
"Damn ... Sial, saat ini aku benar-benar kehilangan jejak mu ariana" Murka bima di dalam apartemen miliknya.
Saat hari di mana bima menuju rumah utamanya. Mommy bima marah kepadanya, karena menurut mommy nya bima sangat bodoh.
Memilih wanita yg hanya menginginkan hartanya dan meninggalkan ariana yg benar-benar tulus mencintainya.
Mommy bima sudah mengetahui hubungan putranya dengan louise. Dari dulu saat bima masih kuliah, mommy nya sudah tidak setuju dengan wanita bar-bar seperti louise.
Dia adalah wanita yang suka menghamburkan uang dan tidak memiliki sopan santun sama sekali.
Bima merasa frustasi di buatnya. Beberapa hari ini dia tidak pergi mengajar dan meninggalkan pula pekerjaan kantor.
Ditempat lain, julian dan jefri sudah membuat rancangan untuk cafe baru miliknya. Sesekali mereka berdua tidak sependapat dan tetap saja salah satu dari mereka harus mengalah.
Julian dan jefri saat ini sering menghabiskan waktu bersama. Hanya sekedar nongkrong atau terkadang membahas soal cafe yg akan di diri kan nya.
Rencana demi rencana mereka buat, dan terkadang jefri memberi kabar kepada dimas untuk menginspirasi ide yang dimiliki nya.
"Bagaimana jika kita mengabari ariana ?" Tanya julian tiba-tiba saat di tengah pembahasannya.
"Boleh, lakukan panggilan video saja ?" Pinta jeff dan julian pun mengiyakan.
__ADS_1
Saat itu ariana yg sedang menata pakaian miliknya pun, mengahlikan pandangan menuju meja nakas di samping ranjangnya.
"Siapa yang telepon sepagi ini ?" Gumam hati ariana. Lantas diapun berjalan dan mengambil ponsel miliknya.
Tertera nama julian disana. Ariana pun langsung mengangkatnya dengan antusias.
"Hai kak julio, bagaimana kabar mu ?" Ucap ariana mengawali.
"hallo arin, ahh .. aku baik-baik saja. Kamu tidak mengabari ku saat pindah ke luar negeri.. ?" Jawab julian memaki ariana.
"Maaf kak, saat itu terlalu mendadak dan aku tidak sempat mengabarimu" Jelas ariana.
"It's oke, I'm fine. Kamu sedang sibuk arin ?" Tanya julian merasa penasaran apa yg di lakukan wanita cantik di seberang panggilan videonya ini.
"Aku sedang cuti, dan saat ini aku sedang bersama pria tampan yg juga pernah mengagumi mu !" Jawab julian tertawa mengejek jefri yg ada di sebelah kirinya.
Jeff yg mendengar celotehan julian pun melempar wajahnya dengan tutup botol yg ada di hadapannya.
Lantas julian sedikit meringis kesakitan saat mendapatkan perlakukan tidak baik dari jefri. Tetap saja julian tidak menurunkan tawanya.
"Siapa maksud kak julio ?" Tanya ariana penasaran.
__ADS_1
"Ini orangnya" Jawab julian dan mengarahkan ponsel miliknya ke hadapan jefri.
Ariana hanya tersenyum saat melihat siapa di sana yg julian maksud, ternyata jefri.
Jefri juga tersenyum membalas ariana dan mencoba menyapanya.
"Hai arin, kamu sudah sehat ?" Ucap jefri menanyakan.
"Hallo kak ardan, aku sudah sehat. Kakak kok bisa berdua dengan kak julio, apa kalian sudah mulai akrab ?" Jawab ariana menimpali.
"Ya seperti ini lah, kami sedang merencanakan kerja sama" Tutur jefri.
"Kerja sama seperti apa yg kakak maksud ?" Tanya ariana lagi.
"Kami berencana membuka cafe di samping kampus arin" Sahut julian dan mengarahkan ponsel ke wajahnya.
"Wow, bagus dong kalau seperti itu. Aku harap kak julio dan kak ardan terus akur yaa " Puji ariana.
"Ya ya ya .. semoga saja" Jawab jefri singkat.
"Kau tidak boleh begitu jeff, kita kan sehati" Ucap julian menimpali.
__ADS_1
"Dihh, sok asyik loe jul !" Sarkas jefri.
Ariana hanya tertawa melihat tingkah laku keduanya. Dia sangat senang jika jefri mau membuka dirinya dan berkumpul bersama teman-teman yang lain. Pasalnya saat dia pertama kali bertemu jefri di kampus, ariana tidak pernah melihat jefri berkumpul dengan mahasiswa yg lainnya. Jefri lebih suka sendiri dari pada berkerumun.