
"Lihat aku Nay." ucap Kenzo sambil menegak botol obat anti serangga di hadapan Nayla.
Kenzo benar-benar melakukannya dengan menegak botol obat anti serangga di hadapan Nayla, dengan cepat sebelum Kenzo menegak lagi Nayla menepis keras botol itu dengan tangannya.
"Apa yang kamu lakukan Ken?" ucap Nayla sambil memasukkan salah satu jarinya ke mulut Kenzo agar bisa memuntahkan kembali semua yang di minumnya.
Dengan tubuh meringkuk Kenzo mengeluarkan semua yang di dalam perutnya.
Wajah Kenzo memucat dengan tubuh yang sangat lemas.
"Kenapa kamu melakukan ini Ken, kamu bisa mati tahu tidak?" teriak Nayla dengan airmata bercucuran.
"Harusnya biarkan aku mati Nay, daripada aku harus melihatmu dengan Pak Ardian." ucap Kenzo dengan suara lemah.
"Ayo masuk ke dalam kamarmu Ken, kamu sakit...badan kamu demam, kamu harus istirahat." ucap Nayla memapah Kenzo masuk ke dalam kamarnya.
Dengan mengeluarkan sedikit tenaga, membaringkan Kenzo ke ranjang kamarnya.
"Nayla aku mohon jangan tinggalkan aku, aku membutuhkanmu Nayla." rintih Kenzo dengan mata terpejam.
"Tapi aku harus pulang Ken, ini sudah sangat malam." ucap Nayla yang takut orang tuanya mengetahui keberadaannya.
"Aku mohon Nay, sekali ini saja...temani aku malam ini, aku demam Nay." ucap Kenzo meraih tangan Nayla dan memegangnya dengan erat.
Nayla terdiam, dengan hati yang berkecamuk antara perasaan cintanya pada Kenzo dengan ketakutannya pada Ayah bundanya.
"Baiklah, tapi aku minta jangan kamu ulangi lagi seperti tadi ya? kamu bisa mati sungguhan Ken?" ucap Nayla membalas genggaman tangan Kenzo.
"Kita akan tetap bersama kan Nay? katakan padaku kalau kamu akan selalu mencintaiku?" tanya Kenzo dengan mata memohon dan sangat lemah.
"Ya kita akan tetap bersama, aku juga mencintaimu Ken, tapi aku minta hubungan kita jangan sampai ada yang tahu, kasihan Ayah dan Bundaku, berjanjilah padaku?" ucap Nayla yang sudah terlanjur mengiyakan lamaran Ardian.
"Kamu temani aku malam ini ya Nay? please?" ucap Kenzo lagi mengusap punggung tangan Nayla.
"Aku tidak bisa Ken, aku harus pulang...orang tuaku pasti menungguku sekarang." ucap Nayla antara ya dan tidak untuk menuruti permintaan Kenzo.
"Nayla please sayang, aku ingin bersamamu malam ini, tidak akan terjadi apa-apa aku hanya ingin kamu di sini di saat aku sakit." ucap Kenzo meletakkan tangan Nayla di keningnya yang panas menyengat.
Hati Nayla meleleh, bagaimana pun hatinya dan cintanya masih untuk Kenzo, dari sejak SMA.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kamu jangan macam-macam ya." ancam Nayla yang masih berpegang dengan kesuciannya.
Kenzo mengangguk pasti.
"Aku berjanji padamu." ucap Kenzo sambil memegang tangan Nayla dan di letakkan di atas dadanya.
"Tidurlah aku menunggumu di sini." ucap Nayla dengan salah satu tangannya membelai kepala Kenzo.
Mata Kenzo terpejam dengan hatinya yang sangat tenang dengan belain tangan lembut Nayla di kepalanya.
***
Ardian tidak bisa memejamkan matanya, pikirkannya melayang entah kemana.
Hatinya terasa hampa malam ini, sebelumnya Ardian percaya Nayla sudah bisa membuka hati untuknya, dengan Nayla memeluknya hampir berjam-jam sampai tertidur.
Serta perhatian Nayla yang membuatnya bahagia.
Tapi saat Nayla di hadapkan pada pilihan untuk memilih antara dirinya atau Kenzo, Nayla masih memilih Kenzo laki-laki yang di cintai Nayla.
Ardian mengambil nafas panjang, berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, hanya itu yang di butuhkan Ardian saat ini.
Setelah mengambil Wudhu Ardian menjalankan sholat hajat dan dengan khusuk Ardian memejamkan matanya dan berdoa dalam hatinya yang paling dalam.
Tak terasa ada setitik airmata menetes di sudut matanya.
Sangat lama Ardian berdoa dan berdzikir, sampai pada saat Ardian mendengar ponselnya berdering.
Ardian menghentikan kegiatannya dan mangambil ponsel yang ada di atas mejanya.
Ada nama Pak Sasongko pada panggilan ponselnya.
"Hallo ya Pak Sasongko." ucap Ardian dengan perasaan tidak enak.
"Maaf Nak Ardian, apa Nayla masih di tempat Nak Ardian? karena barusan ada pesan dari Nayla kalau Nayla tidak bisa pulang malam ini?" tanya Sasongko.
Ardian terdiam dengan hati yang tiba-tiba merasa pedih dan terluka.
"Ya Pak, Nayla sedikit kurang enak badan jadi saya memintanya untuk istirahat, maaf sebelumnya belum memberitahu Bapak." ucap Ardian yang terpaksa berbohong pada Sasongko.
__ADS_1
"Ya sudah Nak, Bapak hanya kuatir saja kenapa sampai malam belum pulang juga." ucap Sasongko lagi.
"Ya Pak, mohon bisa di maafkan." ucap Ardian sekali lagi dengan perasaan bersalah.
"Jaga Nayla baik-baik ya Nak Ardian." ucap Sasongko sebelum mengakhiri teleponnya.
Ardian terdiam dengan ponselnya yang masih dalam genggamannya.
"Kamu di mana Nay, apa kamu bersama Kenzo malam ini? kenapa kamu tega melakukan ini padaku? setelah kamu menerima lamaranku tadi siang." gumam Ardian.
Dan sekarang Nayla berbohong pada Ayahnya kalua dia tidak pulang karena tidur di rumahnya, bagaimana kalau tadi dia memberitahu kalau Nayla tidak ada di rumahnya, apa yang akan terjadi pada Nayla.
Setelah sekian lama berdiam diri, Ardian berniat untuk melepaskan lelah hati dan pikirannya.
Namun kembali Ardian di kejutkan dengan bunyi ponselnya.
Ada nama Nayla di ponselnya.
Dengan cepat Ardian menerima panggilan Nayla.
"Maaf Pak Ardian, aku tadi kirim pesan pada Ayah kalau malam ini tidak bisa pulang, dan aku mengatakan pada Ayah kalau aku menginap di rumah Bapak, mungkin nanti Ayah ada telepon sama Bapak." ucap Nayla di tempat Kenzo.
"Kamu ada di mana?" tanya Ardian dengan suara tercekat.
"Aku ada di rumah Zanna." ucap Nayla lagi.
Ardian terdiam sejenak dengan menahan rasa lukanya.
"Baiklah, besok pagi aku ke rumahmu kita harus terlihat bersama, aku akan menjemputmu di rumah Zanna pakai sepeda motor kamu." ucap Ardian.
"Hm, baiklah pak jemput aku jam delapan ya." ucap Nayla berniat pagi-pagi ke rumah Zanna.
"Selamat malam Nay." ucap Ardian menutup ponselnya dengan hati yang semakin terluka dengan kebohongan Nayla.
Dengan tangan bergetar Ardian mengirim pesan pada Zanna untuk memastikan apa Nayla bersama Zanna atau tidak.
Ardian membaca balasan pesan dari Zanna kalau Nayla tidak bersamanya.
Ardian menceritakan semuanya pada Zanna, dan berpesan pada Zanna untuk tidak bertanya apapun saat besok pagi Nayla ke rumahnya.
__ADS_1
"Ya Tuhan beri aku kekuatan untuk bisa menahan rasa sakit dan luka hati ini, aku percaya padaMu bahwa cinta selalu ada pada orang-orang yang baik, semoga Nayla termasuk di dalamnya, dan hanya Dirimu Ya Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati manusia, aku percaya padaMu kalau memang Nayla adalah jodohku dia akan datang padaku atas IzinMu." ucap Ardian dalam hati dengan suara tangis di hatinya yang paling dalam.