
Sore pun tiba, kini zein bersiap untuk bertemu dengan client yg sudah membuat janji dengannya.
"Kak zein mau kemana ?" Tanya ariana
"Mau bertemu client, kamu mau ikut ?" Tawar zein.
"Ah tidak, nanti aku mengganggu disana kak" Jawab singkat ariana.
"Tidak sama sekali" Ucap zein sedikit memaksa.
"Em, baiklah. Aku akan mengganti pakaian ku dulu" Jawab ariana kemudian.
Ariana menaiki tangga menuju kamar miliknya. Sedangkan zein menunggu di sofa ruang tamu.
Ariana menggunakan stelan semi formal. Tak lupa dia merias sedikit wajahnya agar tidak terlihat pucat. Setelah menyelesaikan semuanya, arin turun ke lantai bawah dan mengajak zein untuk berangkat.
Flashback On
Setelah menyelesaikan makannya, zein menuju baseman untuk mengambil mobil jefri. Ariana tidak ikut serta, karena badannya sedikit capek.
Zein memutuskan berangkat sendiri menuju rumah sakit untuk menjemput jefri juga dimas.
Saat itu dimas sudah membereskan semuanya untuk dibawa pulang. Mereka berdua sedang menunggu kedatangan zein.
Sekitar 30 menit akhirnya zein sampai di rumah sakit. Zein naik menggunakan lift yg tersedia, dan berlalu masuk untuk menuju ruang perawatan jefri.
Sampai di depan ruang rawat, zein mengetuk pintu dan membukanya dari luar.
"Sudah siap ?" Tanya zein.
"Kemana ariana ?" Tanya balik jefri.
"Dia capek, tidak ingin ikut menjemput. Arin menunggu di apartemen saja, katanya" Jelas zein.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan keluar untuk menuju ke tempat parkir mobil. Semua tagihan rumah sakit telah di selesaikan oleh dimas.
Flashback Off
Zein dan ariana telah sampai di restaurant berbintang di kawasan itu. Ariana duduk membelakangi pintu masuk dan zein duduk berada di sampingnya.
Kini tiba bima dan asisten pribadinya datang. Bima menuju ke arah zein berada dan menjabat tangannya begitu juga dengan kai yg mengikuti. Saat bima melihat ke arah wanita di hadapannya, dia begitu terkejut.
"Ariana ..?" Ucap bima.
Ariana pun syok dengan apa yg dia lihat. Saat itu dia fokus tidak melihat siapa client zein. Hanya zein yg menyambutnya dengan berdiri.
"Kamu mengenalnya dear ?" Tanya zein menatap gadisnya.
"Oh, jadi rupanya anda pria yg telah membawa ariana ke jepang" Sahut bima sedikit sinis.
"Maaf, maksud anda apa tuan ? Saya tidak mengerti" Tanya zein bingung dengan semua ini.
Lantas ariana pun berdiri dari duduknya dan memotong pembicaraan zein juga bima.
"Kak bim, ikut aku. Kak zein tunggu disini, aku akan menjelaskan semua kepadamu nanti" Pinta ariana dan menarik tangan bima dari hadapan zein.
Zein dan kai hanya diam di tempat. Lalu zein meminta kai untuk di duduk di hadapannya. Zein terus berfikir apa yg di bicarakan bima tadi kepadanya. Zein merasa ada yg tidak beres dengan ini semua. Akhirnya dia positif thinking saja kepada ariana.
Di luar restaurant, ariana masih menarik tangan bima dan setelah sampai di taman dia melepaskan tangannya.
"Maaf .." Ucap ariana setelah melepaskan tarikannya.
"Jelaskan kepadaku, apa hubungan mu dengan pria itu ?" Tanya bima sedikit tersulut emosi.
"Hah, apakah itu penting untukmu ?" Tanya kembali ariana memutar bola matanya jengah.
"Maaf arin, aku mengaku salah" Luluh bima akhirnya ketika tidak mendapatkan penjelasan apapun dari ariana.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan. Jadi ku mohon jangan tanyakan apapun kepadanya. Dan perlu kak bima tau, sebentar lagi aku akan menikah dengannya" Terang ariana dengan sejuta penjelasan nya.
"Apa ? Kau bercanda ..? Tidak .. Tidak mungkin" Jawab bima sangat syok dengan apa yg ariana katakan.
"Tidak kak, lihat ini .." Tunjuk ariana cincin yg tersemat di jari manisnya.
"Kamu bisa melihat kan, ini bukti keseriusannya denganku. Dan aku berharap, kak bima tidak menggangguku lagi. Jika memang kalian akan bekerjasama, maka lakukan dengan profesional. Tanpa harus adanya perdebatan tentang hubungan kita" Tekan ariana di akhir kalimatnya.
"Kenapa secepat ini, arin ? Tidak kah kamu memberiku kesempatan kedua ?" Lemah bima dengan mata yg berkaca - kaca.
"Kau meminta kesempatan kedua, setelah menghancurkan kepercayaan ku kak. Pria macam apa kau ini, yg tidak memperdulikan perasaan ku saat ini ?" Sarkas ariana menatap tajam ke arah bima.
"Maaf .. maafkan aku arin ?" Pinta bima.
"Ku mohon, lepaskan aku kak. Biarkan aku bahagia bersama orang lain. Kamu bisa meneruskan hubungan mu dengan wanita itu" Ucap ariana.
"Tidak, dia hanya membutuhkan uang ku saja arin. Aku menyesal telah mengabaikan hubungan kita" Jawab bima mencoba memegang tangan ariana untuk meluluhkan hatinya.
"Stop kak, mulai detik ini. Jangan pernah mengganggu ku lagi. Saat ini aku sudah terikat oleh pertunangan dengannya dan akan melanjutkan ke jenjang yg lebih sakral lagi. Mungkin ini pelajaran yg sangat berharga untuk mu, karena kamu lalai akan kepercayaan yg aku berikan saat itu" Tekan ariana dan berlalu masuk ke dalam restaurant lagi.
Bima di tinggalkan saja oleh ariana. Bima sangat kecewa dengan kabar yg ariana berikan. Dia tidak menyangka jika wanitanya sudah jatuh di dalam pelukan orang lain. Bima memaki dirinya sendiri.
Zein telah melihat ariana kembali, dia hanya tersenyum. Begitu pula ariana tersenyum kembali kepada zein seolah tidak ada yg terjadi.
"Kak, boleh aku pindah table saja ?" Pinta ariana berbisik kepada zein.
"Kenapa, ada masalah ?" Tanya zein merasa aneh.
"Em, aku merasa tidak nyaman jika satu meja dengannya. Aku khawatir kalian tidak akan fokus dengan pekerjaan" Terang ariana.
"Oke baiklah, jangan terlalu jauh" Pesan zein.
"Hem, aku berada disana" Tunjuk ariana table di pojok menghadap ke arah luar.
__ADS_1
Zein menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dan ariana berlalu menuju table yg di inginkan.