
Ariana dan zein telah sampai di dalam unit apartemen milik ariana. Kebetulan sekali kamar di sana ada dua, jadi mereka mengistirahatkan tubuhnya setelah membersihkan kamar mereka masing - masing.
Zein telah mengganti bajunya dengan pakaian formal. Dia menghubungi arata dan menyiapkan laptopnya.
Dikamar lain, ariana sudah terlelap di atas kasur king sizenya. Kamar yg selalu dia rindukan, akhirnya dia bisa menempati beberapa hari lagi.
***
Rumah sakit
Dimas sudah terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke arah sekitar, sudah sangat sepi. Kemana mereka semua, gumam dimas.
Dia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah itu memakan sarapan yg tersedia di meja. Saat itu jefri masih terlelap dengan tenang.
Dimas meraih ponselnya untuk mengirim pesan kepada ariana. Dia ingin tau saat ini ariana dan zein sedang berada di mana.
"Kamu dimana princess ?" Send pesan dimas terkirim.
Lama tidak ada jawaban dari ariana, dimas hanya mendesah pasrah karena tidak mendapatkan jawaban. Dia mencoba untuk menghubungi zein, tetapi nomornya sedang sibuk.
"Aakkkhh .. kemana semua sih mereka ?" Maki dimas yg merasa kesal.
Dia melanjutkan sarapan paginya yg sempat tertunda karena tertidur.
Ditempat lain,
Bima mendapat kabar dari kai jika ariana sedang berada di singapura saat ini. Bima sangat bahagia, akhirnya dia dapat menemui ariana lagi.
"Semuanya masih belum terlambat, aku berharap kamu bisa memaafkan ku kembali ariana. Maafkan aku yg telah lalai menjaga kepercayaan mu saat itu" Gumam bima dengan perasaan kalutnya.
Bima meminta kai untuk mencari tau ariana saat ini tinggal dimana. Dia akan mengatur semua, seakan terjadi pertemuan tiba - tiba yg tidak di rencanakan.
Sekitar 30 menit, bima mendapat kabar dari kai. Bima mendengarkan secara seksama apa yg di ucapkan oleh kai.
"Hallo tuan .." Ucap kai di sebrang sambungan teleponnya.
"Ya kai, bagaimana ?" To the point bima.
"Nona ariana sedang berada di apartemen nya yg dulu. Dia sedang dengan seorang pria" Jawab kai.
"Apa ? Seorang pria ?" Syok bima.
"Ya, tuan" Jawab singkat kai.
"Cari tau, siapa pria yg bersamanya saat ini" Pinta bima merasa kesal.
__ADS_1
"Baik tuan" Jawab kai lalu memutuskan panggilannya.
Bima menggenggam tangannya kuat, lalu melemparkan semua benda yg ada di atas meja. Bima sangat benci jika ariana bersama pria lain.
"Apa ini balasan mu untuk ku ariana ? Apakah harus dengan cara kau mendekati pria lain untuk membalas ku. Maafkan aku, maafkan aku yg telah menghancurkan kepercayaan mu" Gumam bima.
Dia sangat kalut, marah dan juga kecewa dengan kabar yg dia dapat dari asisten pribadinya.
Di sebuah apartemen, Zein masih fokus dengan conferencenya. Sesekali dia medengarkan pendapat dari para client nya. Sekitar 2 Jam lamanya, akhirnya conferencenya telah usai.
Zein melonggrkan dasinya, dan duduk di atas ranjang. Dia merasa pikirannya tidak fokus kali ini. Zein memutuskan untuk menuju kamar mandi, membasuh mukanya dan setelah itu mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.
Zein keluar dari kamar miliknya dan melihat ke lantai bawah tampak sepi. Dia berfikir, mungkin ariana sedang tertidur saat ini. Zein hanya membiarkan saja. Zein menuruni tangga menuju dapur. Dia melihat tidak ada apa-apa di sana.
Zein memilih duduk di sofa ruang tamu dan memesan makanan. Ada notifikasi pesan masuk yg menjadi perhatiannya kali ini. Zein membuka aplikasi hijau miliknya dan melihat siapa yg mengirim pesan.
"Kamu dimana ?" Isi pesan dimas.
Zein hanya tersenyum saja membacanya, Lalu dia membalas pesan dari dimas agar dia tidak khawatir.
"Aku sedang di apartemen ariana" Balas zein.
Setelah dimas mendapat balasan dari zein, dia langsung saja menelepon. Zein hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingka sahabatnya itu. Zein pun menjawab panggilan dari dimas.
"Enak sekali kau meninggalkan ku berdua dengan jeff disini" Sarkas dimas di balik sambungan teleponnya.
"Hufftt .. Aku butuh ruang untuk meeting conference dengan client ku. Jadi aku mengajak ariana ke apartemen nya, baru saja aku menyelesaikan meeting ku" Jelas zein.
"Oh, oke. Segeralah kembali kesini. Jeff sudah di perbolehkan pulang oleh dokter" Pinta dimas.
"Lalu aku naik apa untuk menjemputnya ?" Tanya zein.
"Minta julian menjemput saja" Saran dimas.
"Dia sedang berada di kampus. Kita tidak boleh mengganggu nya dim" Jawab zein.
"Oh, begitu. Pakai mobil jeff saja di baseman apartemen" Saran dimas lagi.
"Hah, kau merepotkan ku dim. Aku akan meminta resepsionis untuk membuka apartemen miliknya" Akhirnya zein mengalah.
Dia mematikan sambungan teleponnya dan turun menuju lobby bawa. Zein sedikit kesulitan untuk meminta card access unit milik jeff. Akhirnya dia menghubungi dimas dan meminta dia memberikan ponselnya kepada jefri.
"Jeff, zein ingin berbicara denganmu" Ucap dimas dan memberikan ponsel miliknya kepada jefri. Jefri menerima dan meletakkan di telinganya.
"Ada apa zein ?" Tanya jefri kemudian.
__ADS_1
"Aku minta tolong, suruh resepsionis untuk memberikan card access milik unitmu. Aku ingin mengambil kunci mobil milik mu" Jawab zein.
Jefri mematikan panggilan di ponsel dimas. Lalu meraih ponsel miliknya diatas nakas. Dia menghubungi resepsionis apartemen nya. Dan setelah itu mematikan panggilannya setelah berbicara kepada resepsionis apartemen nya.
Zein mendapat card access cadangan milik jeff, setelah itu dia naik ke lantai atas untuk menuju unit milik jeff.
Di dalam kamar, ariana mengerjabkan matanya. Rasa kantuk masih menghampiri nya, Dia beranjak berdiri dari tempat tidurnya dan menuju ke arah kamar mandi.
Bel pintu pun berbunyi, ariana bergegas keluar dari kamar mandi dan menuju lantai bawah. Ariana membuka pintu dan kurir pengantar makanan datang lalu memberikan bungkusan itu kepada ariana.
"Maaf, ini penanan anda nona" Ucap kurir memberikan dua kantung paperbag makanan.
"Hah, makanan apa ? Saya tidak pesan makanan" Jawab ariana tak mau menerima bungkusan itu.
"Ah, ini di pesan oleh tuan zein" Jawab kurir itu melihat nama pemesan di aplikasinya.
"Oh, baiklah. Terima kasih" Ucap ariana dan menerima paperbag yg di berikan oleh kurir itu. Ariana menutup kembali pintu apartemen nya setelah sang kurir pergi.
Ariana meletakkan makanan diatas meja ruang tamu. Dan berteriak memanggil zein. Ariana tidak mengetahui jika zein tidak ada di kamarnya.
"Kak zein, makanan yg kamu pesan sudah datang" Teriak ariana lalu dia menuju dapur untuk mengambil air putih.
Ariana kembali setelah menyelesaikan minumnya. Dia tidak melihat ada tanda - tanda zein berada di ruang tamu. Dia berjalan ke lantai 2 untuk mengecek apakah dia masih belum menyelesaikan conferencenya.
Ariana perlahan mengetuk pintu kamar, tetapi tidak ada jawaban. Dan dia tidak mendengar suara apapun dari sana. Ariana memberanikan diri untuk membuka pintu kamar itu dan tidak ada orang.
"Kemana dia katanya tadi sedang meeting, kenapa sekarang tidak ada di kamarnya" Ariana bergumam didalam hatinya.
Ariana menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi nomor zein.
"Yaa dear, ada apa ?" Ucap zein lebih dulu saat panggilan dari ariana di terima olehnya.
"Kak zein ada dimana ?" Tanya ariana.
"Emm, aku di unit milik jeff mengambil kunci mobil" Jelas zein.
"Oh .." Jawab ariana ber'o riyah.
"Ada apa, hem ?" Tanya zein kemudian.
"Makanan kakak sudah datang, dan aku bingung mencarimu kemana - mana" Jawab ariana.
"Em, oke tunggu sebentar. Aku akan kembali kesana" Ucap zein dan mematikan panggilan teleponnya.
Zein menutup pintu utama kamar zein dan menuju unit milik ariana, karena gadisnya sudah menunggu.
__ADS_1