
"Tidak biasanya kamu begini Nay? biasanya kamu antusias saat kita membicarakan Kenzo." ucap Ardian berharap suatu saat dia bisa melihat cinta di mata Nayla hanya untuknya.
"Kalau aku antusias bahas Kenzo, apa bapak akan suka?" tanya Nayla dengan serius.
"Selama itu membuatmu bahagia, aku ikut bahagia Nay." jawab Ardian dengan serius pula.
Nayla terdiam, menatap penuh wajah Ardian.
"Kenapa masih ada orang seperti Ardian di jaman seperti ini?" ucap Nayla dalam hati.
"Jadi kapan kalian akan bertemu?" tanya Ardian dengan hati yang berdebar-debar.
"Belum tahu pak, Kenzo belum memberi kabar dan lagi aku mau cari kerja juga pak, aku bosan kalau di rumah terus pak." ucap Nayla yang ingin mendapatkan uang dari keringatnya sendiri.
"Kalau bisa jangan bekerja Nay, biar aku saja yang kerja." ucap Ardian dengan serius.
"Kita lihat saja nanti ya pak." ucap Nayla yang benar-benar ingin bekerja.
"Ya sudah Nay, aku berangkat dulu ya." ucap Ardian bangun dari duduknya.
Nayla mengantar Ardian sampai depan rumah.
"Hati-hati ya pak." Ucap Nayla memberikan tas kerja Ardian.
Ardian terdiam berharap Nayla melakukan seperti apa yang telah di lakukan seorang istri pada suaminya.
Sekian menit Ardian menunggu, Nayla tidak juga melakukannya, dengan perasaan sedih Ardian berjalan meninggalkan Nayla yang masih termangu.
"Pak Ardian." panggil Nayla menghampiri Ardian sebelum masuk mobil.
"Ya Nay." ucap Ardian menghentikan langkahnya.
Tanpa mengucapkan apa-apa Nayla meraih tangan Ardian dan mengecup punggung tangan Ardian.
"Hati-hati ya pak." ucap Nayla dengan tersenyum, sambil menunggu Ardian mengecup keningnya.
"Nay, apa aku harus melakukannya juga?" tanya Ardian ragu melakukannya karena takut Nayla tidak akan suka.
Nayla mengangguk pelan.
Dengan gugup Ardian memajukan wajahnya dan mengecup pelan kening halus Nayla.
"Aku berangkat ya Nay." ucap Ardian tersenyum dengan hati yang penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Nayla tersenyum melihat tingkah Ardian yang terlihat malu-malu saat melakukannya.
Sambil meraba keningnya yang baru di kecup Ardian, Nayla masuk ke dakam kamar.
Saat mau berganti pakaian, ponsel Nayla berbunyi, dengan cepat Nayla menerima panggilan tersebut setelah tahu yang menelponnya adalah Kenzo.
"Hallo..Nayla." sapa Kenzo yang sebenarnya sudah ada di depan rumah Nayla.
"Ya Ken." balas Nayla sambil melanjutkan berganti pakaian.
"Hari ini aku libur kerja, aku ingin mengajakmu
melihat galeri lukisan dari pelukis terkenal di kota ini." ucap Kenzo berharap Nayla mau menerima ajakannya.
"Baiklah Ken, tapi kita tidak akan lama kan?" tanya Nayla memastikan tidak akan lama perginya.
"Sebentar saja Nay, di sana juga di adakan lomba melukis antar para mahasiswa, kamu pasti suka..kamu suka melukis juga kan?" tanya Kenzo yang tahu sejak SMA sering mengikuti lomba.
"Baiklah Ken, kita bertemu di mana?" tanya Nayla yang sudah selesai berganti pakaian.
"Aku sudah menunggu di depan rumahmu Nay." ucap Kenzo terdengar tertawa kecil di sana.
"Oh ya? Oke aku keluar sekarang."ucap Nayla mengambil tas kecilnya.
Bergegas Nayla menghampiri Kenzo yang sudah menunggunya di dalam mobil.
"Masuklah Nay." ucap Kenzo keluar dari mobilnya dan membukakan pintu buat Nayla.
"Apakah jauh tempatnya Ken?" tanya Nayla setelah Kenzo kembali ke dalam mobil.
"Tidak terlalu jauh kok Nay." ucap Kenzo seraya tersenyum bahagia karena bisa keluar bersama Nayla.
Tiba di gedung serba guna sebagai tempat galeri lukisan dan lomba. Kenzo dan Nayla keluar dari mobil.
Di dalam gedung galeri tampak sudah banyak yang datang, dari para mahasiswa yang mengikuti lomba dan para pencinta seni lukisan.
Nayla dan Kenzo berjalan beriringan melihat tiap lukisan yang terpasang di dinding.
"Nay, kita lihat lomba melukisnya yuk..sapa tahu kamu mau ikut." ucap Kenzo tanpa sadar memegang tangan Nayla, dan Nayla membiarkannya.
Berdua berjalan mendatangi tempat di mana beberapa perwakilan mahasiswa dari semua universitas yang sedang bersiap-siap untuk mengikuti lomba melukis yang akan di mulai sebentar lagi.
Nayla berdiri di samping Kenzo, melihat seorang wanita yang sedang memberikan beberapa kata sambutan.
__ADS_1
Nayla menatap wanita itu tanpa berkedip dan lebih lagi saat melihat ada Ardian di samping wanita yang Nayla tahu itu adalah Anita.
"Nay, bukankah itu pak Ardian?" sedang apa dia di sini?" tanya Kenzo dengan heran.
"Kita ke sana Ken." ucap Nayla berjalan sedikit berdesakan karena banyak orang yang mengikuti lomba.
Anita dengan senyum manisnya memberikan beberapa patah kata, sebagai panitia penyelenggara lomba menulis antar Mahasiswa.
Dengan ramah Anita juga mengenalkan Ardian sebagai tim penilai yang valid yang tidak bisa di ganggu gugat.
Ardian tersenyum ramah pada Anita saat Anita memperkenalkan dirinya pada semua orang.
Nayla lebih maju ke depan tanpa memperdulikan Kenzo yang ada di sampingnya.
Tanpa sengaja, Ardian melihat kehadiran Nayla yang di sampingnya ada Kenzo.
Nayla menatap Ardian tak berkedip, saat Anita mengajak Ardian untuk melihat para mahasiswa yang sudah memulai melukis.
"Nayla, sebaiknya kita pergi dari sini." ucap Kenzo yang melihat jelas ada ketidaksukaan di wajah Nayla saat Ardian di ajak wanita itu untuk mengamati hasil lukisan para mahasiswa.
"Sebentar Ken." ucap Nayla mengikuti Ardian yang di ajak Anita berkeliling melihat beberapa lukisan yang ada di dalam gedung.
Ardian yang mengetahui kehadiran Nayla, meminta izin pada Anita untuk menemui Nayla.
"Nay, kamu ada di sini?" tanya Ardian sambil menatap Kenzo yang ada di samping Nayla.
"Bapak sendiri kenapa juga di sini?" tanya Nayla tak mengerti dengan hatinya, kenapa dia harus marah melihat ardian dengan Anita.
"Pak Ardian penilaian akan segera dimulai." ucap Anita memanggil Ardian.
"Nay, kamu tunggu di sini sebentar ya, aku akan meminta izin pada Anita untuk mengantarmu pulang." ucap Ardian sedikit takut melihat kemarahan di wajah Nayla.
"Tidak perlu pak, aku akan pulang bersama Kenzo." ucap Nayla dengan hati yang tiba-tiba ingin marah pada semua orang.
"Kenzo, ayo pulang." ucap Nayla kemudian berjalan keluar dari gedung galeri.
"Kamu kenapa Nay? tidak biasanya kamu marah?" tanya Kenzo memegang tangan Nayla, namun di tepis halus oleh Nayla.
"Aku tidak apa-apa Ken, maafkan aku..bisakah kita pulang sekarang?" ucap Nayla yang masih kesal dengan sikap Anita yang begitu perhatian pada Ardian suaminya.
"Nay, kenapa kamu terlihat marah? apa kamu cemburu melihat pak Ardian dengan wanita itu?" tanya Kenzo tak mengerti dengan hati Nayla.
"Aku tidak cemburu Ken, aku hanya marah pada wanita itu.. entahlah Ken, kita pulang sekarang ya?" Ucap Nayla dengan perasaan kecewa, entah kecewa karena apa.
__ADS_1