
"Oke kak lanjutkan saja pekerjaan kalian" Ucap arin ingin mengakhiri panggilan video nya dengan mereka berdua.
"Wow, tuan putri sudah mengusir kita jeff rupanya !" Sarkas julian menggodanya.
"Ah .. tidak - tidak , buka seperti itu kak maksud aku" Jawab cepat ariana.
"Sepertinya kamu sedang ada janji dengan seseorang disana. Baiklah kami tidak akan mengganggu mu kalau begitu" Ucap jefri yg memilih mengalah.
"Kak ardan, jangan seperti itu. Aku hanya takut mengganggu kalian saja" Jawab ariana dengan wajah tidak sukanya.
"Aku hanya memahami mu saja arin. Sudahlah, yang terpenting saat ini aku sudah mengetahui kalau kamu baik-baik saja" Jelas jefri dan meyakinkan ariana.
"Oke arin, nanti saat ada waktu luang aku akan menelpon mu kembali. Bye .. bye sweet heart" Gelak julian dan mematikan panggilan videonya.
Jefri yg mendengarkan ucapan sok manis julian pun hanya geleng-geleng kepalanya saja.
Tokyo Jepang
__ADS_1
Ariana akan bersiap untuk menuju mansion milik tuan malik. Dia bergegas membersihkan diri, sesekali ariana bersenandung di bawah kucuran air shower.
Hati ariana merasa bahagia sekali saat akan menemui tuan malik. Arin sangat ingat saat dia dan zein masih kecil, dia selalu di ajak oleh tuan malik dan nyonya maya untuk ke mall atau berlibur ke pantai.
Hanya ariana yg selalu di perhatikan oleh orang tua zein, dari pada putranya sendiri.
10 Menit kemudian ariana telah menyelesaikan ritual mandinya. Kini dia menuju lemari untuk mengambil pakaian gantinya. Dan setelah itu merias wajahnya setipis mungkin, karena ariana tidak suka memakai make up terlalu berlebihan.
Bel apartemen itu pun berbunyi saat ariana menyisir rambut panjang nya. Lantas ariana berlari keluar dari kamarnya menuju lantai bawah untuk membukakan pintu.
Pintu di buka oleh ariana, tampaklah arata ada di depan pintu itu dan menyapa ariana.
"Oh, baiklah. Tunggu sebentar aku akan mengambil tas dan ponsel di kamar. Masuklah arata" Pinta ariana kemudian dan meninggalkan arata di ruang tamu.
Arata saat itu juga sedikit mengagumi sosok ariana. Dia terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna biru muda. Gaun simple yg di pilih ariana membalut di badan rampingnya.
Andai saja itu bukan wanita tuannya, arata sudah maju paling depan untuk mendapatkan hatinya. Arata hanya tersenyum samar di ruang tamu itu tanpa seorang pun.
__ADS_1
Ariana yg sudah mengambil tas dan ponselnya segera keluar dari kamarnya. Dia tidak ingin arata menunggu lama. Ariana sangat tau jika pekerjaan nya sangat banyak sekali.
Ariana sedikit berlari menuruni anak tangga itu. Dan arata reflek langsung menegurnya.
"Pelan-pelan nona, anda bisa terluka" Ucap arata dengan tangan yg bergerak maju ke depan.
"Oh, oke .." Lantas ariana pun memelankan langkahnya.
Ariana sedikit syok saat arata menegurnya. Dia tidak menyangka di balik wajah dingin arata terdapat perhatian yg cukup besar.
Ariana pun sudah sampai di depan arata dan mengajak pria itu untuk segera keluar dari apartemen itu.
"Ayo.. kita berangkat sekarang arata !" Ajak ariana dan mendahului langkahnya.
Arata berjalan di belakang ariana. Dia sudah menunjukkan sikap dinginnya. Saat sampai di lobby apartemen, arata membukakan pintu di belakang kemudi untuk ariana.
Setelah ariana masuk, arata pun duduk di balik kemudi dan menjalankan mobil menuju mansion tuan malik.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam membisu tanpa sepatah kata pun. Ariana juga sedikit merasa canggung saat hanya berdua di dalam mobil bersama arata.