
Satu jam perjalanan akhirnya bima dan ariana sampai di tempat parkir tugu monas itu. Mereka turun dan berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih.
Banyak orang yang takjub dengan pasangan ini, Ariana yang memang cantik dan bima dengan wajah blasteran singapura china itupun menjadi sangat tampan saat di pandang mata.
Bima terus menggandeng tangan ariana tanpa ingin melepas kan nya. Dan saat sedang berjalan beriringan ada seseorang yang merasa kenal dengan ariana, lalu menyapanya.
"Ariana ...?" Panggil Feli dengan kencang supaya ariana dapat mendengar nya.
Ariana yang mendengar namanya di panggil seseorang, lantas iapun mencari sumber suaranya.
Feli pun melambaikan tangan nya dan tersenyum kepada ariana. Ariana pun membalas senyumnya dan mengajak bima untuk menghampiri nya.
"Hai arin, bagaimana kabarmu. Kapan kau kembali ke indonesia ?" tanya feli dengan menjabat tangan nya.
"Alhamdulillah baik fel, kemarin aku datang. Kabarmu sendiri bagaimana, kau terlihat beratambah chubby saja" tawa ariana berbasa-basi.
"Kau selalu saja mengejek ku arin. Oh iya dia siapa ?" tanya feli yang melihat laki-laki yang terus berada di sisi ariana.
"Ah dia kekasihku, mungkin sebentar lagi akan menjadi calon imam ku. Kenalin ini kak bima, dan ini feli teman seperjuangan ku saat sekolah menengah atas" jawab ariana dan memperkenalkan kepada sahabatnya.
__ADS_1
"Bima .."
"Feli.."
Mereka pun menjabat tangan dan tersenyum.
"Oke arin, aku harus melanjutkan tugas ku. Jangan lupa kabar baiknya aku tunggu dan selamat bersenang-senang kalian. Bye .. bye .. sampai ketemu lagi" ucap feli dan di angguki oleh bima dan ariana.
"Pasti, Selamat menjalankan tugas" lambaikan tangan ariana kepada feli.
Setelah itu bima dan feli menyusuri tugu monas itu sambil mengabadikan momen-momen indah mereka berdua.
Tibalah pesawat jefri dan kini zein sudah menunggu di terminal kedatangan bandara tersebut.
Saat melihat jefri, zein pun melambaikan tangannya. Jefri pun mendekat dan memeluk sahabatnya itu.
"Selamat datang kembali jef di negara ini, kau sedikit terlihat tampan rupanya" gurau zein dengan tersenyum kepada jefri.
"Kau bisa saja. Ayo kita menuju ke apartemen dulu, rasanya aku ingin segera membersihkan diri dan setelah itu kita makan siang" Jawab jefri dan di angguki oleh zein.
__ADS_1
Mereka berdua pun menuju mobil zein yang terparkir di lobby utama. Setelah memasukkan koper milik jefri zein melaju mengendarai mobilnya menuju ke apartemen yg akan di tempati oleh jefri.
Tidak membutuhkan waktu lama karena mereka menggunakan jalan tol agar lebih cepat sampai. Sekitar 25 menit mereka tiba di apartemen milik zein.
Zein memarkirkan mobilnya di baseman, dan menurunkan koper milik jefri. Setelah itu mereka menaiki lift untuk menuju ke unit milik zein.
Pintu lift terbuka dan mereka berjalan untuk menuju kamar apartemen milik zein. Zein pun membuka pintu menggunakan card access dan pintu pun terbuka lebar.
"Silahkan masuk bro, kau tinggal di apartemen ku saja. Disini ada dua kamar dan itu yang akan kau tempati" tunjuk zein kamar milik jefri.
"Oke terimakasih sudah memberikan aku tumpangan selama di sini. Aku masuk dulu, rasanya tubuhku sudah lelah ingin mandi" jawab jefri menaiki tangga menuju kamar miliknya.
"Oke baiklah, aku akan menghubungi dimas sekarang" ucap zein dan berlalu menuju balkon apartemen nya.
Setelah sambungan telpon terhubung zein pun berbicara.
"Hai dim, kau ada dimana. Jeff sudah sampai dan dia sedang mandi sekarang.." ucap zein.
"Oke baiklah aku akan segera kesana" jawab dimas dan mematikan panggilan telpon nya begitu saja.
__ADS_1