Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 75


__ADS_3

Jakarta indonesia


"Hallo tante ayu ?" Ucap dimas di panggilan teleponnya.


"Ya, ada apa dimas ?" Tanya nyonya ayu.


"Bisakah kita ketemu tan, ada yg ingin dimas bicarakan ?" Pinta dimas.


"Oke, kita bertemu di cafe biasanya saja" Jawab nyonya ayu.


"Siap tante, saya berangkat sekarang" Ucap dimas dan mematikan panggilan teleponnya.


Sekitar 35 menit, mobil yang di tumpangi oleh dimas pun sampai di tempat parkir cafe. Dimas turun dan berjalan masuk ke dalam cafe tersebut. Pandangannya menyapu ke arah sekitar, akhirnya dimas menemukan nyonya ayu yg duduk sendiri di sebelah kanan. Dimas pun menghampiri nya lalu menyapa.


"Siang tante, maaf menunggu lama" Sapa dimas dengan menjabat tangan mama jefri.


"Tidak masalah nak, tante juga baru saja tiba" Jawab nyonya ayu.


"Ada apa sebenarnya, sampai kamu mengajak tante untuk bertemu disini ?" Tanya nyonya ayu ke intinya saja.


"Begini tante, 2 hari yang lalu ardan masuk rumah sakit.." Ucap dimas dan langsung di potong oleh nyonya ayu saat belum menyelesaikan ucapakannya.


"Apa ..? Kenapa kamu baru memberi tahu tante dimas. Saat ini bagaimana keadaannya ?" Panik nyonya ayu.


"Dia sudah baik - baik saja tante. Dan saat disana ardan meminta dimas untuk memberi tahu tante. Dia ingin memperbaiki semuanya" Lanjut dimas.


"Ya nak, sudah seharusnya jefri kembali lagi berkumpul dengan kami" Jawab nyonya ayu merasa terharu.


"Dimas akan meminta ardan untuk terbang ke jakarta jika keadaannya sudah sangat baik tante" Ucap dimas memberi saran.


"Tidak perlu nak, biarkan tante yg akan terbang kesana dengan om wahyu" Putus nyonya ayu.


"Saran dimas, untuk saat ini biarkan ardan bertemu dengan tante dulu ?" Pinta dimas karena dia sangat paham sekali dengan keadaan jefri.


"Oh, baiklah. Tante akan membicarakan ini dengan papa ardan nak. Terima kasih sudah memberitahu ardan dan menasehati nya" Jawab nyonya ayu.


"Sama - sama tante, dimas juga senang melihat ardan mau berkumpul lagi dengan keluarga nya" Ucap dimas dengan senyumnya.


"Ya nak, tante juga bersyukur sekali saat ini" Jawab nyonya ayu.


Setelah menyelesaikan perbincangan nya dengan nyonya ayu, dimas undur diri untuk kembali ke perusahaan nya.


"Kalau begitu dimas mau undur diri dulu tante, karena pekerjaan di kantor sedang menumpuk" Ucap dimas mengakhiri pembicaraan nya.

__ADS_1


"Ya nak silahkan, sekali lagi tante berterima kasih sama kamu" Jawab nyonya ayu dan beranjak berdiri dari duduknya untuk menyalami dimas.


"Sama - sama tante, jika nanti tante akan terbang ke singapura kabari dimas sebelumnya" Pinta dimas.


"Baik, tante akan menghubungi mu sebelum berangkat" Jawab nyonya ayu dan dimas pun keluar dari cafe untuk menuju tempat parkir.


Sekian lama menunggu, akhirnya nyonya ayu tidak sia - sia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan putranya lagi.


4 serangkai itu semua adalah anak tunggal tanpa memiliki saudara, kecuali dimas yg dulu pernah memiliki seorang adik perempuan dan meninggal setelah kecelakaan beruntun bersama papanya.


Nyonya ayu keluar dari cafe dan kembali ke kediaman nya. Dia akan memberi tahu papa jefri tentang masalah ini.


Sekitar 40 menit akhirnya mobil milik nyonya ayu pun sampai. Nyonya ayu pun turun dari mobil dan sang supir memarkirkan mobilnya di bagasi rumah mewah itu.


Nyonya ayu pun masuk ke dalam rumah nya dan mencari keberadaan suaminya. Dia berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Sampai di kamar, dia melihat suaminya terbaring lemah. Nyonya ayu pun berlari menuju ranjang king size nya. Dengan sangat panik dia mencoba menanyakan kepadanya apa yg terjadi dengan tuan wahyu.


"Papa kenapa ? Tadi pagi masih baik - baik saja" Ucap nyonya ayu duduk di samping ranjang.


"Entahlah ma, rasanya papa tidak bisa bergerak lagi. kaki dan tangan papa sudah mati rasanya" Jelas tuan wahyu.


Nyonya ayu pun menutup mulutnya, dia sangat syok dengan keadaannya sekarang. Dia pun mencoba memanggil pelayan dan memintanya untuk menyuruh penjaga rumah membantu membawa tuan wahyu ke mobil. Nyonya ayu akan membawanya ke rumah sakit saat itu juga.


"Pak, tolong lebih cepat lagi melajukan mobilnya" Pinta nyonya ayu.


"Baik nyonya" Jawab sang sopir dan melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan kencang.


Sekitar 20 menit akhirnya mobil pun sampai. Sang sopir membantu memindahkan tuan wahyu ke atas brankar ketika suster sudah siaga berada di depan pintu lobby.


Suster membawa tuan wahyu menuju ke ruang UGD. Nyonya ayu di larang masuk oleh perawat itu dan dia menunggu di depan ruangan UGD tersebut.


Akhirnya nyonya ayu pun menitihkan air matanya setelah merasa sudah tidak sanggup lagi menahannya. Dia mencoba menghubungi putra semata wayangnya untuk memberi tahu keadaan daddy-nya. Panggilan ke tiga, akhirnya jefri mengangkatnya.


"Hallo mom .." Ucap jefri di sebrang sana.


"Nak ... hikss .. hikss .. hikss" Tangis nyonya ayu yg tidak dapat dia tahan lagi.


"Ada apa mom, kenapa mommy menangis ?" Panik jefri.


"Daddy mu nak .." Ucap nyonya ayu tak bisa meneruskan ucapakan nya.


"Ada apa mom dengan daddy, katakan ?" Tekan jefri bertambah panik saat mendengar ucapan mommy nya yg terbata - bata.

__ADS_1


"Tangan dan kakinya tidak bisa di gerakkan. Saat perjalanan ke rumah sakit dia pingsan ardan. Pulanglah nak ..!" Jelas nyonya ayu yg kembali terisak.


"Baiklah mom, ardan akan berangkat sekarang" Ucap jefri dan mematikan panggilannya.


Dia memesan tiket pesawat siang ini juga. Jefri mencoba menghubungi zein dan ariana untuk berangkat bersama ke airport. Kebetulan sekali landing pesawat mereka sama, hanya beda beberapa menit saja.


"Ya jeff, ada apa ?" Ucap zein menerima panggilan telepon dari jefri.


"Aku ingin kita berangkat bersama ke airport" Jawab jefri to the point.


"Kamu mau ke mana jeff ?" Tanya zein mengeryitkan dahinya.


"Aku akan terbang ke jakarta siang ini juga. Daddy ku sakit" Jelas jefri kemudian.


"Ada apa dengan om wahyu jeff ?" Tanya zein sedikit khawatir.


"Aku akan menjelaskan nya nanti saat di perjalanan. Tunggu aku, aku akan mengemas pakaikan ku dulu" Putus jefri sepihak.


Dia sangat buru - buru saat ini. Jefri mengemas beberapa pakaiannya untuk di masukkan ke dalam koper. Tak lupa dia mengganti pakaiannya. Setelah semua selesai dia mengirim pesan kepada julian untuk menghendel semua pembangunan cafe milik mereka.


"Siang ini aku akan terbang ke jakarta, aku serahkan semua tugas kepadamu. Maaf telah merepotkan mu julio. Terima kasih" Isi pesan jefri.


Dia berjalan ke unit milik ariana dan zein pun juga mengeluarkan koper miliknya juga ariana.


"Kita berangkat sekarang" Ucap jefri singkat.


Mereka bertiga berjalan menuju lift untuk turun ke lobby. Jefri memesan taxi online untuk perjalanan nya menuju bandara. Dia tidak ingin membawa mobil miliknya, karena dirasa mungkin dia sedikit akan lama berada di jakarta.


"Ceritakan kepada kami kak, apa yg terjadi dengan om wahyu" Ucap ariana memecah keheningan.


"Tangan dan kakinya tidak bisa di gerakkan, lalu mommy membawanya ke rumah sakit. Saat di tengah perjalanan daddy sudah tidak sadarkan diri" Jelas jefri memasang wajahnya sendu.


"Astagfirullah.. " Jawab ariana beristigfar.


"Maaf kak kita tidak bisa menemanimu kesana" Ucap ariana kembali.


"Tidak maslah queen, aku paham dengan keadaanmu" Jawab jefri dan mengahlikan pandangannya keluar jendela.


Zein yg berada di samping ariana hanya mendesah pelan saat jefri mengucapkan itu. Sebenarnya dia sangat ingin menemani jefri, tapi dia juga tidak bisa meninggalkan kan pekerjaan nya selama itu. Arata juga sedikit kewalahan jika mendapat client yg tidak mau meeting, jika tidak ada zein langsung yg hadir.


"Aku akan terbang ke jakarta jika semua pekerjaan ku beres jeff" Terang zein.


"Hem, baiklah" Jawab singkat jefri.

__ADS_1


Ariana hanya sedikit bingung dengan keadaannya saat ini. Di satu sisi ada jefri yg benar - benar membutuhkan teman suport untuknya. Di sisi lain zein juga tidak mengizinkannya untuk tidak bersamanya.


__ADS_2