
Jefri pun membawa ariana ke rumah sakit terdekat. Dia sangat panik saat itu, melihat ariana yg tiba-tiba pingsan di dalam peluk kan nya.
Suster yang melihat jefri menggendong ariana pun membantu membawakan brankar dan jeff pun segera meletakkan ariana di atas brankar tersebut. Suster pun mendorong nya dan membawa ke ruang UGD untuk di periksa.
Jefri pun sangat panik, dia mencoba menghubungi julian untuk menyuruhnya datang ke rumah sakit. Pasalnya jefri tidak bisa sendiri jika menjaga di rumah sakit tanpa ada orang kedua yg menemani nya.
Sekitar 10 menit julian pun sampai. Pasalnya saat itu julian sedang berada di cafe dekat rumah sakit yg jeff katakan.
Julian mencari keberadaan jefri. Dia melihat jefri dari kejauhan dan langsung berlari menghampirinya.
"Ada apa kau menghubungi ku ? Kenapa kau menyuruh ku kesini ?" Tanya julian bertubi-tubi.
"Ariana pingsan saat kami berada di cafe the garden" Jawab jefri mulai menjelaskan.
Jefri pun menceritakan awal kejadian ariana pingsan sampai dia melarikannya ke rumah sakit ini.
Julian yang mendengarkan cerita jeff pun sangat marah dengan apa yg telah terjadi kepada ariana. Pasalnya mereka berdua juga sama-sama saling mencintai ariana. mereka sama-sama tak ingin melihat ariana terluka.
"Semoga saja jantung ariana tidak apa-apa" Do'a julian dan duduk bersandar di kursi tunggu rumah sakit.
"Ada apa dengan jantungnya ? Apakah ariana memiliki riwayat jantung jul ? katakan ?" tekan jefri.
__ADS_1
"Yah, arin diagnosa gagal jantung oleh dokter yg pernah merawatnya" Jawab julian tertunduk lemah.
Julian pun menceritakan kejadian yang pernah di alami oleh ariana di taman kampus dan dia pun menceritakan apa yang terjadi setelahnya.
Jefri semakin menunjukkan aura membunuhnya. Pasalnya dia sangat tidak terima dengan apa yg telah terjadi kepada ariana. Jefri pun memutuskan untuk menemui bima detik ini juga.
Jefri meminta penjagaan ketat kepada julian, untuk membantu menjaga ariana.
"Tolong bantu aku untuk menjaga ariana, aku akan mengirim dua pengawal ku kesini saat aku pergi. Aku percaya kepadamu" pinta jeff dan berlalu meninggalkan julian sendiri di depan ruang UGD.
Mobil jefri pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia ingin segera sampai di apartemen bima. Jeff sudah menghubungi dua anak buahnya dan menyuruh mereka untuk menjaga ariana di rumah sakit.
Sekitar 25 menit jeff pun sampai di lobby apartemen bima. Jefri turun melangkah masuk ke dalam, dan menanyakan kepada resepsionis dimana unit milik bima. Setelah itu berlalu masuk ke dalam lift dan menekan nomor lantai 10 dimana unit milik bima berada.
Tingg...
Pintu lift terbuka, jeff pun melangkah kan kakinya menuju unit milik bima. Jeff menekan bel pintu berulang kali.
Bima yang saat itu berada di dapur, melangkah ke pintu utama untuk melihat siapa yg datang bertamu malam-malam seperti ini.
Bima pun membuka pintu, dan langsung di tendang perutnya oleh jefri yg berada di luar.
__ADS_1
Brugghh ...
Bima terjatuh di lantai, lalu menanyakan kepada jefri.
"Ada apa kau datang kesini lalu memukul ku ?" Ucap bima memegang perutnya yg terasa sakit.
Jeff pun menyunggingkan bibirnya dan menarik krah kemeja bima.
"Kau masih ingin berpura-pura tidak terjadi sesuatu. Kau laki-laki pengecut" Maki jeff lalu memukul wajah bima.
Bima pun tersungkur ke lantai. Darah segar dari ujung bibirnya pun mengalir dengan sendirinya.
"Apa maksudmu ?" Tanya bima yg memang tidak mengerti dengan ucapan jefri.
"Hah, kau berlagak seolah menjadi laki-laki sejati di depan ariana. Kau tau betapa dia kecewa dengan ulah mu itu, sampai-sampai dia jatuh pingsan saat melihat kekasihnya bersama wanita lain. Kau berengsek bima" Ucap jeff lalu memukul bima bertubi-tubi.
Jeff pun sudah kehilangan akal sehatnya. Dia sangat marah dengan apa yg dilakukan bima terhadap gadis kesayangan nya.
"Detik ini juga, aku tidak mengizinkan mu bertemu dengan ariana lagi" ucap jeff dan meninggalkan bima yg masih tersungkur di lantai.
"Aaakkhh ..." Teriak bima dengan frustasinya.
__ADS_1