Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)

Love May Not Always Keep Us Together (Cinta Tak Harus Memiliki)
Chapter 32


__ADS_3

"Kakak sedang memikirkan apa ?" tanya ariana penasaran dengan sikap jeff yang tiba-tiba diam membisu.


"Tidak, tidak ada apa-apa arin. Kakak hanya tidak menyangka saja bisa kembali bertemu denganmu. Kau tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik" puji jeff kepada ariana dengan menyembunyikan pikirannya.


"Huhhh, kakak bisa aja kalau ngegombal" seru ariana mencubit lengan jeff yang berada di sampingnya.


"Kak dimas tidak menawarkan ku minum, pelit sekali !" Ucap ariana menyindir dimas.


"Oh iya kakak lupa, ini silahkan di minum. Kebetulan aku beli makanan dan minuman banyak tadi di supermarket depan" jawab dimas membuka kantung plastik yg dia bawa tadi.


Ariana pun berdiri mengambil satu botol minuman dan duduk kembali ke tempat semula. Zein hanya memperhatikan gerak-gerik ariana dari tempat duduknya.


"Kau kenapa zein hanya diam saja ? Jika kau capek, pulanglah ! Biarkan dimas yg menjagaku disini" Tanya jefri dengan menatap ke arah zein.


"Baiklah, aku akan pulang. Om sean, arin, saya permisi dulu" pamit zein beranjak dari tempat duduknya.


"Sebaiknya kita pulang bersama nak, kamu kesini dengan kami. Dan mana mungkin om tidak mengantar mu pulang" jawab om sean sebelum zein pergi.


Zein pun mengangguk mengiyakan ajakan om sean. Ariana pun pamit undur diri kepada jefri dan dimas.


"Kak, arin pulang dulu yaa..! Besok arin janji akan datang lagi" ucap ariana memegang tangan jefri.


"Hemm, baiklah. Hati-hati di jalan. Sampaikan salam kakak kepada tante susan ya ?" jawab jefri dengan senyum nya.


Ariana pun mengangguk dan mereka bertiga keluar dari ruang inap jefri. Papa ariana jalan lebih dulu dan di ikuti oleh zein dan ariana yang berada di belakangnya.


"Kak zein capek? biar nanti papa saja yang membawa mobilnya" tanya ariana saat melihat zein yang tidak bersemangat.


"No, I'm oke arin" jawab zein singkat.


Ariana pun merasa tidak suka dengan sikap zein saat ini. Rasanya zein sedang ada masalah. Ariana pun mencoba untuk menanyakan kembali, tapi nyalinya pun menciut. Takut jika zein akan marah kepadanya.


Lantas ariana pun merogoh benda pipih didalam tas dan mengeluarkannya.

__ADS_1


"Save saja nomor kakak di ponselku. Aku akan menghubungimu nanti saat sudah berada di rumah" ariana pun memberikan ponsel miliknya kepada zein.


Zein pun mengetik nomornya di ponsel milik ariana dan mengembalikan lagi kepada ariana setelah menyimpan kontaknya.


"Terima kasih kak" ucap ariana tersenyum setelahnya.


Zein hanya menganggukkan kepala dan membalas senyum ariana kembali.


"Kau tidak tau arin, ada hati yang terluka saat melihatmu bercanda dengannya" gumam hati zein saat melangkah menuju tempat parkir mobil ariana.


Zein pun duduk di kursi kemudi, om sean berada di samping kirinya dan ariana berada di kursi penumpang belakang duduk seorang diri.


Zein pun menghidupkan mesin mobil dan melaju perlahan keluar rumah sakit tersebut.


"Langsung saja ke apartemen tempatmu tinggal zein" komando om sean kepada zein.


"Baiklah om" jawab zein singkat.


30 menit kemudian mobil yang di bawa zein pun sampai di depan apartemen mewah. Papa ariana turun untuk menggantikan posisi zein mengemudi.


"Terima kasih om sudah mengantar saya sampai disini" ucap zein beramah tamah.


"Sama-sama nak. Om pulang dulu yaa ! Jika ada waktu mampirlah kerumah ?" Pinta papa ariana sebelum pergi.


Zein pun mengiyakan dan papa ariana pun menginjak pedal gasnya untuk menuju rumahnya.


Ditempat lain


Tasya merajuk kepada devan yg tidak menghiraukannya. Devan sudah tidak menggubris lagi apa yang dikatakan oleh tasya.


Kini keduanya sudah sampai di bandara soekarno hatta jakarta. Devan terus saja mendorong koper miliknya meninggalkan tasya yang terus menggerutu di belakangnya.


Pasalnya devan sudah pusing dan sangat kecewa saat dia tidak bisa menemui ariana di singapura. Dia juga marah kepada jefri yang tidak bisa mencari informasi yang akurat tentang keberadaan ariana saat itu.

__ADS_1


***


Ariana dan papanya telah sampai di pelataran rumahnya. Ariana turun lebih dulu dan masuk kedalam rumahnya. Dia berlari menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Ariana ingin sekali menghubungi zein, untuk menanyakan ada apa dengannya saat ini. Ariana pun melemparkan sembarangan tas miliknya, setelah mengambil benda pipih di dalamnya.


Dia naik keatas tempat tidur dan mulai mengirim pesan kepada zein.


"Kak ?" Send pesan ariana pun terkirim.


"Ada apa arin ?" jawab zein saat membaca pesan yang dikirim oleh ariana.


"Kakak kenapa, kakak marah kepadaku ?" tanya ariana


"Tidak, aku tidak marah kepadamu. Sudah, istirahat lah" Jawab zein yang masih tetap saja menyembunyikan perasaannya.


"Jika ada masalah katakanlah kak, jangan seperti ini. Aku tahu jika kakak sedang ada masalah, dulu kau pernah berjanji kepadaku tak akan menyembunyikan sesuatu dariku" ucap ariana lagi.


"Tidak ada arin, istirahat lah" jawab singkat zein.


Ariana pun semakin serba salah di buatnya, pasalnya sikap zein pun menunjukkan jika dia berubah saat ariana berbincang dengan jefri di rumah sakit tadi.


"Yah, kak jeff .. pasti saat aku berbicara dengannya tadi. kenapa kak zein seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Apa mungkin ..? Astaga, tidak .. tidak .." gumam ariana dalam pikirannya.


Terlintas di pikiran ariana saat ini, bahwa zein memiliki perasaan kepada ariana. Tapi ariana pun juga tak ingin berprasangka dulu kepada orang lain. Karena ini menyangkut hati seseorang. Ariana pun di buat serba salah saat ini. Pasalnya cintanya memang sangat rumit.


Di sebrang sana ada hati yang sedang di jaga olehnya. Dan disini ada pria masa kecilnya dulu yang selalu menjaganya. Dan ada satu pria lagi yg mencoba menyembunyikan perasaannya.


Didalam kamar zein pun termenung , memikirkan ucapan ariana. Yah memang dia pernah berjanji kepada nya tak akan menyembunyikan apapun masalah yg zein miliki.


"Kau yang ku sayang, rindunya hati ini. Yang selalu menantikanmu. Kalau tak cinta lagi, kalau tak sayang lagi. Katakan .. katakan .. katakanlah .." Gumam hati zein berkelana kemana-mana. Dia pun menertawakan kata-kata yang melintas di fikiran nya. Pada dasarnya memang dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk menempati hati ariana.


Zein pun memutuskan untuk menyegarkan tubuhnya. Mungkin jika kepalanya terkena air shower, maka pikiran yg dirasakannya akan hilang.

__ADS_1


__ADS_2