
Keesokan harinya
"Hari ini adalah awal dari sesuatu yang indah. Fajar baru dan awal yang baru. Eksploitasi dan taklukkan semua yang menghalangi jalanmu. Semoga apa yg kamu inginkan lekas terkabulkan. Good morning my queen" Isi pesan jefri
Ariana yg mendengar notifikasi dari ponsel miliknya pun, mulai mengerjabkan matanya. Dia pun melirik ke sekitar dan mulai mendudukkan dirinya.
Dia meraih ponsel diatas nakas, dan melihat siapa saja yg mengirim pesan kepadanya.
Banyak chat dari zein yg belum terbaca, satu pesan dari julian, dan satu pesan dari jefri. Ariana membuka pesan dari jefri yg sedikit menarik perhatian nya, lalu membaca dengan seksama.
Ariana tersenyum dengan kata - kata yg diucapkan oleh jefri. Lalu dia membaca pesan selanjutnya dari julian.
"Hai princess, tidakkah kau merindukan diriku" Isi pesan julian.
Ariana tertawa saat membacanya. Dan bergeser kembali membuka pesan dari zein yg sudah menumpuk begitu banyak.
"Arin ?"
"Hai, queen ?"
"Kau sudah tertidur ?"
"Kurasa begitu"
"Saat bangun esok nanti, kamu bisa menghubungi ku"
"Morning princess"
__ADS_1
"Kamu sudah bangun ?"
"Jangan lupa sarapan dan minumlah obatmu"
"Ganti perbanmu dengan yang baru"
"Jika kamu tidak bisa menggantinya sendiri hubungi aku, aku akan datang kesana untuk membantumu"
Ariana tersenyum senang melihat zein memperhatikan nya. Lalu dia pun menghubungi nya lewat panggilan video. Dan setelah menunggu 30 detik akhirnya zein mengangkatnya.
Ariana tersenyum mengawali percakapan di pagi hari ini.
"Morning princess, kamu baru bangun ?" Tanya zein yg sudah terlihat rapi dengan stelan kantornya.
"Hem kak, kak zein akan pergi ke kantor ?" Tanya balik ariana.
"Tidak inginkah kak zein mampir kesini ?" Ucap asal ariana.
"Kamu tidak keberatan aku berkunjung kesana ?" Tanya zein.
"Tidak" Jawab singkat ariana.
"Oke baiklah. Setelah sarapan aku berangkat ke apartemen" Ucap zein kemudian.
Ariana pun mengangguk dan tersenyum senang. Dia pun mematikan panggilan nya. Lalu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat berada di kamar mandi, ariana sedikit kesulitan memposisikan tangannya yg terbalut perban.
__ADS_1
Perlahan dia mengguyurkan badannya di bawah kucuran air shower lalu menyabunnya dengan perlahan area yg tidak terbalut perban.
Ariana tidak ingin berlama-lama. Setelah itu dia mengganti pakaiannya. Ariana mendesah saat kesulitan memakai gaunnya. Diapun memaksa memasukkan tangannya di gaun itu dan ..
"Aaahhhh ..." Ringis ariana kesakitan saat tangannya sudah berhasil masuk.
Darah segar merembes di perban yg membalut lukanya. Dia juga tau jika lukanya sedikit basah dan sudah pasti akan seperti itu jadinya.
Dua menit kemudian pintu apartemen pun berbunyi. Ariana segera berlari turun ke lantai bawah dengan rambut masih di gulung belum tertata.
Ariana membuka pintu dan zein pun di persilahkan masuk ke dalam. Pandangan mata zein tertuju pada perban ariana yg terlihat berwarna merah. Dia mendekat dan mengangkat pergelangan tangannya.
"Kenapa ada darah disini, kau terluka lagi arin ?" Tanya zein perlahan.
Ariana tidak berani menjawab apa yg telah terjadi kepadanya. Sangat malu untuk dia mengatakannya kepada zein.
"Kita duduk, aku akan membatu mengganti perbannya" Ucap zein kemudian saat ariana tak ingin menjawab pertanyaan nya.
Zein mengambil kotak P3K di lemari yg tersedia, di sisi dapur. Lalu dia duduk di samping ariana. Zein membuka perlahan perban itu terlihat sekali darah segar mengalir di sana.
"Kenapa lukanya masih membasah seperti ini arin ? Kamu tidak meminum obat dan memberinya salep sebelum tidur kemarin ?" Tanya zein penasaran.
"Maaf kak, aku sudah larut dalam tidur ku. Sedari siang kemarin aku tidur dan baru bangun tadi pagi" Jelas ariana.
"Kamu tidak boleh melalaikan obat yg di berikan oleh dokter. Luka ini nantinya tidak akan sembuh atau bisa jadi bertambah parah, jika kamu tidak meminum obat dan memberi salep di atas lukanya" Ucap zein memberi pengertian.
Ariana hanya diam saja, benar ucapan zein jika luka tidak segera diobati. Maka akan bertambah parah ke depannya.
__ADS_1
Zein dengan telatennya membersihkan darah yg mengalir di sana dan memberi alkohol untuk menghilangkan bakteri yg ada. Stelah itu memberikan salep yg sudah di sarankan oleh dokter.