
Dimas sudah terbang, begitu juga dengan zein dan ariana. Perasaan ketiganya sangat khawatir dengan cerita yg di berikan oleh julian kepada ariana.
"Tidurlah dear, penerbangan kita masih lama" Pinta zein yg tidak tega melihat ariana bersedih.
"Aku tidak mengantuk kak" Jawab lesu ariana.
"Oke baiklah, aku tidak akan memaksamu. Obat milikmu tidak ketinggalan kan ?" Tanya zein mengingatkan.
"Sepertinya tidak kak" Jawab ariana meyakinkan.
Setelah menjawab pertanyaan zein, dia kembali termenung memikirkan jeff kembali. Zein hanya diam saja, dia sangat tau jika gadisnya sedang memikirkan sahabatnya itu.
Changi bay, Singapura
2 Jam kemudian, pesawat yang di tumpangi oleh dimas sudah transit di bandara changi singapura.
Dia menyeret kopernya untuk menuju terminal kedatangan. Dimas juga sudah mengirim pesan kepada zein jika dia telah sampai.
Tetapi saat itu pesan dimas hanya centang satu. Dimas paham jika zein dan ariana masih dalam penerbangannya menuju ke singapura.
Dimas memutuskan menyetop taxi yg kebetulan lewat. Lalu memasukkan kopernya kedalam bagasi di bantu oleh driver taxi tersebut.
__ADS_1
Driver taxi itu sudah di beri tahu oleh dimas, jika tujuannya saat ini ke rumah sakit tempat jeff dirawat.
Sekitar 30 menit akhirnya taxi yg di tumpangi oleh dimas pun sampai. Dimas turun, setelah itu menurunkan kopernya dari bagasi dan tak lupa membayar ongkos kepada driver tersebut.
Dimas masuk ke dalam rumah sakit. Banyak orang yg memandangnya aneh, karena membawa koper begitu besar. Dimas hanya mengacuhkannya saja tanpa melihat ke sekeliling nya.
Dimas lupa, tidak bertanya ke resepsionis rumah sakit itu ruang perawatan jeff. Alhasil dia mencoba menghubungi ponsel milik jeff.
Untung saja julian membawa ponsel milik jeff di dalam tasnya, saat akan melarikannya ke rumah sakit.
Dering ponsel jeff pun memecahkan fokus julian pada tugasnya. Dia meraih ponsel jeff yg berada di dalam tasnya, dan menerima panggilan dari dimas.
"Hallo ?" Sapa dimas lebih dulu.
"Maaf, aku dimas. Sahabat jefri dari indo, ruang perawatan jeff ada di lantai berapa ya ?" Jawab sopan dimas.
"Naik saja ke lantai 5, Cari ruangan orchid nomor 409" Jawab julian.
"Oh, baiklah. Terima kasih" Ucap dimas.
"Sama-sama" Jawab julian dan mematikan panggilannya.
__ADS_1
Dimas sudah menaiki lift yg tersedia untuk pembesuk. Dia memencet angka 5 disana, lalu lift pun naik dengan sendirinya. Denting lift pun berbunyi dan pintu terbuka lebar.
Dimas melangkah, dan mencari ruangan yg di sebutkan oleh teman jeff tadi. Setelah menemukan, dimas mengetuk pintu dan masuk setelah ada jawaban dari dalam.
Tokk tokk tokk ..
"Masuk" Jawab singkat julian.
Dan mengahlikan pandangan nya ke pintu ruangan itu. Dimas pun masuk dengan menyeret kopernya. Julian sedikit heran dengan dimas yg membawa koper besar. Seperti mau pindah rumah saja, gumam julian.
"Terima kasih, anda sudah menjaga sahabat saya" Ucap dimas menyalami julian yg sudah beranjak dari duduknya.
"Sama - sama" Jawab singkat julian.
Setelah itu dimas menanyakan kejadian yg menimpa jefri kepada julian. Dan keadaan julian saat ini seperti apa. Julian menceritakan semuanya. Setelah itu dimas berterima kasih kembali, karena teman jeff ini dengan sigap langsung menolong nya.
Entahlah jika tidak ada julian, mungkin jefri sudah kenapa-kenapa. Pingsan berjam-jam tanpa diketahui oleh orang.
"Kalau begitu saya permisi dulu, salam kan pada jefri saat dia sadar nanti" Pamit julian akan kembali ke apartemen nya.
"Oh, baiklah. Sekali lagi terima kasih julian" Jawab dimas dan beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Julian pun keluar dari kamar inap jefri. Dimas kembali duduk dan meraih ponsel miliknya untuk memesan makanan.