LOVE THE OLD MAN

LOVE THE OLD MAN
DUA HATI SATU CINTA (2)


__ADS_3

"Aku tidak bisa janji Ken, sebelum aku mendapat kabar dari dokter Ketut besok." ucap Nayla yang tidak bisa berjanji pada Kenzo sebelum tahu pasti suaminya akan mendapatkan donor ginjal.


"Baiklah Nay, jaga Pak Ardian baik-baik ya." ucap Kenzo menyimpan perasaannya dalam hatinya yang paling dalam.


"Biar cintaku akan tersimpan selamanya Nay, karena aku tahu cintamu bukan untukku lagi, tapi sudah untuk pak Ardian, aku rela melakukan apapun demi kebahagiaan kamu, walau aku harus memberikan nyawaku sekalipun." gumam Kenzo di sebuah kamar rumah sakit di mana Kenzo akan mendonorkan ginjalnya pada Ardian demi kebahagiaan Nayla, wanita yang sangat di cintainya.


***


"Nayla." panggil Ardian yang tiba-tiba merasakan dadanya terasa sesak, dan rasa sakit yang luar biasa di bagian belakang pinggangnya.


"Nayla." panggil Ardian lagi sambil menggenggam tangan Nayla dengan sangat kuat, hingga Nayla terbangun karenanya.


"Mas, ada apa?" Tanya Nayla saat melihat wajah Ardian yang pucat, dan merintih sambil memegang pinggangnya.


"Pinggangku terasa sakit sekali Nay, sangat sakit." jawab Ardian dengan tubuhnya yang meringkuk dengan keningnya yang sudah bercucuran peluh.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya Mas?" ucap Nayla turun dari ranjang dan segera memakai jaketnya.


"Aku sudah tidak kuat lagi Nay, sangat sakit sekali." ucap Ardian meremas kain sprei dengan sangat kuat.


Nayla yang hendak menelepon Ayahnya jadi ikut bingung.


Sambil memeluk Ardian dan mengusap pelan pinggang Ardian, Nayla mencoba menelepon Ayahnya.


"Ayah, Mas Ardian kesakitan lagi, apa Ayah bisa ke sini?" ucap Nayla sambil tangannya yang satu memeluk pinggang Ardian.


"Ya Nay, kamu tenang ya, sekarang juga Ayah akan ke sana." ucap Sasongko dengan perasaan cemas.


"Ya Ayah, aku takut Mas Ardian kenapa-kenapa Ayah, tolong cepat ya Yah." ucap Nayla dengan menahan tangis dan menutup panggilannya.


"Nayla." panggil Ardian dengan suara pelan matanya terpejam memeluk pinggang Nayla dengan mengerang kesakitan.


"Tahan ya Mas, sebentar lagi Ayah akan datang, kita akan ke rumah sakit sekarang juga." ucap Nayla membelai rambut Ardian yang basah oleh keringat.


Tubuh Ardian terasa dingin, dengan keringat yang membanjiri sekitar keningnya dan punggungnya, hampir sekujur tubuhnya terasa lembab dan dingin.

__ADS_1


"Nayla, aku sudah tidak kuat lagi Nay." ucap Ardian dengan suara lirih, rasa sakitnya yang sangat luar biasa sampai membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Dengan perasaan takut, Nayla mengangkat kepala Ardian dan di letakkan di atas pangkuannya.


"Sabar ya Mas, sebentar lagi Ayah datang." ucap Nayla menggenggam tangan Ardian yang sangat dingin.


"Aku tidak bisa bernafas Nay, dadaku terasa sesak." ucap Ardian mulai bernafas memakai mulutnya.


Nayla menangis melihat keadaan Ardian yang begitu tersiksa dengan sakitnya.


"Ya Mas, bertahan ya Mas, sebentar lagi kita ke rumah sakit." ucap Nayla dengan airmata yang sudah mengalir deras.


"Aku minta maaf ya Nay, seandainya aku tidak kuat lagi menahan sakit ini." ucap Ardian menatap Nayla dengan matanya yang setengah terpejam.


"Mas, jangan bilang seperti itu lagi." ucap Nayla menangis keras sambil memeluk erat tubuh Ardian.


Ardian membuka matanya perlahan, dan menghapus airamata Nayla dengan tersenyum.


"Jangan menangis Nay, semua manusia sudah mempunyai takdirnya, kita tidak bisa menghindari takdir." ucap Ardian dengan nafasnya yang semakin lama semakin terasa berat.


"Nayla"


Panggil Sasongko datang dengan wajah kuatir dan cemas.


"Bagaimana keadaan suamimu? ayo kita bawa ke rumah sakit sekarang." ucap Sasongko mengangkat tubuh Ardian di bantu Nayla.


Dengan susah payah akhirnya Sasongko dan Nayla bisa membawa Ardian masuk ke dalam mobil.


Tubuh Ardian lemas di pangkuan Nayla.


"Mas, kamu masih bisa mendengarkan aku kan?" tanya Nayla mengusap pipi Ardian yang dingin.


Mata Ardian terpejam, mulut Ardian terbuka karena bernafasnya sudah tidak melalui hidungnya.


Airmata Nayla semakin deras, karena Ardian sama sekali tidak merespon ucapannya.

__ADS_1


"Ayah...bisa agak cepat Ayah, aku tidak mau kehilangan Mas Ardian Ayah." ucap Nayla mendekap kepala Ardian dalam dadanya dan mengecup puncak rambut Ardian berulang-ulang.


"Aku mohon padamu Mas, bertahanlah Mas." Ucap Nayla dalam tangisnya.


Dengan kecepatan tinggi dalam gelapnya malam, Sasongko menjalankan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi agar segera sampai di rumah sakit.


Sampai di rumah sakit, dengan cepat Sasongko turun dari mobilnya dan berlari cepat mendatangi dokter jaga dan menceritakan semuanya tentang riwayat penyakit Ardian serta minta tolong untuk memberitahu dokter Ketut yang telah menjadi Dokter pribadi Ardian.


Tanpa menunggu lama, para tim medis bergerak mendatangi Ardian yang masih di dalam mobil dengan membawa brangkar dorong. Setelah memindahkan Ardian ke brangkar dorong, tim para medis membawa Ardian ke ruang UGD untuk di periksa lebih lanjut.


Untung saja tidak lama setelah Ardian di bawa masuk ke ruang UGD Dokter Ketut datang dan langsung ikut menangani Ardian.


Nayla dan Sasongko berdiri di depan pintu ruang UGD.


Setelah menunggu beberapa lama, Dokter Ketut keluar dari ruang UGD dengan wajah terlihat lelah.


"Nayla, ginjal Pak Ardian hampir seratus persen sudah tidak bisa berfungsi lagi, hari ini juga kita harus melakukan operasi untuk mengganti ginjal Pak Ardian, jika tidak nyawa Pak Ardian tidak akan bisa tertolong lagi." ucap Dokter Ketut menatap wajah Nayla dan Sasongko bergantian.


"Bagaimana kita bisa mendapatkan ginjalnya Dokter? atau sekarang ambil saja ginjal saya Dok." ucap Nayla yang sudah siap memberikan ginjalnya untuk suaminya.


Sasongko tiba-tiba menangis, merasa sedih sekaligus bahagia dengan kasih sayang Nayla pada suaminya.


"Tidak perlu Nayla, karena ginjal untuk Pak Ardian sudah ada dan sangat cocok dengan yang di butuhkan Pak Ardian.


Wajah Nayla terangkat dengan keterangan yang di berikan Dokter Ketut padanya. Berita yang sangat mengejutkan bagi Nayla dan Sasongko.


"Benarkah Dokter? dan apakah itu berarti Mas Ardian akan selamat dengan mempunyai ginjal yang baru?" tanya Nayla dengan tangisan yang tak bisa di bendungnya lagi.


"Ya benar Nay, sekarang saya akan melakukan operasi secepatnya sebelum semuanya terlambat." ucap Dokter Ketut.


"Oh ya Nay, sebaiknya kamu ruang Administrasi untuk menandatangani surat operasi ini." ucap Dokter Ketut lagi sebelum masuk ke ruang UGD kembali.


"Ayah... akhirnya Mas Ardian dapat donor ginjal juga, aku harus berterimakasih pada orang yang telah membantu kita Ayah." ucap Nayla dengan hati yang sangat lega.


"Ya Nay, tapi kita belum tahu siapa orang yang telah memberikan ginjalnya pada Nak Ardian." ucap Sasongko dengan perasaan yang sangat lega juga.

__ADS_1


"Nanti aku akan tanya Dokter Ketut Ayah, sekarang aku harus ke ruang Administrasi untuk tanda tangan operasi Mas Ardian." ucap Nayla yang sudah bisa bernafas lega.


__ADS_2