Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 49


__ADS_3

Sepanjang perjalanan zein terus saja tersenyum. Arata hanya melirik dari kaca spion di atasnya, dia juga merasa bahagia saat melihat tuannya bahagia.


20 menit waktu yang di tempuh oleh arata. Mobil yg membawa zein pun telah sampai di depan mansion mewah milik papanya. Zein pun turun dan berlalu masuk kedalam. Arata yg sudah memarkirkan mobil, ikut mengekor di belakang zein.


Pintu utama telah di buka oleh seorang pelayan, dan kehadiran zein pun disambut oleh para pelayan yg berlalu lalang di dalam ruang utama.


Tuan malik pun akan turun dari kamarnya untuk makan malam. Lalu dia berpapasan dengan putra semata wayangnya di pertengahan anak tangga.


"Zein, kau pulang nak ?" Sapa tuan malik.


"Ya pa, apartemen zein sedang di tempati oleh seseorang" Jawab zein jujur.


"Siapa yang kamu bawa ke apartemen mu zein ? Papa tidak pernah mengajarkan mu menyembunyikan seorang wanita" Terang tuan malik menekan kata-katanya.


"Tidak pa, papa jangan salah paham dulu. Aku mau mandi dan setelah itu menceritakan semuanya kepada papa" Jelas zein dan berlalu meninggalkan tuan malik.


Tuan malik hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja, saat melihat zein yang tetap dingin saat bertegur sapa dengannya.


Tuan malik pun kembali menuruni anak tangga. Dan setelah itu menuju ruang makan. Tuan malik masih menunggu zein untuk turun dan makan malam bersama dengannya.


Sekitar 10 menit, akhirnya zein turun dari kamarnya. Tak lupa dia membawa ponsel miliknya. Saat berada di mansion, zein hanya memakai pakaian casualnya.


Arata masih saja menunggu di ruang tamu. Tuan malik tidak mengetahui jika arata ada di sana. Lantas zein yg menuruni anak tangga terakir pun menegur arata disana.


"Kamu masih belum pulang arata ?" Tanya zein dan menghampiri nya.


"Ya, saya masih menunggu perintah dari tuan muda. Apakah masih ada yang di perlukan lagi ?" Jawab arata dan kembali bertanya kepada zein.


"Tidak ada arata, kamu boleh kembali. Tetapi jika kamu mau, makan malamlah bersama dengan kami ?" Ajak zein sebelum arata benar-benar pergi dari hadapannya.


"Terima kasih tuan muda, tetapi saya ingin segera kembali ke apartemen saja. Ada hal lain yang akan saya kerjakan" Jawab arata menolak halus ajakkan zein.


"Hem, baiklah. Hati-hati di jalan" Ucap zein dan arata pun berlalu keluar mansion tersebut.


Zein pun memutuskan menuju ruang makan. Tuan malik sudah menunggunya 15 menit yang lalu. Saat zein sudah menduduki kursinya, tuan malik bertanya kepadanya.


"Kamu sedang berbicara dengan siapa zein ?" Tanya tuan malik menatap ke arah zein.


"Ah itu, arata pa" Jawab zein singkat.

__ADS_1


"Oh, baiklah. Kita makan sekarang" Ucap tuan malik dan mulai menyendok nasi dan beberapa ikan ke dalam piring nya.


Zein juga demikian mengikuti apa yg dilakukan papanya dan setelah itu menikmati makanan dengan tenang tanpa ada yg berbicara.


Saat zein dan tuan malik menikmati makanannya, dering ponsel milik zein pun mengalihkan fokus mereka.


Lantas zein melihat siapa yg telah mengganggu nya makan malam saat ini. Tertera nama ariana di sana, zein pun segera mungkin mengangkatnya. Dia tidak ingin mengecewakan ariana sama sekali.


"Hallo kak ?" Ucap ariana di seberang panggilannya.


"Ya, ada apa ? Ada yg kamu butuhkan ?" Jawab zein menanyakan.


"Tidak ada, aku hanya menanyakan apakah kak zein sudah sampai ?" Tanya ariana.


"Sudah, sekitar 15 menit yang lalu" Ucap zein.


Tuan malik hanya memperhatikan tingkah putranya saja. Lalu berdehem untuk mengahlikan fokus zein kepadanya.


"Itu suara siapa kak ? Apa aku mengganggu mu ?" Tanya ariana kembali.


"Tidak mengganggu. Itu suara papa, kamu ingin berbicara dengannya ?" Tanya zein balik.


Lantas ariana mengubah panggilan telepon nya menjadi video call. Tuan malik yg mendengar namanya di sebut pun, mengahlikan pandangannya menatap zein.


"Siapa zein ?" Tanya tuan malik penasaran.


Zein pun memberikan ponselnya kepada tuan malik. Ariana yang sudah melihat wajah pria paruh baya itupun tersenyum menyambutnya.


"Assalamualaikum om malik, bagaimana kabarnya ?" Sapa ariana dengan senyumannya.


"Waalaikumsalam, maaf ini siapa ya ?" tanya papa zein yg memang tidak mengetahui jika itu ariana.


"Om sudah melupakan ku ? Aku ariana om !" Jawab ariana.


"Ariana, om sedikit lupa sepertinya" Ucap papa zein memikirkan nya.


Lantas zein pun ikut menyahuti apa yg di ucapkan si gadis kecilnya.


"Dia putri om sean pa. Tetangga kita saat di bogor dulu" Sahut zein.

__ADS_1


"Astaga nak, maafkan om yg tidak mengetahui jika ini adalah kamu arin" Ucap papa zein kemudian.


"Tidak masalah om, bagaimana kabar om malik saat ini ?" Tanya ariana dengan senyumannya.


"Alhamdulillah nak, om sangat baik sekali. Bagaimana kabar orang tuamu nak, om lama sekali tidak bertemu dengan mereka ?" Jawab papa zein dan berbalik menanyakan kabar orang tua ariana.


"Alhamdulillah sama-sama baiknya om. Satu minggu yang lalu, papa juga menitipkan salam kepada kak zein. Papa sangat rindu dengan om malik katanya !" Jelas ariana.


"Ya nak, om juga rindu dan ingin bertemu dengan sean. Om juga sudah lama sekali tidak mengunjungi makam tante maya" tutur papa zein dengan menunjukkan wajah kehilangan nya.


"Eum, om tidak usah sedih. Tante maya sudah tenang disana. Arin juga turut berduka cita ya om atas kepergian tante maya, sungguh arin, mama dan papa tidak ada yg mengetahui jika tante maya telah tiada. Kami tahu berita itu saat arin bertemu kembali dengan kak zein beberapa hari yang lalu" Terang ariana.


"Tidak masalah nak. Kita juga sama-sama sibuk dan nomor telepon kami juga sudah ganti semua. Jadi hanya saudara terdekat saja yang mengetahui" Ucap papa zein dan mulai menetralkan pikirannya yg tak ingin berlarut dalam kesedihan.


"Ya om, om malik sehat-sehat yaa..? Arin besok akan datang ke kediaman om malik" Ucap ariana antusias.


"Kamu berada di tokyo nak ?" Tanya papa zein dengan wajah berbinarnya.


"Yes om, dan saat ini arin sedang menempati apartemen milik kak zein. Apakah dia tidak memberitahu mu ?" Jawab ariana menanyakan.


"Oh, jadi kamu tinggal disana. Om kira zein sedang menyembunyikan wanita lain disana" Ucap papa zein tersenyum bahagia.


Zein pun hanya memutar bola matanya jengah saat sang papa menuduhnya yg tidak - tidak terhadapnya. Zein hanya mendengarkan saja obrolan ariana dan papanya, tanpa ingin menyahuti sedikit pun.


Menurut zein, biarkan mereka melepas rindu. Karena sudah lama tidak bertemu. Zein hanya meneruskan makanan yg masih tersisa dan setelah itu menikmati dissert pencuci mulutnya.


Ariana masih sangat betah berbincang - bincang dengan papa zein. Memang saat dulu sekali ariana sering di ajak oleh papa dan mama zein untuk berlibur atau sekedar ke mall.


Nyonya maya yg selalu saja memanjakan ariana sedari dia belia. Dia selalu ingin menikmati waktu bersama dengan ariana. Dan itu yang membuat zein sedikit iri kepada ariana saat masih kanak-kanak.


"Yasudah , besok om tunggu kehadiranmu di mansion milik om. Sekarng om malik akan istirahat. Dan kamu juga jangan tidur terlalu malam arin ?" Perintah papa zein


Ariana hanya mengagguki saja dan setelah itu mematikan panggilan video call nya. Tuan malik memberikan ponsel milik zein kembali dan setelah itu meninggalkan zein yang masih betah menikmati dissert miliknya.


Dua menit kemudian ariana mengirim pesan kepada zein. Lantas zein membacanya.


"Thanks's kak.. Aku harap setelah kedatangan ku besok ke mansion mu. Kau tak akan iri lagi kepadaku 😅" isi pesan ariana.


Zein pun hanya tertawa saat membaca pesan yg di kirim oleh arin. Dia masih ingat rupanya dengan kejadian beberapa tahun lalu, gumam hati zein.

__ADS_1


__ADS_2