
Ardian membuka matanya perlahan sambil menatap ke sekeliling ruangan yang sama sekali tidak di kenalnya. Dan lebih terkejut lagi ada Anita yang tanpa pakaian sedang memeluknya di balik selimutnya dan dirinya sendiri bertelanjang dada.
Ardian ingin menggerakkan tubuhnya tapi kedua tangan dan kakinya telah terikat dan tidak bisa bergerak sama sekali.
"Ya Tuhan apa yang telah terjadi padaku? di mana aku? dan Nayla..di mana Nayla?" ucap Ardian dalam hati sambil menggelengkan kepalanya yang terasa pusing.
"Dan kenapa aku ada di sini, dan kenapa Anita tidur bersamaku tanpa memakai pakaian? apa aku telah di jebak oleh Anita?" tanya Ardian berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
Sambil mengingat semuanya Ardian menggeser tubuhnya agar bisa menjauh dari Anita.
"Kamu mau kemana Ardian, tetaplah tenang bersamaku kamu akan aman, kalau kamu berusaha kabur di luar anak buah Burhan sudah bersiap membunuhmu." ucap Anita dengan seringaian kecil.
"Di mana aku Anita? cepat bebaskan aku? kenapa kamu sampai melakukan hal yang seperti ini, ingat dengan statusmu Anita!" ucap Ardian yang sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Anita yang sedikit punya kelainan jiwa.
"Aku tidak perduli dengan statusku lagi Ardian! karena dengan statusku yang tinggi kamu masih saja memilih gadis itu yang sama sekali tidak mempunyai kelebihan apa-apa selain sifat yang sombong yang ingin menguasaimu." ucap Anita dengan tatapan penuh kebencian.
"Istriku tidak seperti yang kamu pikirkan Anita, walau dia masih muda tapi dia sangat dewasa dalam memandang suatu masalah, dia wanita yang sangat baik hati dan penuh pengertian." ucap Ardian yang tidak ingin siapapun menjelekkan istrinya.
"Jangan puji terus istrimu di hadapanku Ardian!! kamu tahu setelah melihat foto-foto ini, apa dia masih bertahan denganmu yang sudah tua yang telah mengkhianatinya dengan wanita lain." ucap Anita seraya melemparkan Foto-foto Ardian yang tidur bersama dengan dirinya dalam keadaan tidak berpakaian selain selimut yang menutupi separuh tubuhnya.
Dengan panik Ardian melihat foto-foto yang berserakan di ranjangnya dan sungguh hati Ardian sangat terkejut melihat foto-foto itu yang sama sekali dia tidak tahu kapan di ambilnya dan apa yang terjadi pada dirinya.
"Ya Tuhan, apa yang kamu lakukan Anita!! kenapa kamu begitu kejam!!" teriak Ardian bangun dari duduknya namun seketika itu juga terjatuh karena tangan dan kakinya terikat kuat.
"Hahaha... kamu tahu Ardian foto-foto ini pasti sudah sampai pada Nayla dan dia akan segera meninggalkanmu." ucap Anita dengan tertawa keras seperti orang yang sudah kehilangan akal.
__ADS_1
"Kenapa kamu lakukan hal ini Anita? apa salahku dan Nayla padamu sampai kamu tega melakukan hal ini?" tanya Ardian yang meringkuk di lantai.
"Kamu ingin tahu salahmu ya? karena kamu sudah dua kali menolakku dan untuk yang ketiga ini kamu tidak akan bisa menolakku! dan Nayla..aku tidak suka dengan sifatnya yang sok kecantikan yang seolah-olah kamu yang sangat mencintainya." jawab Anita dengan nada penuh kebencian.
"Aku menolakmu karena aku tidak mencintaimu Anita, dan lagi aku sudah beristri! kenapa kamu tidak menyadarinya juga, sadarlah Anita! apa yang kamu lakukan ini adalah salah dan kamu telah melanggar hukum!" ucap Ardian dengan keras seraya berusaha melepaskan ikatannya.
"Aku sudah terlanjur mencintaimu Ardian dan aku sudah tidak bisa mundur lagi aku bisa memilikimu atau kita akan mati bersama. Dan kalau kamu coba-coba kabur anak buahku yang sudah mengintai Nayla akan segera menghabisinya." ucap Anita dengan tatapan tajam tepat di wajah Ardian dan menciumnya dengan kasar.
"Kamu sudah kehilangan akal Anita, kamu sudah gila." teriak Ardian masih berusaha sekuat tenaga untuk berusaha lepas dari ikatannya.
"Percuma saja kamu berusaha lepas Ardian, kamu akan lebih kesakitan lagi nanti, ingat kamu masih sakit.. lukamu belum sembuh! apa kamu ingin mati di sini dan membiarkan Nayla hidup dengan ponakanmu yang kapten itu?" tanya Anita dengan sebuah senyuman mengejek.
"Aku yakin lambat laun Nayla akan mencintai ponakanmu yang lebih muda dan tampan itu!" ucap Anita memanas-manasi hati Ardian.
Wajah Ardian memerah matanya terpejam, sungguh menyesal telah mengenal seorang Anita yang tidak mempunyai hati seorang manusia.
Ardian terdiam sama sekali tidak menjawab pertanyaan Anita yang sudah gila, Ardian memejamkan matanya untuk bisa memulihkan tenaganya agar tidak kehabisan tenaga untuk melarikan diri.
"Ardian!! kenapa kamu diam saja? jawab pertanyaanku Ardian!! jangan membuat kesabaranku habis untuk menghadapimu!" teriak Anita sambil mengguncang pundak Ardian.
Ardian tetap diam tak bergeming, hanya satu yang ada di pikirannya saat ini.. bagaimana dengan keadaan Nayla, pasti Nayla sangat mencemaskannya.
"Nayla, semoga tidak ada yang terjadi padamu dan pada bayi kita? semoga Pria saat ini sudah berpikir untuk menjagamu dari niat jahat Burhan." ucap Ardian dalam hati dengan menahan rasa sakit di perutnya.
Anita yang merasa tidak di hiraukan Ardian semakin naik pitam dan melempar semua barang-barang yang ada di dalam kamar.
__ADS_1
"Anita ternyata sudah benar-benar gila dan sangat menakutkan, semoga saja Pria bisa melindungi Nayla." doa Ardian dalam hati.
"Lihat saja Ardian sampai di mana kamu bisa bertahan dengan keangkuhanmu! aku akan segera menyingkirkan Nayla dari dunia ini." teriak Anita seraya keluar kamar dengan menutup pintu dengan sangat keras.
***
"Nayla, bagaimana? apa kamu sudah dapat kabar dari suami kamu?" tanya Sasongko menatap wajah pucat Nayla yang tidak bisa tidur semalaman.
"Belum Ayah, ponselnya sama sekali belum aktif sampai sekarang." jawab Nayla yang merasa lemas karena tidak ingin makan apapun sejak Ardian menghilang.
"Nak Pria, apa belum ada kabar juga dari anak buah Nak Pria juga dari Pak Suyadi satpam rumah sakit?" tanya Sasongko lagi yang merasa cemas dengan keadaan Ardian yang masih sakit.
"Belum ada juga Pak, tapi kami mendengar ada tiga orang yang sekilas melihat Paman Ardian bersama seorang wanita yang belum kita ketahui siapa dia. Pagi ini kita akan menanyai mereka." jawab Pria yang masih berpikir keras dengan ketidakberesan akan hilangnya Ardian.
"Nayla, ini ada surat dari pak pos untuk kamu barusan." ucap Bunda Nay yang kebetulan sedang berada di teras depan.
Dengan cepat Nayla menerima surat yang beramplop coklat dari Bunda Nay.
"Nayla, biar aku yang membukanya aku merasa ada kejanggalan dengan datangnya surat itu." ucap Pria seraya mengambil surat tersebut dari tangan Nayla.
"Aku ingin juga melihatnya Pri, siapa tahu surat itu ada hubungannya dengan Mas Ardian." ucap Nayla dengan hati yang berdebar-debar.
"Biar aku lihat dulu apa isinya ya? kalau aman akan aku berikan padamu." ucap Pria seraya membuka amplop coklat itu perlahan.
"Ya Tuhan!! foto apa ini? ini pasti tidak benar, ini pasti foto rekayasa!" ucap Pria dalam hati sambil melihat beberapa foto di tangannya.
__ADS_1
"Aku ingin lihat Pri, foto apa itu!" tanya Nayla penasaran saat melihat wajah Pria yang pucat.