
Mobil jefri sudah memasuki baseman bandara, Ia akan meninggalkan mobilnya disana untuk beberapa hari. Entahlah beberapa hari atau beberapa bulan jefri juga tidak tau pasti.
Jefri berjalan menuju terminal keberangkatan nya untuk check in. Setelah itu masuk kedalam karena pesawat yang akan di tumpanginya segera lepas landas.
"Tunggu kedatangan ku di sana ariana. Aku sangat merindukanmu" gumam jefri dengan senyum bahagianya.
Jakarta Indonesia
Tepat Pukul 11.00 WIB bima menjemput ariana. Dia hanya ingin sekedar jalan-jalan mengelilingi ibu kota itu. Rencana ingin menjemput nya pagi tapi ternyata mama ariana tidak mengizinkan untuk keluar terlalu pagi.
Maka dari itu bima mengajak nya agak siangan saja, Cukup baik mungkin. Meskipun matahari akan sejajar di atas kepalanya.
"Kita mau kemana sayang ?" tanya bima yang memang tidak tahu harus kemana.
"Emm, mungkin ke tugu monas saja bagaimana kak. Kita lihat monumen di sana" saran ariana.
"Oke baik, kita berangkat sekarang" jawab bima dan menginjak pedal gas mobil yg di sewanya selama ada di jakarta.
Sepanjang perjalanan ariana hanya diam memperhatikan lalu lalang kendaraan yang lewat di samping kiri kanan nya.
__ADS_1
Saat itu juga bima fokus dengan mengemudi nya tanpa ingin membuka pembicaraan.
Dering ponsel bima pun menggema di seisi mobil yang mereka tumpangi. Segera bima meminta ariana untuk mengangkat nya dan menyalakan mode louse speaker. Tertera nama Mommy disana.
"Hai mom, ada apa ?" tanya bima to the point.
"Kamu dimana sayang ? beberapa hari ini daddy mencari mu di kampus tidak ada ?" jawab mommy bima.
"Ahh aku lupa memberi kabar kepada mommy dan daddy. Aku saat ini berada di indonesia" ucap bima sedikit tertawa saat mengatakannya.
"Apaa ? Kamu sudah gila yaa ? Meninggalkan kampus, tidak mengajar, dan tidak berpamitan kepada kami. Apa-apaan kamu ini ?" Maki mommy bima kesal kepada anaknya.
"Astaga sayang, kau sudah menemukan cintamu ? Oke baiklah, segeralah pulang dan ajak dia bertemu dengan mommy dan daddy. Hati-hati yaa disana, jangan telat makan. Salam juga untuknya, mommy menunggu kedatangannya" jawab mommy bima panjang lebar.
"Oke, baiklah mom. Aku tutup dulu" ucap bima mengakhiri pembicaraan nya dan ariana pun menutup panggilan tersebut.
"Kau dengar sayang, mommy sedang menunggu kedatangan kita dan ingin bertemu denganmu" ucap bima dengan tersenyum ceria.
Ariana pun tersenyum malu-malu saat mendengarkan nya sendiri apa yg di ucapkan mommy bima. Rasa bahagia menjalari seluruh hati dan fikiran nya. Ariana berdoa semoga saja ini menjadi awal yang baik untuk hubungan nya kedepan.
__ADS_1
Flashback On
Selama bima menginjak remaja sampai saat sudah menjadi dosenpun tak ada keinginan memiliki kekasih. Rasanya malas hanya untuk sekedar berkenalan saja.
Bima lebih fokus kepada karirnya. Sampai suatu hari mommy bima menjodohkan nya dengan anak teman sosialitanya. Tapi bima terus saja menentang tak ingin dijodohkan.
"Kamu mau sampai kapan seperti ini nak ? tidak kah kau terlalu sibuk dengan karier mu yang menjadi dosen itu" ucap mommy bima terus menerus memaksa bima untuk mendengar penjelasan nya.
"Sudah cukup mom, biarkan aku menikmati kehidupan ku dulu. Aku tak ingin buru-buru dalam hal menikah. Biarkan nanti aku yang menentukan nya, kapan saatnya aku berkenalan dan kapan saatnya aku menikah. Cukup untuk saat ini mommy menjodoh-jodohkan ku dengan anak teman sosialita mommy itu. Biarkan aku fokus dengan karier ku, yang nantinya akan membahagiakan mommy di kemudian hari" jawab bima dengan penekanan.
Bima tak suka diatur-atur seperti itu, dia lebih suka murni pertemuan dan membawa cinta yang sesungguhnya tanpa adanya unsur pemaksaan. Seperti saat mommy menjodohkan nya.
Bima juga tak habis fikir dengan sikap mommy nya. Saat ini memang bima tak ada niatan untuk dekat sengan seorang wanita manapun, dia hanya fokus kerja dan kerja.
"Oke baiklah, mommy akan berhenti menjodohkan mu. Dan berjanjilah dalam waktu dekat kau harus memperkenalkan kekasih mu kepada mommy dan daddy. Jika tidak, maka mommy akan memaksamu menerima perjodohan yg mommy janjikan" ucap mommy lagi dan berlalu meninggalkan bima.
Ingin rasanya berteriak dan memecahkan kepalanya. Astaga, sungguh perkataan mommy nya membuatnya pusing. Akhirnya bima memutuskan untuk tinggal di apartemen nya saja.
Jika terus menerus di rumah, maka mommy nya pasti akan terus memaksanya untuk menikah.
__ADS_1
Flashback Off