
Zein membuka pintu kamar itu. Lalu dia mendekat ke arah ranjang ariana setelah menutup pintu kembali.
Zein duduk di tepi ranjang dan memperhatikan wajah pucat pasih ariana. Zein merasa kasihan kepadanya. Dia tidak tau jika bunga mawar hitam miliknya akan melukai orang yg dia sayang.
Dia pernah berfikir, saat zein menemukan ariana lagi dia akan memberikan bunga itu kepadanya. Tetapi sebelum zein memberikan kepada ariana, durinya sudah melukai lengannya.
Hembusan nafas yg di keluarkan oleh zein begitu berat. Zein memegang kepala ariana.
"Kenapa suhu tubuhnya panas sekali ?" Gumam zein.
Dia pun keluar dari kamar itu dan menuju dapur. Bibi noni di minta zein membawa kan baksom kecil berisi air hangat dan sebuah handuk kecil.
Zein kembali ke dalam kamar tersebut dan meletakkan baskom itu di atas nakas. Zein mencelupkan handuk itu ke dalam baskom dan memerasnya. Setelah itu menempelkan ke dahi ariana.
"Aku tidak bisa melihat mu seperti ini dear. Sungguh rasanya hatiku tersayat-sayat oleh ribuan pisau" Gumam hati zein.
Zein terus mengulanginya kembali mencelupkan dan memeras handuk itu dan menempelkan nya di dahi ariana.
Gerakan yg di buat zein pun sedikit mengusik tidurnya. Ariana pun mengerjabkan matanya dengan pelan sekali. Pandangan nya sedikit kabur.
__ADS_1
"Kau bangun arin ? Maaf jika aku mengganggu tidur mu" Ucap zein merasa bersalah.
"Tidak apa-apa kak" Jawab ariana dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"Kamu mau makan ? bibi noni sudah menyiapkan bubur untuk mu. Tunggu sebentar aku akan mengambilnya ke dapur" Ucap zein dan meninggal kan ariana tetap di atas ranjangnya.
Setelah beberapa menit, akhirnya zein kembali membawa nampan berisi makanan, minuman dan obat.
Zein menaruhnya di atas nakas dan sedikit menggeser baskom yg berada disana lalu meletakkan nampan tersebut.
Zein membantu ariana untuk duduk dan menyandarkan di sandaran ranjang. Kepala ariana sedikit pusing dan lukanya sedikit nyeri.
Zein pun membantu menyuapinya. Ariana hanya menerima saja apa yg di lakukan oleh zein.
"Tidak kak, aku yg salah tidak hati-hati saat akan memegangnya" Jelas ariana.
"Setelah ini aku akan meminta tukang kebun untuk membuangnya saja. Aku tidak mau ini terjadi lagi" Keluh zein.
"Biarkan dia disana kak, aku sangat menyukai nya. Dia terlihat berbeda dan sangat unik menurut ku" Pinta ariana.
__ADS_1
"Ya berbeda dan unik seperti kamu arin" Gumam hati zein.
"Baiklah jika itu mau mu, aku akan membiarkan nya saja" Pasrah zein atas permintaan ariana.
Setelah bubur nya habis, zein meminta ariana untuk meminum obat. Zein melihat aturan yg tertera di setiap kaplet obat itu, lalu memberikan kepada ariana.
"Setelah ini istirahat lah kembali. Aku akan membersihkan badanku dulu" Ucap zein dan mengusap puncak kepala ariana.
Ariana pun hanya mengangguk kan kepalanya. Lalu dia mencoba memejamkan matanya. Zein pun keluar kamar membawa kembali nampan menuju dapur. Dan setelah itu dia naik ke kamarnya di lantai dua untuk membersihkan diri.
Ditempat lain, tuan malik sedang berbincang dengan papa ariana di panggilan teleponnya.
"Ya sean, aku setuju dengan usulmu. Zein juga sangat mencintai ariana. Tetapi dia malu untuk mengungkapkannya" Tergelak tuan malik di sambungan teleponnya.
"Oke mas, aku usahakan terbang minggu depan kesana untuk mengatur semuanya" Terang tuan sean.
"Baiklah, aku tunggu kedatangan mu sean. Jangan lupa bawakan aku kue khas Indonesia" Pinta tuan malik.
"Biarkan nanti istriku membuatnya disana, tidak mungkin aku membawanya dari sini. Mau jadi apa nantinya saat sampai disana !" Tergelak tuan sean.
__ADS_1
"Ya ya baiklah" Jawab tuan malik kemudian dan mematikan panggilan teleponnya".
Flashback Off