zein lalu memeluknya.
Mereka bertiga berpisah di terminal imigrasi untuk menuju pesawat masing - masing. Perbedaan keberangkatan pesawat jefri dan zein ariana hanya 20 menit saja.
Jefri hanya mendesah pelan saat sudah berada di dalam pesawat. Bukan kabar yg seperti ini, yg jefri harapkan. Dia ingin kedua orang tuanya dalam keadaan baik - baik saja.
"Maafkan aku dad, selama ini aku masih terus membencimu" Gumam hati jefri.
Dia mencoba memejamkan mata, untuk menghilangkan stres yg melandanya.
Di dalam pesawat lain, ariana hanya duduk termenung memikirkan jefri. Dia tidak tenang saat ini dengan perasaan nya. Ariana memiliki firasat buruk tentangnya.
Zein yg melihat gadisnya hanya diam membisu pun mulai menegurnya.
"Ada apa dear, hem ?" Tanya zein memegang tangan ariana.
__ADS_1
"Ah, itu kak ! Aku sedang memikirkan kak ardan" Jawab ariana gugup.
"Kenapa ? Dia baik - baik saja dear, percayalah !" Ucap zein menenangkan.
"Ya kak semoga saja, hati ku mengatakan jika dia tidak baik - baik saja kak" Jelas ariana dengan semua kepanikannya.
"Tenangkan hatimu. Do'akan dia yg terbaik, semoga penerbangan nya tidak ada kendala dan selamat sampai tujuan" Ucap zein meyakinkan.
"Hem.. " Jawab singkat ariana.
Zein hanya diam setelahnya, dia juga memiliki firasat yg tidak baik dengan jefri saat ini. Zein tak ingin mengatakan nya kepada ariana, takut jika dia semakin khawatir.
"Tidurlah dear, kamu pasti lelah. Perjalanan kita masih lama" Pinta zein dan di angguki oleh ariana.
Jakarta Indonesia
"Apa anda keluarga pasien nyonya ?" Tanya seorang dokter, yg bernama alamsyah di name tag nya.
"Ya, dokter. Saya istri pasien" Jawab nyonya ayu beranjak berdiri dari kursinya.
"Baik, silahkan ikut ke ruangan saya. Ada yg ingin saya bicara kan kepada anda nyonya" Jelas dokter alamsyah dan berjalan menuju ruangannya dan di ikuti oleh nyonya ayu di belakangnya.
Setelah sampai di ruangan dokter alamsyah, nyonya ayu di persilahkan untuk duduk.
"Silahkan duduk nyonya" Pinta dokter alamsyah.
__ADS_1
Nyonya ayu pun duduk di kursi depan yg tersedia, lalu mencoba menanyakan kepada dokter yg menangani suaminya itu.
"Bagaimana keadaan suami saya dokter ?" Tanya nyonya ayu yg sudah mulai penasaran.
"Begini nyonya, tuan wahyu terkena stroke. Mungkin gejalanya selama ini tidak begitu dirasakan. Jadi dia harus menggunakan kursi roda" Jelas dokter alamsyah.
"Apa dokter ? Apakah tidak bisa di sembuhkan ?" Tanya nyonya ayu.
"Butuh waktu lama nyonya untuk penyembuhan nya. Dan juga itu mukjizat dari tuhan jika memang dia bisa berjalan seperti sedia kala" Ucap dokter alamsyah.
Nyonya ayu pun tidak dapat membendung tangisan nya lagi. Dia menangis tersendu di dalam ruangan dokter itu. Bagaimana bisa dia melihat suaminya saat ini dalam keadaan stroke , apakah ini suatu hukuman untuknya karena dulu pernah mempermainkan kesetiaan nya.
Nyonya ayu hanya bisa menangis pilu. Dia berterima kasih kepada dokter alamsyah, dan keluar dari ruangannya.
Tuan wahyu sudah di pindahkan ke ruang perawatan untuk memulihkan kondisinya yg jatuh pingsan disaat perjalanan ke rumah sakit.
Nyonya ayu menuju ke ruang perawatan suaminya. Dia masuk ke dalam dan melihat kondisi suaminya yg terbaring lemah.
Nyonya ayu merogoh tasnya, untuk mengambil ponsel yg berada di dalam tas itu. Dia mencoba menghubungi dimas. Saat ini, dimaslah yg bisa di jangkaunya lebih mudah. Karena jefri sudah memberi tahu kalau dia akan terbang siang ini. Mungkin pesawatnya akan tiba Sore nanti.
"Hallo tante, ada apa ?" Tanya dimas saat panggilannya tersambung.
"Om wahyu masuk rumah sakit nak, bisakah kamu menemani tante disini ?" Pinta nyonya ayu.
"Apa ? Oke tante dimas akan kesana sekarang. Tante kirim saja alamat rumah sakitnya" Jawab dimas singkat dan menutup panggilan teleponnya.
__ADS_1
Nyonya ayu mengirim sharelok kepada dimas. Dan setelah itu dia menghubungi pelayan rumahnya untuk mengirimkan beberapa pakaian ganti dan selimut ke rumah sakit.