Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 54


__ADS_3

"Maaf nak, om membuatmu menunggu terlalu lama" Ucap tuan malik saat berada di hadapan ariana.


"It's oke om tidak masalah" Jawab ariana.


Tuan malik duduk di kursi single ruang tamu itu. Pandangannya tertujuh pada secarik surat di atas meja, di depan ariana. Lantas diapun menanyakan kepada ariana.


"Surat dari siapa itu nak ?" Tanya tuan malik dengan mengarahkan pandangannya ke atas meja di depan ariana.


"Oh itu, hehehehe ... dari kak zein om" tawa ariana merasa kikuk.


"Oh, begitu rupanya. Dia tidak bisa menjemputmu, karena ada meeting pagi tadi" Jelas tuan malik.


"Ya, arin sudah tau om. Oh iya om, mansion ini terlihat sangat indah dan mewah" Kagum ariana melihat ke sekeliling ruangan tersebut.


"Hem, ini desain mansion impian mama zein nak. Saat masih dalam pembangunan, tiba-tiba mama zein sakit dan meninggalkan kita" Desah tuan malik.


"Maaf, om bukan maksud arin mengingatkan tentang kesedihan ini. Tapi, tante maya bagaimana bisa sampai terkena serangan jantung ?" Tanya ariana yg mulai penasaran.

__ADS_1


"Saat itu zein ingin pergi ke amerika, dia ingin meneruskan kuliah disana. Lantas mama zein pun syok atas permintaan putra kami dan dia jatuh sakit. Tante maya begitu menyayangi zein nak. Setelah kamu pindah dari bogor, dia begitu mengkhawatirkan zein. Dia terus saja mengurung diri di rumah dan tak ingin keluar" Jawab tuan malik menceritakan.


"Astaga om, jadi jatuh sakitnya tante maya karena kak zein yg ingin pindah ke luar negeri sendiri ?" Tanya kembali ariana.


"Ya nak, dia memutuskan ingin sendiri tanpa ada yg menemaninya" Jawab tuan malik.


"Yasudah, om tidak boleh larut dalam kesedihan lagi. Disini arin dan kak zein akan selalu mensuport om malik" Ucap ariana dengan tersenyum saat menatap wajah pria parubayah itu.


Dering ponsel ariana pun memecah kesunyian. Ariana merogoh tas miliknya untuk mengambil ponsel di dalam sana, lalu melihat siapa yang menelpon. Tertera nama papa tercinta disana, ariana pun tersenyum saat mengangkatnya.


"Hallo pa, ada apa ?" Tanya ariana mengawali.


"Waalaikumsalam pa, Maaf lupa .." terkikik ariana.


"Kamu sedang berada di mana nak sekarang ?" Tanya tuan sean mulai serius.


"Arin sedang berada di mansion om malik, papa ingin melihatnya ?" Jawab ariana lalu bertanya kembali.

__ADS_1


"Ya boleh .." Ucap tuan sean.


Lalu ariana pun mengubah panggilan nya menjadi video. Ariana memberikan ponsel miliknya kepada tuan malik dan duduk kembali di tempatnya.


"Assalamualaikum mas malik .." Salam tuan sean dari seberang panggilan video nya.


"Waalaikumsalam sean, Astaga lama sekali kita tidak berjumpa. Bagaimana kabar mu ?" Jawab tuan malik dan bertanya kembali.


"Alhamdulillah, baik mas. Mas malik sendiri bagaimana kabarnya ?" Ucap tuan sean dan berbalik tanya.


"Sama aku juga baik-baik saja. Kapan kamu akan mengunjungi kami ke sini ?" Basa-basi tuan malik.


"Saya usahakan mas terbang kesana minggu depan. Nanti tolong minta ariana untuk mengirim kan nomor telepon mas malik, saya ingin berbicara penting" Pinta tuan sean.


"Sepertinya ada yg serius ? Apakah tidak bisa di bicara kan sekarang ?" Tanya tuan malik penasaran.


"Tidak bisa mas. Saat ini saya akan menghadiri rapat bulanan untuk menambah wawasan para karyawan" Jelas tuan sean.

__ADS_1


"Oke, nanti aku sampaikan kepada ariana. Kalau begitu lanjutkan saja rapatnya" Ucap tuan malik dan di angguki oleh tuan sean.


Ariana hanya diam membisu saat papa dan om malik berbicara lewat sambungan videonya.


__ADS_2