Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 16


__ADS_3

"Ah itu dokter dia tadi tak sengaja menghalangi saya yang ingin di pukul oleh seseorang " jawab julian jujur.


"Baiknya anda bisa hubungi keluarganya saja. Saya ingin membicarakan sesuatu" ucap dokter dan julian pun menyahuti


"Apakah ada hal penting dok, sampai orang tuanya harus menemui anda..? Orang tuanya ada di indonesia, tidak mungkin jika dia langsung berada disini. Bisakah saya wakilkan saja, saya teman dekatnya"


"Oh maaf , tapi ini harus dengan pihak keluarga pasien. Bisa bantu saya untuk menghubunginya..?" tanya dokter kembali.


Dari kejauhan bima mendengarnya lantas dia pun menyahuti ucapan dokter tersebut.


"Saya tunangannya dokter" jawab bima dengan lantang.


Julian dan dokter melihat ke arah suara yang datang. Langkah kaki bima pun dengan cepat mendekat kepada kedua orang tersebut.


"Untuk apa kamu kesini, setelah kamu menyakiti nya..?" ucap julian kebawa emosi.


"Tidak ada urusannya denganmu" jawab bima singkat.


"Saya tunangannya dokter, boleh saya mewakili keluarga nya..?" ucap bima dan dipersilahkan oleh dokter untuk mengikuti ke dalam ruangannya.


"Dia bohong dokter, dialah yang memukul ariana sampai pingsan. Tunangan mana yang tega melakukan hal tersebut..?" julian pun berucap dengan kencangnya tapi tetap saja bima meyakinkan kepada dokter yang merawat ariana jika dia adalah tunangannya.


Dokter pun akhirnya percaya dan mengajak bima untuk berbicara kedalam ruangannya.


"Silahkan duduk tuan" ucap dokter dan bima pun menanyakan perihal keadaan ariana.

__ADS_1


"Bagaimana dok keadaan calon istri saya ?" ucapan bima to the point.


"Begini tuan, akibat dari pukulan yang begitu keras. Nona ariana mengalami gagal jantung tapi bersifat sementara. Semoga saja tidak berkelajutan" jawab dokter menjelaskan


"Astagfirullah ..." ucap bima beristigfar meratapi kebodohannya.


"Dan bagian pipinya sangat bengkak, akan mengakibatkan sulit makan. Nanti kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis jantung, anda berdoa saja supaya nona ariana baik-baik saja. dan juga nona ariana sudah di pindahkan ke ruang perawatan, anda bisa melihatnya disana" jawab dokter kembali.


"Baik terima kasih dokter" ucap bima setelah menyalami dokter diapun keluar menuju ruang perawatan ariana.


"Sama-sama tuan" jawab dokter tersebut dan mempersilahkan bima untuk kelur.


Julian sudah duduk di sebelah ariana, menunggu dia sadar. Bima pun juga sudah masuk kedalam ruang perawatan ariana.


"Untuk apa kamu kesini, jika kau hanya menjadi beban pikiran ariana saja" ucap julian menatap sinis bima.


Bima pun melihat memar kebiruan di bagian pipi kiri ariana, bibir nya terluka. Lantas bima pun menitihkan air matanya. Memegang jemari tangan ariana dan bersimpuh disamping nya.


"Maaf .. maafkan aku ariana" Air mata bima pun mengalir melihat wanitanya tak berdaya di atas ranjang itu.


Julian pun menatapnya dengan iba. Ada rasa sakit juga saat melihat kelakuan bima kalau itu. Saat itu jemari ariana bergerak, julian pun memegang lengannya. Perlahan ariana membuka matanya melihat sekeliling nya.


"Arin, kamu sudah siuman..?" ucap julian dan bima pun bangkit melihat ariana.


"Sayang, maafkan aku" bima pun memererat genggaman tangan nya.

__ADS_1


"Kak jul, tolong bawa kak bima keluar. Aku tidak ingin menemuinya" jawab ariana dan julian pun menatap ke arah bima.


"Sayang aku mohon, aku ingin di sini menjagamu, Menemanimu.. maafkan aku" bima tak kuasa menahan tangisnya.


Ariana pun memalingkan wajahnya tak ingin melihat bima lagi, bulir-bulir bening dari kelopak matanya pun sudah meluncur begitu saja.


"Kak aku mohon, keluarlah.." ucap ariana kembali.


Lantas julian pun terpaksa menarik bima untuk keluar dari ruangan tersebut. Ariana pun merasa sesak di dadanya mengingat dia terkena pukulan bima dengan sangat kencangnya, pendengaran nya berdengung setelah mengingat kejadian itu.


"Aahhh sakit ... sakit ..." rintih ariana menangis memegang telinganya.


Julian dan bima yang berada di luar ruang perawatan ariana pun kembali masuk kedalam dengan cepat.


Bima pun mendekat dan menanyakan dimana yang rasanya sakit.


"Mana sayang, mana yang sakit ..?" ucap bima.


"Sebentar aku panggilkan dokter" jawab julian dan menekan tombol darurat yg ada di sana.


Lantas dokter pun datang bersama dengan susternya. Julian dan bima disuruh menunggu di depan kala itu.


ada apa yaa dengan pendengaran arina .,??


Simak terus cerita author, terima kasih yang masih mau bertahan membaca di cerita ini ..

__ADS_1


jangan lupa like, comen, vote nya zeyenkkm 😊 thank you


__ADS_2