Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 55


__ADS_3

Singapura


Julian dan jefri masih sibuk di dalam kelasnya masing-masing. Hari ini mereka berdua akan merencanakan lagi konsep yg terlihat kurang dan akan mempersiapkan segala kematangannya untuk segera mendirikan kafe yg di inginkan.


Saat ini jefri masih di dalam kelasnya. Sebenarnya dia sangat malas sekali mengikuti kelas hari ini. Dan kelas yg di ikuti oleh jefri adalah mata kuliah profesor bima yaitu mantan ariana.


"Kenapa lama sekali sih memberi tugasnya, aku sudah tidak sanggup lagi berlama-lama melihatnya" Gumam hati jefri.


Bima sudah mulai aktif kembali mengajar di kampus. Hari ini dia akan berencana menanyakan keberadaan ariana lagi kepada jefri.


Bima ingin jika masalah nya tidak berlarut - larut seperti ini. Setiap saat dia selalu di hantui rasa bersalahnya karena berselingkuh di belakang ariana.


Bima pun mengakhiri mata kuliah hari ini dan membereskan buku-buku di atas mejanya. Lalu dia segera keluar dan menunggu jefri di depan kelas tersebut.


Para mahasiswa dan mahasiswi pun satu per satu sudah mulai keluar dan sesekali menyapa bima yang masih berada di depan kelas itu.


Beberapa menit dia menunggu, akhirnya jefri pun keluar dan langkah kakinya di hentikan oleh bima.


Jefri pun mendesah pelan dan memutar bola matanya jengah melihat sikap bima yg masih saja ingin berusaha menanyakan keberadaan ariana.


"Tunggu jef ..?" Pinta bima.


"Hem, ada apa prof anda memanggil saya ?" Tanya jefri dengan nada dinginnya.


"Tolong beri tahu saya, saat ini arin berada di mana ?" Mohon bima dengan mengatupkan kedua tangan di depan dadanya.


"Saya sudah bilang kepada anda, apa peringatan kemarin yg saya berikan masih belum cukup untuk anda ?" Tanya balik jefri menekan di akhir kalimatnya.

__ADS_1


"Saya hanya ingin meminta maaf kepadanya jef, dan setelah itu saya berjanji tidak akan mengganggu nya kembali" Jelas bima dengan suara melemah.


"Omong kosong, ariana sudah tidak ingin berbicara dengan anda lagi. Dan saya harap anda tidak menanyakan lagi keberadaan nya saat ini" Ucap jefri dan berlalu meninggalkan bima begitu saja.


Jefri pun menuju kantin untuk menunggu julian disana. Saat sampai disana pun dia memesan makan dan minum.


Banyak para mahasiswi dan mahasiswa yg mulai membicarakan tentang dirinya, bima, julian dan ariana. Mereka mulai menatap jefri dengan pandangan aneh.


"Ariana yg selingkuh dengan jefri dan julian"


"Tapi sepertinya ariana wanita baik-baik"


"Tidak mungkin jika profesor bima berbuat jahat kepadanya"


"Jefri sangat munafik sekali"


Jefri pun hanya mendesah pelan saat mendengan ucapan mahasiswa dan mahasiswi yg berada di sekelilingnya, lalu dia pun menggebrak meja yg berada di depannya.


Bruuaakk ....


"Jika kalian tidak ada yg diam, dan masih terus membicarakan kami tanpa tau masalahnya maka kalian semua yg ada disini bisa meminta penjelasan kepada profesor bima saja. Disini yg terluka ariana buka profesor kesayangan kalian" Lantang jefri.


Lantas para mahasiswi dan mahasiswa itu pun saling pandang dan berbicara satu sama lain.


Setelah mengatakan itu jefri pun duduk kembali dan menunggu julian. Minuman dan makanan yang di pesan telah datang. Dia pun mulai menyibukkan diri menyantap makanannya dan tidak memperdulikan di sekitarnya lagi.


Beberapa menit saat jefri masih sibuk dengan makanannya panggilan masuk ke ponsel milik jefri pun berdering. Dia melihat siapa si pengganggu saat jefri sedang menikmati makanannya.

__ADS_1


Tertera nama "Ariana" disana, jefri menggeser tombol hijau yg tertera di layar dan menempelkan ponsel ke telinganya.


"Hai queen, ada apa hmm ?" Tanya jefri mengawali.


"Hallo kak ardan, apakah aku menunggu mu ?" Tanya balik ariana.


"Tidak, katakan apa yg ingin kamu tanyakan ?" Terang jefri membaca pikiran ariana di seberang sana.


"Kak aku bingung, bisa kah kak ardan memberi saran untuk ku ?" Desah ariana.


"Saran untuk apa queen ?" Tanya jefri penasaran.


"Kakak berjanji tidak akan marah kepada ku ?" Sungut ariana dan bingung ingin memulai ceritanya dari mana.


"Alasan apa untuk aku memarahi mu queen, ceritakan saja perlahan. Aku akan mendengar kan mu" Jawab jefri santai dan sesekali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Hmm .. Papa menjodohkan ku dengan kak zein, kak" Ucap ariana kemudian.


Reflek saja jefri tersedak oleh makanan nya dan terbatuk - batuk.


"Kak ardan tidak apa-apa kan ?" Tanya ariana khawatir saat mendengar jefri terbatuk-batuk.


Jefri sudah meminum, minuman yg berada di hadapannya untuk melancarkan tenggorokan nya lagi.


"Ya, aku baik-baik saja. Kenapa semendadak ini queen ?" Tanya jefri sedikit salah tingkah mengucap kan nya.


"Aku juga tidak mengetahui alasannya kak, tetapi minggu depan papa dan mama berencana akan terbang kemari" Jelas ariana.

__ADS_1


Jefri tidak menjawab lagi apa yg di ucapkan gadis kecilnya. Tangannya mengepal erat, entahlah perasaan benci mulai mengakar di balik hatinya.


__ADS_2