Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 83


__ADS_3

Zein juga ariana sudah melahap makanan yang di pesannya, begitu juga arata. Mereka menikmati makanan tanpa ada obrolan yg menemani. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yg mengiringi sunyinya ruang makan vip itu.


Kebetulan sekali restoran malam ini cukup ramai. Jadi zein memutuskan untuk memilih ruangan khusus.


"Kamu tidak mau tambah lagi dear ?" Tanya zein setelah menuntaskan makanannya.


"Ahh, tidak - tidak kak. Ini sudah membuat perutku penuh" Tolak ariana.


Arata hanya tersenyum saja mendengar penolakan ariana. Arata juga sudah menyelesaikan makannya. Zein meminta bill kepada pelayan dan memberikan kartu kreditnya.


"Setelah ini, kamu tidak ingin membeli apa-apa lagi kah dear ?" Tanya zein.


"Tidak kak, langsung pulang saja" Jawab ariana dengan malas nya.


"Oke baiklah" Ucap zein dan beranjak dari tempat duduknya setelah mendapatkan kartu kreditnya kembali.


Mereka keluar dari ruang vip itu, menuju ke tempat parkir yg tersedia. Langkah ariana sedikit malas karena terlalu kenyang.


"Mau aku bantu ?" Tanya zein yg melihat ariana tak bersemangat untuk berjalan.


"Tidak perlu kak, aku bisa sendiri" Jawab ariana singkat.


Mereka masuk kedalam mobil, dan arata langsung saja menancapkan pedal gas nya. Ariana sudah dalam mode mengantuk, dia menyandarkan kepalanya ke pundak zein.


Zein hanya tersenyum saja melihat ariana yang langsung tertidur pulas. Arata yg melirik dari kaca sepionnya ikut tersenyum ketika melihat nonanya sudah tertidur.


Zein meminta kepada arata untuk langsung saja ke mansion utama. Dia tidak mungkin membawa ariana ke dalam apartemen nya, disaat ariana sedang tertidur.


"Kita ke mansion utama saja araya!" ucap zein.


"Baik tuan" Jawab singkat arata.


Notifikasi ponsel milik zein pun berbunyi, itu menandakan bahwa ada pesan masuk. Zein merogoh saku celananya dan melihat siapa yg mengirim pesan kepadanya, tertera nama "Papa" disana.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah tiba zein?" Isi pesan tuan malik.


"Ya pa, kami sedang menuju ke mansion saat ini?" Jelas zein dengan membalas pesan papanya.


Beberapa menit kemudian akhirnya mobil yang di kemudikan araya masuk ke gerbang utama mansion. Para penjaga pun dengan sigab membuka pintu gerbang itu.


Mobil terparkir di depan mansion. Zein membuka pintu dan mengangkat ariana untuk masuk ke dalam. Arata membantu untuk membuka pintu mansion itu.


Tuan malik yg berada di ruang tamu mengeryitkan dahinya saat ada seseorang membuka pintu tanpa permisi dahulu. Lantas dia beranjak dari tempat duduknya dan melihat ke arah pintu utama mansionnya.


"Ahh kamu zein, papa kira siapa yg datang! Ada apa dengannya ?" Ucap tuan malik dan melihat ke arah ariana yg sedang digendong olehnya.


"Dia tertidur dalam perjalanan pulang pa. Kami mampir dulu tadi ke restoran untuk makan malam" Jelas zein dan betanjak naik ke lantai dua.


"Biarkan dia tidur di kamarmu saja. Kamu saja yg tidur di ruang tamu" Pinta tuan malik saat zein sudah di sepertiga anak tangga.


"Ya pa.." Jawab singkat zein.


Zein sedikit kesusahan ketika membuka pintu kamarnya. Dengan susah payah akhirnya dia bisa membuka pintu itu dan masuk ke dalam kamarnya.


Zein membersihkan tubuhnya yg berkeringat terlebih dahulu. Setelah itu perpindah ke kamar tamu untuk beristirahat.


Jakarta Indonesia


"Ayo kita kembali jeff. Mungkin saja momen and dad sedang mencarimu" Saran dimas yg sudah sangat lama di atas rooftop itu.


"Aku masih ingin disini dim, kamu bisa kembali lebih dulu ke dalam sana" Jawab jefri dengan menerawang ke arah langit bertabur bintang.


"Hahh .. baiklah. Aku kembali dulu kesana, setelah kamu puas berada disini. Kembalilah..!" Ucap dimas dan beranjak dari duduknya.


"Hem.." Jawab singkat jefri.


Flashback On

__ADS_1


Beberapa jam yang lalu setelah kepergian jefri dan dimas, tuan sean tiba di rumah sakit.


"Assalamualaikum.." Ucap tuan sean setelah mengetuk pintu ruang perawatan tuan wahyu.


"Waalaikumsalam.." Jawab semua yg ada disana.


Tuan sean menghampiri tuan wahyu yg berada di atas ranjangnya. Nyonya ayu dan nyonya susan hanya tersenyum ketika melihat tuan sean yg masuk.


"Bagaimana mas keadaannya saat ini ?" Tanya tuan sean dan duduk disamping tuan wahyu.


"Ya seperti yang kamu lihat sean, aku tidak bisa bergerak. Hanya bisa berbaring seperti ini" Jawab tuan wahyu dengan sendu.


"Tidak masalah mas, masih banyak pengobatan yg bisa membuatmu normal lagi seperti sediakala" Hibur tuan sean.


"Hem, kamu benar. Mungkin ini karma untukku sean..!" Ucap tuan wahyu.


"Mas wahyu jangan begitu, ini adalah ujian dari tuhan. Kita hanya menjalaninya saja. Dan satu lagi, kita tidak boleh menyerah mas. Yakinlah kamu pasti sembuh" Yakinkan tuan sean untuk memotivasi tuan wahyu.


"Ya, semoga saja seperti itu sean" Jawab tuan wahyu singkat.


"Ini anak-anak kita, pada kemana mbak ?" Tanya tuan sean mengarah ke nyonya susan.


"Oh, dimas dan ardan tadi sedang keluar sebentar katanya" Jawab nyonya ayu.


"Ya baiklah. Mbak ayu sehat kan ?" Basa - basi tuan sean.


"Alhamdulillah baik sean" Jawab singkat nyonya ayu dengan senyumnya.


"Papa tadi kesini di antar supir atau bagaimana ?" Tanya nyonya susan kemudian.


"Papa bawah mobil sendiri ma, kenapa ?" Jawab tuan sean.


"Ah tidak ada apa-apa. Kalau begitu telepon saja pak darto untuk kembali lebih dulu ke rumah" Suruh nyonya susan.

__ADS_1


"Ya baiklah" Jawab singkat tuan sean dan beranjak sedikit menjauh dari tuan wahyu.


Flashback Off


__ADS_2