
Pagi hari pun tiba, kini zein sudah berkemas dan akan segera pergi. Sebelum dia tidur kemarin zein mendapat kabar dari sang ayah untuk terbang ke jepang pagi ini. Zein pun mencoba menghubungi jeff untuk memberinya kabar.
"Hallo jeff .." ucap zein mengawalinya.
"Ya zein, ada apa ?" jawab jeff di sebrang sana.
"Hari ini aku tak bisa menjenguk mu kerumah sakit, aku akan terbang ke jepang pagi ini. 1 jam lagi pesawat ku akan take off" Jelas zein dalam panggilannya.
"Kenapa mendadak sekali zein ? baiklah akan ku sampaikan kepada dimas untuk mengurusi administrasi rumah sakit karena kau tidak bisa datang. Hati-hati di jalan, sampaikan salam ku kepada om malik" Jawab jeff.
"Hem, aku berangkat dulu. Semoga lekas sembuh. Tetap tinggallah di apartemen ku" Pinta zein sebelum ia memutuskan panggilan nya.
Dan jeff pun mengiyakan apa yang di ucapkan sahabatnya, setelah itu panggilan terputus. Zein pun sudah menyusun beberapa kemeja dan lainnya di dalam koper dan beranjak keluar dari apartemen miliknya.
"Semoga langkah ku, tak akan mengecewakan diriku sendiri di kemudian hari. Aku akan tinggal di jepang untuk melupakan mu arin" gumam zein di dalam lubuk hatinya.
Zein pun memasukkan koper kedalam begasi mobil miliknya dan memutari mobil untuk masuk ke balik kemudinya. Zein pun menginjak pedal gasnya dan melaju membela jalanan di pagi ini.
Ditempat lain
Jefri memberitahukan kepada dimas yang di katakan oleh zein tadi. Dan akan segera mengabari ariana jika zein akan terbang pagi ini.
Jefri mengirim pesan lewat aplikasi hijaunya. Dia tak ingin menggangu ariana sepagi ini jika harus menelepon nya.
Setelah selesai mengirim pesan kepada ariana, jeff pun meminta kepada dimas untuk menemui dokter yang merawatnya. Jeff ingin segera pulang ke apartemen zein. Pasalnya jeff tidak terlalu suka jika berlama-lama di dalam ruangan yang menurutnya pengap ini.
"Dim, tanyakan kepada dokter yang merawat ku. Aku ingin pulang hari ini" Pinta jeff dengan wajah memelasnya.
"Yaa.. aku akan menemui dokter setelah kau sarapan" jawab dimas memutar bola matanya malas.
Jeff pun memutuskan sarapan bersama dimas pagi ini. Dan setelah menyelesaikan nya dimas pun segera beranjak pergi ke ruang dokter yang merawat jefri.
Setelah dokter memperbolehkan jeff untuk pulang dimas pun segera mengemas semua barang-barang yang di bawanya kemarin untuk di masukkan ke dalam mobilnya.
Jeff pun harus di bantu dengan kursi roda. Karena luka di kakinya cukup lebar dan dokter menyarankan untuk tidak menggerakkan terlalu lama, akhirnya diputuskannya menggunakan kursi roda saja.
Ariana yang telah menyelesaikan mandinya pun mengambil ponsel miliknya di atas nakas. Dan melihat siapa saja yang menghubungi nya di pagi hari.
__ADS_1
Pesan dari jefri yg berada di paling atas sendiri pun menarik perhatiannya. Lantas ariana pun membuka chatting dan membacanya. Sontak saja membuat ariana terkejut.
Ariana pun mencoba menghubungi zein tetapi sambungan teleponnya mati. Apa kak zein sengaja ya mematikan ponselnya, gumam ariana di dalam hatinya.
Ariana pun bergegas mengganti pakaiannya dan merias wajahnya setelah itu mengambil tas dan ponselnya untuk menyusul zein ke bandara.
Ariana merasa ada yang tidak beres dengan kepergian zein saat ini. Dia mendapat firasat buruk kepada laki-laki yang sudah di anggap sebagai kakaknya itu.
"Ma.. arin pergi dulu" Pamit ariana mencium pipi mamanya.
"Mau kemana nak sepagi ini ?" tanya mama arin masih mengaduk sayur yang di masaknya.
"Nanti arin ceritakan, arin harus cepat" jawab ariana meninggalkan dapur menuju ke garasi mobilnya.
Ariana pun menginjakkan pedal gas mobilnya dan berlalu begitu gelisah. Pasalnya ariana tak ingin terlambat untuk menghentikan penerbangan zein.
Ariana pun mencoba menghubungi zein sekali lagi, tapi tetap saja tidak bisa. Lalu ariana pun mencoba menghubungi jefri untuk menanyakan kapan penerbangan zein tiba.
Setelah nada sambung terhubung ariana pun menunggu jeff mengangkat panggilannya.
"Hallo kak, kapan pesawat kak zein take off ?" tanya ariana to the point.
"Oke kak terima kasih, nanti ku jelaskan" Putus sepihak panggilan ariana dan dia melaju dengan kencang membelah jalanan.
Bandara Soekarno Hatta Jakarta
"Akhirnya aku sampai juga di sini, Berat rasanya kaki ini untuk meninggalkan mu arin. Tapi bagamiana aku bisa bangkit jika aku terus berada di sisimu tanpa bisa memiliki hatimu" gumam zein di dalam hatinya.
Pesawat yang akan di tumpangi zein pun akan segera take off. Zein sudah masuk kedalam pesawat dan duduk dengan tenang di sana.
Ariana pun tiba di depan bandara dan memarkirkan mobil miliknya. Ariana turun dan masuk ke dalam terminal keberangkatan dan menanyakan kepada bagian imigrasi.
Ariana pun sudah terlambat, ia tidak bisa masuk ke dalam untuk menghentikan zein. Ariana menelan kekecewaan yang sangat dalam saat dia tidak bisa melihat zein lagi. Pesawat sudah take off dan ariana melihat dari luar bandara. Ariana menangis tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada zein, ia hanya berdo'a semoga penerbangan zein selamat sampai tujuan.
Ariana pun memutuskan untuk menemui jefri dan dimas di rumah sakit. Dia mencoba menghubunginya kembali.
"Hallo kak, apa kau masih di rumah sakit ?" tanya ariana dengan sesegukan setelah menangis.
__ADS_1
"Aku berada di apartemen zein, kau kenapa arin ?" tanya jeff setelah menjawab pertanyaan ariana.
"Oke baiklah, aku akan menyusulmu kesana" Jawab ariana dan mematikan panggilannya.
Jeff pun bingung saat mendengar suara ariana yang sedikit berbeda. Apa mungkin dia menangis, gumam hati jefri.
Jefri pun memutuskan menunggu kedatangan ariana dan meminta dimas untuk membeli cake dan buah di supermarket depan apartemen.
Sekitar 30 menit , akhirnya mobil ariana terparkir di depan apartemen zein. Ia turun dan masuk ke lobby apartemen tersebut dan menanyakan kepada Resepsionis unit milik zein berada.
"Maaf nona ada yang bisa kami bantu ?" tanya resepsionis tersebut.
"Saya mau tanya ? Unit atas nama zein el malik ada di lantaj berapa ya ?" tanya ariana kembali.
"Sebentar saya cek dulu nona" Jawab resepsionis dan mengecek unit milik orang yang di katakan ariana.
"Tuan zein el malik berada di unit lantai lima dan nomor 304 nona" ucap resepsionis tersebut.
"Oke, terima kasih" jawab ariana dan berlalu masuk ke dalam lift yang tidak jauh dari tempatnya.
Ariana pun menekan tombol 5 untuk naik ke unit milik zein. Dia tak sabar ingin menanyakan sesuatu kepada jeff dan dimas.
Setelah sampai di lantai lima, ariana segera mencari nomor kamar yang di beri tahu oleh resepsionis apartemen itu. Setelah menemukannya, ariana memencet bel dan jeff pun membuka pintu dari dalam.
Ariana masuk dan di persilahkan duduk oleh jefri. Dimas masih belum tiba dan jefri pun mulai menanyakan ada apa dengannya.
"Kau kenapa, kenapa matamu terlihat bengkak ? kau habis menangis arin ?" tanya jeff yang tak sabaran.
"Kakak kenapa tidak menghubungi ku langsung tadi pagi jika kak zein akan terbang ke jepang ?" tanya balik ariana dengan genangan air matanya.
"Aku tak ingin mengganggu pagi mu arin, jadi aku hanya mengirim pesan kepadamu" jawab jefri merasa bersalah.
Lantas air mata ariana pun meluncur dengan sendirinya. Dia tak bisa lagi membendung air mata itu. Sontak saja jefri langsung memeluknya.
"Kamu kenapa menangis, zein tidak akan lama di sana arin. Dia hanya dalam perjalanan bisnis saja" ucap jeff membujuk ariana.
"Aku mendapatkan firasat buruk kak kepada kak zein. Aku sudah menyusulnya tadi ke bandara, tapi pesawat yang di tumpanginya sudah take off" jawab ariana masih dalam tangis harunya.
__ADS_1
"Sudah, kau tak usah memikirkan hal-hal seperti itu. Do'akan saja penerbangan nya lancar dan selamat sampai tujuan" jawab jeff menenangkan.