
Setelah Ardian keluar kamar, Nayla terduduk lemas di ranjangnya, setitik airmata meleleh di kedua pipinya.
"Apakah yang aku lakukan ini benar Ya Tuhan? aku tidak ingin melihat Pak Ardian menderita di sisa hidupnya, aku tidak ingin ada rasa bersalah jika terjadi sesuatu padanya, aku tidak apa yang aku inginkan sekarang, aku tidak tahu siapa yang aku cintai? Ya Tuhan berikan hambamu jalan dan berikan hambamu petunjuk, aku tak ingin menyakiti hati siapapun, aku hanya ingin bahagia dengan orang yang aku cintai dan yang mencintaiku." rintih suara hati Nayla dengan perasaan yang semakin hari semakin terbawa pada sosok Ardian.
"Drrrtttt... Drrrrttt... Drrrtttt"
Nayla melihat nama Kenzo di panggilan ponselnya.
"Hallo ya Ken?" tanya Nayla dengan hati yang galau.
"Aku sudah menunggumu di depan rumah." ucap Kenzo yang sudah menunggu di depan rumahnya.
"Ken, tunggulah di swalayan yang dekat perempatan, aku akan ke sana lima menit lagi." ucap Nayla yang tidak ingin naik mobil bersama Kenzo, karena ingin menjaga nama baik suaminya.
"Baiklah Nay, lima menit ya?" ucap Kenzo kemudian menutup panggilannya.
Nayla mengambil nafas panjang, mengambil tas kecilnya dan berjalan keluar kamar untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan Kenzo yang sudah tidak bisa di pertahankannya lagi.
***
Di depan swalayan Kenzo menunggu Nayla dengan gelisah. Jalan semakin ramai karena jalan di depan swalayan adalah jalan jalur utama.
Kenzo melihat Nayla keluar dari Taxi.
__ADS_1
Dengan kepala sedikit tertunduk dengan memakai kacamata hitam dan sebuah topi yang bertengger di kepalanya Nayla menghampiri Kenzo.
"Bagaimana kabarmu Nay? apa kamu sudah bicara dengan Pak Ardian?" tanya Kenzo langsung pada permasalahannya.
"Maafkan aku Ken, aku tidak bisa melakukannya saat ini, aku tidak bisa bercerai dengan pak Ardian di saat pak Ardian di vonis hidupnya tinggal beberapa bulan lagi." ucap Nayla lirih tanpa mampu melihat mata Kenzo.
"Apa maksudmu Nay? aku tak mengerti?" ucap Kenzo menatap dalam wajah Nayla.
"Aku tidak akan bercerai sebelum Pak Ardian sembuh dari sakitnya, aku akan berusaha keras agar Pak Ardian sembuh dan segera mendapatkan donor ginjal." ucap Nayla dengan hati yang sudah mantap.
"Lalu bagaimana dengan diriku Nay? bagaimana dengan janji yang kamu katakan padaku? apakah semua itu bohong Nay?" cecar Kenzo dengan kekecewaan yang mendalam.
"Kamu masih bisa mencari wanita yang lebih baik dari aku Ken, aku tidak bisa melihat Pak Ardian menderita lagi, apalagi di saat aku tahu hidupnya tidak akan lama lagi, ada rasa bersalah di hatiku yang telah menyakiti hati Pak Ardian yang begitu baik padaku." ucap Nayla dengan suara pelan tidak ingin menjadi bahan tontonan orang-orang di sekitarnya.
"Mengertilah Ken, mungkin ini sudah takdir kita, dan mungkin kita memang tidak berjodoh banyak sekali halangan kita berdua Ken." Ucap Nayla tak bisa berkata apa-apa lagi selain menundukkan wajahnya.
"Aku tidak bisa menerima ini Nay, aku yang selalu mempertahankanmu, dan sekarang kamu begitu saja melepaskan aku hanya karena laki-laki tua yang tidak punya malu itu." ucap Kenzo dengan marah.
"Kenzo!! jaga bicaramu!! jangan menghina orang yang lebih tua, apalagi Pak Ardian adalah guru kita." ucap Nayla dengan tatapan tidak senang.
"Bagaimana aku harus bersikap pada orang yang telah merebut kekasihku, cintaku dengan cara licik." teriak Kenzo yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
"Apa maksudmu Ken?" tanya Nayla tak mengerti dengan ucapan Kenzo, apa yang telah di lakukan Pak Ardian hingga Kenzo menyebutnya licik.
__ADS_1
"Tanya sendiri padanya orang tua bangka itu, apa yang telah di lakukannya untuk bisa memilikimu." ucap Kenzo dengan amarah yang sudah meluap-luap.
"Kenzo!!! aku bilang jaga bicaramu, jangan bicara jelek tentang pak Ardian, pak Ardian sekarang adalah suamiku aku tidak bisa jika ada orang lain yang menghina suamiku, sungguh aku menyesal bertemu denganmu Ken!! jika aku tahu kita harus bertengkar seperti ini." ucap Nayla sambil menghentakkan kakinya, berjalan cepat meninggalkan Kenzo tanpa melihat sekeliling jalan.
Kenzo mengejar Nayla yang masih berjalan tanpa menghiraukan panggilannya, hingga pada saat Nayla hendak menyeberang, tanpa tahu ada mobil yang berkecepatan tinggi sedang menuju ke arahnya.
"Naylaaaaa!!! awassssss!!!" teriak Kenzo berlari kencang mendorong Nayla dengan keras, hingga terdengar suara tabrakan yang tak terelakkan.
"BRAKKKKK"
Tubuh Kenzo terpental cukup jauh dan tergeletak di tengah jalan dengan wajahnya berlumuran darah, sedangkan Nayla terjerembab di pinggir trotoar.
"Kenzooo, Kenzooooo!!!" teriak Nayla berlari mendekati Kenzo yang sudah di kerumuni orang-orang.
"Panggil ambulans sepertinya korban terluka parah." teriak salah satu orang.
"Aku sudah menelponnya, sebentar lagi ambulans tiba." teriak seseorang lagi.
Tubuh Nayla seketika lemas melihat tubuh Kenzo yang tergeletak bersimbah darah dan tak bergerak.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi sekarang?" ucap Nayla dengan airmata yang tak mampu dia tahan lagi.
"Kenapa ini harus terjadi pada Kenzo di saat dia sudah menetapkan hatinya untuk Ardian?dan orang yang di cintainya sekarang telah berkorban untuk menyelamatkan dirinya."
__ADS_1
"Kenzo apa yang telah ku lakukan padamu?kenapa kamu mengorbankan dirimu untuk menyelamatkan aku? sekarang apa yang harus aku lakukan ya Tuhan???" ratap Nayla menangis dalam hati.