
Ariana menghampiri zein yg berada di luar. Saat ariana keluar, jefri sudah tertidur dengan pulas.
"Kak ..?" Panggil ariana disamping zein yg masih asyik berbicara di panggilan teleponnya.
"Ya queen, sebentar" Jawab zein lirih.
Setelah menyelesaikan panggilannya. Zein memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
"Ada apa ? Kenapa kamu keluar ?" Tanya zein.
"Kak zein lama sekali" Terang ariana.
"Tadi papa menghubungi ku dan setelahnya ada client yg menghubungi juga" Jelas zein.
"Kak zein sudah meminta arata kan untuk menghandel semuanya, kenapa masih ada yg menghubungi ?" Ucap ariana.
"Ya, tetapi client ini meminta bertemu sore nanti. Kebetulan sekali client ku dari daerah sini" Jawab zein.
"Hem, baiklah. Ayo kita masuk ke dalam dulu. Kakak harus sarapan dan setelah itu kita pulang ke apartemen milik ku" Ajak ariana.
"Ayo .." Jawab zein sudah berjalan di belakang ariana.
Ditempat lain,
"Suatu kebetulan, CEO east java company ada di negara ini. Kita bersyukur kai, untuk saat ini. Siapkan semua berkas - berkas nya. Nanti sore kita berangkat" Ucap bima kepada asistennya.
"Siap tuan" Jawab singkat kai.
__ADS_1
***
Ariana menemani zein sarapan pagi. Dimas masih asik dengan tidurnya, tak ingin bangun meskipun ariana terus saja menjailinya.
"Kamu sudah sarapan dear ?" Tanya zein.
"Sudah kak, aku sarapan bersama kak ardan" Jawab ariana.
Julian yang mendengar panggilan zein kepada ariana, mengernyitkan dahinya. Apa benar yg diucapkan jefri bahwa dia akan menikah dengan ariana, gumam julian di dalam hatinya.
Julian sudah lebih dulu menghabiskan sarapannya sebelum zein masuk ke ruang perawatan jefri. Julian terus saja mengawasi gerak - gerik arian dan zein saat berinteraksi.
Zein telah menyelesaikan sarapan paginya. Dia kembali bekutat dengan ponsel miliknya. Arata memberi kabar kepadanya, jika meeting nya akan di adakan 2 jam lagi. Zein butuh tempat untuk melakukan conference.
"Kita kembali ke apartemen mu dulu, bagaimana dear. 2 jam lagi aku akan melakukan meeting conference dengan para client ku" Pinta zein setelah memasukkan ponsel kedalam saku celananya.
"Oh, oke kita pulang ke apartemen saja" Jawab ariana.
"Hem, oke" Jawab singkat julian.
Zein, ariana dan julian tidak ada yg ingin mengusik tidur dimas juga jefri. Mereka meninggalkan ruang rawat jefri begitu saja.
Mereka turun menggunakan lift untuk menuju baseman. Sepanjang jalan mereka bertiga hanya diam saja tanpa ada yg mau bicara.
Pintu mobil sudah dibuka, menggunakan remote otomatis di kunci milik julian. Ariana sudah duduk di kursi penumpang. Sedangkan zein duduk di kursi samping kemudi.
Julian melajukan mobilnya keluar baseman rumah sakit itu. Ariana memandang ke luar jendela. Sebenarnya dia sangat rindu tinggal di singapura lagi seperti sedia kala.
__ADS_1
Kalau saja kejadian itu tidak terjadi, mungkin sampai detik ini dia tidak akan pindah ke negara lain. Ariana hanya menghembuskan kasar nafasnya.
Zein hanya memandang dari kaca spion diatas nya. Dia sangat bisa membaca raut wajah orang.
30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di lobby apartemen ariana. Mereka turun dan menurunkan koper dibantu oleh julian.
"Kak jul, mau masuk dulu ?" Tawar ariana.
"Tidak, aku harus ke kampus princess. Dosen sedang menungguku saat ini" Tolak julian.
"Emm, oke baiklah. Terima kasih sudah mengantarkan kami" Ucap ariana.
"Terima kasih julio" Ucap kembali zein.
"Ya sama-sama. Aku pergi dulu" Jawab julian dan berlalu masuk ke dalam mobilnya.
Mobil melaju meninggalkan lobby apartemen itu. Dan zein juga ariana masuk ke dalam. Resepsionis yg mengenal ariana menyapanya.
"Nona ariana, senang bertemu anda kembali !" Sapa resepsionis cantik itu.
"Ya, saya juga senang bertemu anda kembali" Jawab ariana.
"Oh, ya saya lupa. Beberapa hari yg lalu, ada seorang laki - laki mencari nona ariana" Terang resepsionis.
"Siapa ?" Tanya ariana.
"Saya lupa menanyakan. Dia seperti pria blasteran singapura cina, tinggi dan tampan" Jelas resepsionis itu.
__ADS_1
Ariana sudah menebak, jika itu adalah bima. Ariana hanya ber oh riya. Dan berlalu setelah menyelesaikan pembicaraannya.
Zein hanya mendengarkan saja apa yg dikatakan oleh resepsionis itu