
"Mom ..?" Panggil jefri saat berada di ruang makan.
"Ya nak, ada apa ?" Tanya nyonya ayu masih menata makanan di meja.
"Emm, ardan mau bicara. Tapi mommy janji tidak akan menolaknya!" Terang jefri.
"Tergantung.." Jawab singkat nyonya ayu.
"Baiklah. Apapun keputusan mommy, ardan akan menerimanya" Ucap jefri.
"Ardan akan kembali ke changi bay singapura besok, apakah mommy mengizinkannya ?" Lanjut jefri.
Nyonya ayu seketika menghentikan aktivitas nya. Dia menatap ke arah putra semata wayangnya dan mendekat ke arah putranya yg berdiri tidak jauh darinya.
"Kenapa secepat ini nak ? Kamu baru saja pulang ardan, kenapa mau kembali kesana besok ?" Tanya nyonya ayu dengan tatapan sendunya.
"Ada pekerjaan yg tidak bisa aku tinggalkan terlalu lama mom, teman ardan sudah menanti kedatanganku" Jelas jefri meyakinkan.
"Katakan kepada mommy, pekerjaan apa yg kamu lakukan sampai harus secepat ini akan kembali kesana lagi ?" Tekan nyonya ayu.
"Pembangunan sebuah cafe baru mom. Teman jefri tidak bisa meng handel itu semua" Terang jefri.
"Apakah kamu tidak membohongi mommy nak ?" Tanya nyonya ayu masih dengan sejuta kekhawatiran nya.
"Mom, apakah aku pernah membohongi mu selama ini ? Percayalah ini memang sangat urgent. Nanti setelah peresmian cafe kami, aku akan menghubungi mommy dan daddy untuk mengunjungi ku kesana. Bagaimana ?" Tawar jefri.
__ADS_1
"Yah, baiklah. Kalau itu yg terbaik untukmu nak. Mommy mengizinkanmu untuk kembali kesana" Jawab nyonya ayu.
"Terima kasih mom, mommy yg terbaik" Ucap jefri dan mengecup kening nyonya ayu.
"Duduklah nak ada yg ingin mommy tanyakan kepadamu!" Ucap nyonya ayu dan meminta jefri untuk duduk di meja makan itu.
"Ada apa mom, katakan saja?" Jawab jefri.
"Apakah kamu baik-baik saja nak ?" Tanya nyonya ayu.
"Ya aku baik mom, ada apa ?" Tanya balik jefri.
"Kamu yakin ikhlas untuk melepasnya ?" Tanya lagi nyonya ayu kepada jefri.
"Ariana .." Ucap nyonya ayu memutuskan ucapannya.
"Ya, ada apa dengannya dan juga dengan ardan mom. Ahhh .. aku semakin tidak mengerti arah pembicaraan mommy saat ini" Jawab jefri sedikit pusing ketika memikirkan itu semua.
"Apakah kamu rela nak, jika ariana menikah dengan zein ?" Tanya nonya ayu langsung ke intinya.
"Huft.. sudahlah mom, aku tak ingin membahas itu. Aku hanya berdo'a saja yg terbaik untuk mereka. Mommy tidak usah memikirkan dan mencampuri urusan kami, itu sudah jalan tuhan yg terbaik. Mungkin memang arin tidak di takdirkan untuk jeff, mom" Jelas jefri.
Nyonya ayu pun mengusap punggung putra tersayang nya dan memberi semangat untuknya. Nyonya ayu masih saja tidak puas dengan jawaban putranya itu. Tapi bagaimanapun, dia harus tetap menerima apapun keputusan dari jefri.
Tokyo Jepang
__ADS_1
"Ya kak ada apa ?" Ucap ariana di sambungan teleponnya.
"Kenapa tidak kembali ke mansion saja dear ?" Tanya zein.
"Ah itu, aku sedikit segan dengan om malik kak. Aku lebih nyaman tinggal disini saja" Jawab ariana.
"Papa kan sudah bilang, kamu tidak perlu segan. Tapi jika itu keputusan mu, maka aku akan menerimanya" Ucap zein.
"Hemm, ya kak" Jawab singkat ariana.
"Kamu sedang apa dear ?" Tanya zein.
"Aku sedang mengerjakan tugas kuliah ku. Oh iya kak zein, bolehkah aku mengajak teman ku main kesini ?" Tanya ariana.
"Siapa ? Kamu sudah memiliki teman ?" Tanya zein mengeryitkan dahinya.
"Heemm, namanya rafaela kak. Dia berasal dari brazil. Kami baru bertemu jadi saat selesai mata kuliah pertama" Jelas ariana.
"Owh, baiklah. Aku akan melanjutkan pekerjaan ku dulu. Nanti sekitar pukul 6 malam, aku akan menjemput mu" Ucap zein sebelum mematikan sambungan teleponnya.
"Mau kemana kak ?" Tanya ariana penasaran.
"Makan malam, bersiaplah nanti. Aku tutup dulu" Jawab zein dan mematikan sambungan teleponnya.
Ariana hanya tersenyum bahagia saat mendapat kabar itu dari zein. Dia melanjutkan mengerjakan tugasnya dan nanti saat waktunya, dia akan bersiap dan makan malam dengan calon suaminya.
__ADS_1